Kamis, 14 April 2011

Fenomena Briptu Norman dan Bollywood

Dua bulan yang lalu mungkin tak banyak yang kenal dan tahu nama Norman yang menjadi anggota Brimob Gorontalo. Tapi di bulan ini, nama Norman menjadi terkenal dan dikenal mulai dari kalangan anak-anak sampai kakek-kakek. Wajahnya mulai menghiasi acara televise dan katanya aka nada yang ngajak main sinetron dan menjadikannya bintang iklan. Ya, karena video-nya yang diunggah di Youtube dengan penuh penghayatan seolah-olah dia menjadi Shahrukh Khan sedang menyanyi lagu Chaiyya-chaiyya dengan lip sync ‘sempurna’.


Banyak yang memandang remeh lagu-lagu Bollywood. Banyak yang bilang lagu-lagu Bollywood ‘kampungan’, katrok, ndeso, dan lain-lain. Saya adalah salah satu dari sekian banyak (di dunia) yang menyukai lagu Bollywood. Tapi, sayang saya belum pernah merekam sendiri waktu nyanyi dan berjoget ‘ala’ Bollywood eh ala kadarnya. Saya mulai menyukai film Bollywood sekitar 10 tahun yang lalu pas-nya tahun 2001. Ketika itu saya ‘tidak sengaja’ menonton film India di Bioskop di Kediri Jatim. Saya katakan tidak sengaja karena memang hanya film itu lah satu-satunya yang diputar kala itu. Filmnya berjudul “Kahona Pyaar Hai” dengan bintang Hrithik Roshan dan Amisha Patel. Itu adalah film perdana Hrithik sebagai pemeran utama yang diproduseri oleh ayahanda Hrithik, Rajesh Roshan. Sebenarnya waktu itu saya ndak bergairah nonton film tersebut karena film India. Padahal waktu berangkat saya ingin menonton film Hollywood eh ternyata yang ada malah ‘H’nya diganti ‘B’ alias Bollywood. Akhirnya, daripada tidak nonton sama sekali ya saya paksa masuk bioskop. Dan ternyata, diluar dugaan saya, filmnya sangat bagus berbeda dengan film-film India yang saya lihat sebelumnya yang emang ‘kuno’, polisi datang telat, lagu-lagu dengan gendang yang mirip dangdut. Ternyata lagu-lagunya berbeda. Modern. Sejak itulah saya menikmati film-film Bollywood khususnya yang dibintangi Hrithik Roshan. Dan memang film “Kahona Pyar Hai” tersebut menyabet banyak penghargaan di piala FFI-nya India dan menjadi film terbaik tahun 2001 termasuk sang bintang, Hrithik Roshan.


Akhir-akhir ini, kembali lagu-lagu Bollywood menjadi fenomena di Indonesia setelah seorang Norman, sang polisi mengunggah video lip sync-nya ke Youtube dan telah diview seratus lima puluh ribu orang lebih. Andaikata Briptu Norman konser di Stadion Utama Bung Karno maka Stadion akan full penonton. Dan setelah itu briptu Norman mendapat ‘job’ baru menjadi seorang penghibur. Banyak undangan-undangan dari pihak televisi yang menginginkannya untuk tampil di acara televisi. Kenapa briptu Norman begitu fenomena saat ini?


Pertama, karena dia adalah anggota Brimob, polisi. Selama ini kalau kita mendengar kata ‘polisi’ maka yang ada dibenak kita adalah tampang sangar, galak, sering nilang trus nyebutin nominal uang, dan lain-lain. Kemudian, masyarakat melihat video seorang polisi yang bisa membuat ‘ngakak’ karena dia benar-benar bisa menghayati ‘peran’nya sebagai Shahrukh Khan. Padahal kawannya polisi yang berada disampingnya bersikap cuek bebek tapi dia tetap enjoy aja berjoget India. Setelah melihat video tersebut masyarakat jadi tahu kalau ada polisi yang lucu, ada bakat menghibur. Masyarakat kemudian banyak yang suka. Mungkin kalau yang joget saya, memakai seragam Kementerian Agama tidak akan menarik perhatian masyarakat. Karena orang Kementerian Agama aslinya ndak 'sangar'. Hehehe.. Makanya saking sukanya pada ulah Briptu Norman, sang Brimob tadi ‘dibela’ oleh masyarakat ketika mendengar akan adanya sanksi bagi dia karena berjoget saat tugas.


Kedua, wajah atau ekspresi Briptu Norman yang memang kocak. Jadi, banyak masyarakat yang suka dengan aktingnya bahkan ada yang gemes. Hehe..


Ketiga, anda bisa menilai sendiri.. saya kira cukup sekian dari saya..



* Penulis adalah Pengamat dan Penikmat Film-film Bollywood
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Komen Via Facebook