Mungkin sudah banyak diantara kita yang melupakan hari bersejarah yang jatuh pada tanggal 20 mei setiap tahunnya. Andaikan saya tidak masuk dalam ‘abdi rakyat’, mungkin saya juga lupa terhadap tanggal bersejarah tersebut. Ternyata, setiap tahun kita memperingati hari yang namanya Hari Kebangkitan Nasional yang disingkat HARKITNAS. Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Kemudian ditetapkan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Berarti sudah 102 tahun kita mempunyai ‘ide’ untuk bangkit… Ho..ho… Tapi, apakah benar negara kita sudah bangkit saat ini?
Mengutip tulisannya mas Bambang Pamungkas di twitter dan website pribadinya, Selama ini kita hanya mampu menjadi negara yang “Hampir“, iya selalu menjadi yang hampir. Kalau dalam dunia sepakbola kita hampir mengalahkan Uni Soviet, hampir mengalahkan Manchester United, hampir lolos Olimpiade, hampir lolos Piala Dunia, hampir lolos putaran kedua Piala Asia, hampir juara Piala Tiger (Suzuki). Artinya, dalam persepakbolaan kita masih terpuruk!!. Dalam dunia hukum kita juga ‘hampir’ memberantas korupsi,illegal loging, trafficking, makelar kasus, mafia hukum, menumpas terorisme dan lain-lain.
Memang kita sudah bangkit dalam mengelola Negara ini. Infrastruktur sudah lengkap, sekolah sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan, masyarakat sudah menikmati listrik, telepon bahkan internet. Walaupun saat ini masih saja ada jalan-jalan yang berlobang yang tak terhitung lagi jumlah lobangnya. Ya benar, jalan-jalan ‘hampir’ mulus.
Supaya kita bisa bangkit dari ‘hampir’ bisa menjadi ‘tercapai’ kita harus secara bersama-sama mempunyai satu tujuan, satu tekad untuk mencapai tujuan kita. Hal ini memang membutuhkan waktu lama, seperti peristiwa sumpah pemuda tahun 1928 bisa mencapai tujuan merdeka memerlukan waktu 17 tahun. Saat ini bisa dikatakan kita ‘merdeka’ sejak reformasi tahun 1998. Berarti sudah 12 tahun kita ‘merdeka’. Apakah tujuan reformasi saat ini sudah tercapai atau kita masih harus menunggu 5 tahun lagi untuk mencapai tujuan reformasi kita? Slogan good governance dan excellent service masih saja menjadi lips service buat kita (saat ini)...
Semoga saja -yang selalu saya harapkan- peringatan HARKITNAS ini bukan hanya acara seremonial belaka untuk sekedar apresiasi terhadap jasa para pahlawan. MARI KITA BANGKIT BERSAMA!!
Mengutip tulisannya mas Bambang Pamungkas di twitter dan website pribadinya, Selama ini kita hanya mampu menjadi negara yang “Hampir“, iya selalu menjadi yang hampir. Kalau dalam dunia sepakbola kita hampir mengalahkan Uni Soviet, hampir mengalahkan Manchester United, hampir lolos Olimpiade, hampir lolos Piala Dunia, hampir lolos putaran kedua Piala Asia, hampir juara Piala Tiger (Suzuki). Artinya, dalam persepakbolaan kita masih terpuruk!!. Dalam dunia hukum kita juga ‘hampir’ memberantas korupsi,illegal loging, trafficking, makelar kasus, mafia hukum, menumpas terorisme dan lain-lain.
Memang kita sudah bangkit dalam mengelola Negara ini. Infrastruktur sudah lengkap, sekolah sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan, masyarakat sudah menikmati listrik, telepon bahkan internet. Walaupun saat ini masih saja ada jalan-jalan yang berlobang yang tak terhitung lagi jumlah lobangnya. Ya benar, jalan-jalan ‘hampir’ mulus.
Supaya kita bisa bangkit dari ‘hampir’ bisa menjadi ‘tercapai’ kita harus secara bersama-sama mempunyai satu tujuan, satu tekad untuk mencapai tujuan kita. Hal ini memang membutuhkan waktu lama, seperti peristiwa sumpah pemuda tahun 1928 bisa mencapai tujuan merdeka memerlukan waktu 17 tahun. Saat ini bisa dikatakan kita ‘merdeka’ sejak reformasi tahun 1998. Berarti sudah 12 tahun kita ‘merdeka’. Apakah tujuan reformasi saat ini sudah tercapai atau kita masih harus menunggu 5 tahun lagi untuk mencapai tujuan reformasi kita? Slogan good governance dan excellent service masih saja menjadi lips service buat kita (saat ini)...
Semoga saja -yang selalu saya harapkan- peringatan HARKITNAS ini bukan hanya acara seremonial belaka untuk sekedar apresiasi terhadap jasa para pahlawan. MARI KITA BANGKIT BERSAMA!!














