Waktu Lebaran

Habis sholat Idhul Fitri berpose dulu di rumah..

Di Kudus

Mau beli jajanan khas Kudus eh ada museum rumah adatnya..numpang foto..

Di Jogja

Beli blangkon khas Jogja.. Coba dulu baru beli..

Pelatihan Khatib dan Da'i Muda

untuk mengembangkan bakat da'i muda dan mencetak khatib handal...

Mina 2005

Waktu di Mina ama bapak

Candi Cetho Karanganyar

Touring ke candi Cetho, Karanganyar.. kalo kesini lebih baik pake motor, jangan mobil. soalnya jalannya nanjak banget..

Minggu, 01 Agustus 2010

Menuju Ampunan

قل ياعبادى الذين أسرفوا على انفسهم لا تقنطوا من رحمة الله ان الله يغفر الذنوب جميعا انه هو الغفورالرحيم

Setiap dari kita pasti pernah melakukan kesalahan, pernah melakukan kemaksiatan, entah itu kita sengaja atau pun tidak. Sebab, kita bukanlah makhluk yang bersih, makhluk yang tanpa kesalahan. Sebab, makhluk yang senantiasa melakukan kebaikan adalah malaikat dan makhluk yang senantiasa berbuat kejahatan adalah syaitan dan makhluk yang memperbaiki perbuatan jahat dengan kembali kepada kebaikan adalah manusia.

Lantas bagaimana cara kita menghapus kesalahan atau perbuatan dosa kita? Apakah dengan mendatangi ulama' dengan membawa segepok uang lalu kita bilang, "pak, ini ada uang sejuta. Mohon ampunkan saya kepada Tuhan atas dosa-dosa saya."

Tidak, tapi cukup dengan meminta maaf kepada manusia bila kita bersalah kepada sesame dan mohon ampun kepada Allah apabila kita durhaka kepada-Nya secara gratis..tis..tis..
Sebanyak apapun dosa kita Allah pasti mengampuni. Apabila dosa kita sebesar gunung Merbabu maka ampunan Allah melebihi besarnya gunung Merbabu.

استغفروا ربكم انه كان غفرا

Minta ampunlah kamu sekalian kepada Tuhanmu. Bahwasanya Tuhanmu adalah Maha Pengampun.

Maka apabila kita melakukan kesalahan segeralah kita meminta ampun kepada Allah. Sebagaimana halnya Nabi Adam As ketika beliau berbuat kesalahan dengan memakan buah khuldi, beliau langsung minta ampun kepada Allah. Inilah yang hendaknya kita tiru. Ibaratnya kita menambal setelah membocorkan, membangun setelah meruntuhkan.

Ada kisah, dulu, di Basrah Irak ada ulama terkenal bernama Hasan Basri. Pada waktu masih muda dia adalah pemuda yang tampan, selalu berpenampilan rapi dan necis. Suatu hari ia jalan-jalan dan kemudian ia melihat seorang wanita yang cantik, elok, montok, tatapan matanya bikin pria hatinya rontok. Hasan Basri pun membuntuti dan wanita itu tahu kalau ia dibuntuti. Kemudian ia bertanya, "Kenapa anda membuntutiku?" Hasan Basri menjawab, "Sungguh aku terterik dengan lirikan matamu.."
Wanita itu menjawab, "pulanglah, nanti akan kuantar apa yang kau sukai."
Hasan Basri menduga bahwa wanita cantik itu merasa cinta dan akan menerima cintanya. Lalu ia segera pulang. Kemudian datanglah seorang pelayan wanita tadi dengan membawa sebuah nampan yang ditutup dengan kain. Hasan Basri segera membuka nampan. Betapa terkejutnya tatkala ia membuka nampan yang berisi dua bola mata yang tak lain adalah kedua mata wanita cantik itu.
Pelayan itu menyampaikan pesan dari majikannya, "Sungguh aku tidak menginginkan seseorang terkena fitnah akibat kedua mata ini."
Setelah Hasan Basri melihat bukti dan mendengar ucapan wanita cantik lewat pelayannya, maka bergetar tubuhnya dan berdiri bulu romanya sambil memegang jenggot ia berkata pada dirinya sendiri, "Celaka kamu, sudah berjenggot, rasa malunya kalah dengan wanita itu." Dan seketika itu Hasan Basri meminta ampun kepada Allah. Esok harinya ia mendatangi rumah wanita cantik itu dengan tujuan meminta maaf atas kesalahannya. Tapi, tak disangka ternyata wanita itu telah meninggal dunia. Dan sejak itu Hasan Basri tak henti-hentinya selalu memohon ampun kepada Allah. Sampai akhirnya Allah mengangkat derajat beliau.

Jadi, marilah kita segera memohon ampun kepada Allah dan insya Allah, Allah akan mengangkat derajat kita.

Di sisi lain, kita umat Nabi Muhammad diberi keistimewaan oleh Allah. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Nabi Adam:
"Sungguh Allah memberi umat Muhammad dengan kemulyaan yang tidak kudapati yaitu:
- Diterima pernyataan taubatku harus di Makah sedang umat Muhammad bert aubat dimana saja diterima.
- Aku semula berpakaian, tetapi ketika berbuat maksiat langsung ditelanjangi, sedang umat Muhammad berbuat maksiat dengan telanjang tapi Allah masih memberinya pakaian.
- Aku berbuat maksiat langsung dipisah dengan istriku sedang umat Muhammad bermaksiat kepada Allah tidak dipisah dengan istrinya.
- Aku bermaksiat di syurga dan langsung disingkirkan dari syurga. Tapi umat Muhammad bermaksiat diluar syurga, bahkan kemudian dipersilahkan memasukinya apabila mereka mau bertaubat.

Oleh karena itu, marilah kita gunkaan keistimewaan ini dengan segera memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan kita. Seberapapun besar dosa kita pasti Allah akan memaafkan. Karena itu janji Allah. Apalagi kita sudah mendekati bulan puasa, bulan yang di dalamnya terdapat maghfiroh, ampunan Allah. Walaupun minta ampun bisa kapan saja di luar bulan Romadhon. Tapi, bulan Ramadhon adalah momen yang tepat.

Komen Via Facebook