Waktu Lebaran

Habis sholat Idhul Fitri berpose dulu di rumah..

Di Kudus

Mau beli jajanan khas Kudus eh ada museum rumah adatnya..numpang foto..

Di Jogja

Beli blangkon khas Jogja.. Coba dulu baru beli..

Pelatihan Khatib dan Da'i Muda

untuk mengembangkan bakat da'i muda dan mencetak khatib handal...

Mina 2005

Waktu di Mina ama bapak

Candi Cetho Karanganyar

Touring ke candi Cetho, Karanganyar.. kalo kesini lebih baik pake motor, jangan mobil. soalnya jalannya nanjak banget..

Kamis, 30 Juni 2011

DZIKIR, RINGAN TAPI BESAR


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah berkata, “Dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan. Apa jadinya bila ikan dikeluarkan dari air?”
Pernyataan Ibnu Taimiyyah tersebut patut kita renungkan. Apakah memang hati kita telah mendapat nutrisi yang baik atau belum? Sebab, nutrisi yang bernama dzikir ini sangatlah penting bagi hati. Hati yang tidak pernah berdzikir mengingat Allah, maka bisa jadi nantinya akan mati. Alangkah celakanya bila hati kita mati.

Dzikir adalah sesuatu yang ringan karena berupa ucapan tapi sangat besar faedahnya bagi kita semua.. Tapi diantara kita kebanyakan lalai terhadap Tuhan karena kesibukan kita setiap hari. Sehingga kita lebih banyak mengingat nama barang kesayangan kita daripada mengingat asma Tuhan. Adapun diantara faedah dzikir adalah:
Pertama, dzikir adalah makanan pokok bagi hati dan roh. Apabila seorang hamba kehilangan dzikir itu, maka dia laksana tubuh yang tidak mendapatkan makanan pokok.
Abu Musa al-Asy’ari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada-Nya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Bukhori)
Kedua, dzikir dapat menghilangkan kesedihan dan kegelisahan dalam hati. Dengan dzikir maka hati menjadi damai dan tenang. Seperti dalam syi’ir Jawa yang berbunyi, “tombo ati iku limo ing wernane, kaping pisan moco Qur’an lan maknane, kaping pindo sholat wengi lakonono, kaping telu wong kang sholeh kumpulono, kaping papat weteng kudu ingkang luwe, kaping limo dzikir wengi ingkang suwe.
Salah satu obat hati adalah dzikir yang lama di malam hari. Disaat orang terlelap dalam mimpi, kita bangun sholat dan dzikir.
Allah berfirman:

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’d:28)
Ketiga, dzikir membuat hamba diingat oleh Allah. Ketika seorang hamba berdzikir mengingat Allah, maka Allah pun mengingatnya. Alangkah bahagianya jika kita selalu diingat oleh Tuhan yang menciptakan kita.

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. AL-Baqoroh:152)
Keempat, orang yang senantiasa berdzikir atau mengingat Allah akan dijauhkan dari maksiat. Ketika dia terus menerus mengingat Allah dan mengetahui bahwa Allah melihat apa yang dilakukannya niscaya dia akan malu dan takut melakukan maksiat. Coba kita bayangkan, pasti tidak ada orang yang sebelum mabuk, minum-minuman keras baca “bismillahirrohmanirrohim” atau orang yang mendatangi lokalisasi atau hotel dengan pasangan tak resmi baca “alhamdulillahirobbil ‘alamin” seusai kencan. Dzikir menjauhkan dari maksiat.

Itulah beberapa keutamaan atau faedah dari dzikir. Dimanapun, kapanpun, kita usahakan untuk membasahi bibir kita dengan dzikir. Ketika sedang berada dalam perjalanan menuju kantor, kampus, tempat kerja, pasar atau lainnya, daripada lisan kita berdiam diri lebih baik membaca subhanallah wa bi hamdihi. Terus dibaca sampai ke tempat tujuan. Ketika sedang santai, tak melakukan apa-apa, lebih baik membaca Alhamdulillah,Alhamdulillah, sebanyak-banyaknya. Ketika menggendong anak, umpama, daripada si anak dikudang dengan lagu campursari lebih baik didendangkan sholawatan, dan lain-lain. Bukankah dzikir ini ringan? Tidak menguras tenaga dan energi? Tapi, pahala yang ditimbulkan sangat luar biasa.

Rabu, 08 Juni 2011

Sisi Lain dari Bersyukur


Sudah bersyukurkah anda hari ini? Saya tanya! Mungkin ada yang menjawab, “Syukur? Kenapa? Wong saya hari ini biasa-biasa saja. Ndak ada yang istimewa.” Ada juga yang menjawab, “Sudah” ya baguslah kalau begitu. Kalau yang menjawab seperti jawaban pertama tadi kemungkinan beranggapan bahwa bersyukur adalah setelah menerima nikmat. Kalau tidak menerima ngapain bersyukur? Semoga anda bukan termasuk yang ini, yach. Yen tak pikir-pikir (niru logat alm. Mas Basuki), setiap hari kita mendapat kenikmatan. Coba lihat, anda mempunyai lemari es, mempunyai buku tabungan (walau saldonya bulan depan habis karena terpotong biaya administrasi. Hehehe), mempunyai pekerjaan tetap (tetap itu-itu aja pekerjaannya.hehe), bisa menjalankan kegiatan ibadah tanpa takut terhujani peluru atau rudal dari pasukan NATO, bisa membaca tulisan saya ini, bukankah itu kenikmatan yang saban hari kita rasakan? Kenapa tidak bersyukur? Why? Lupa? Padahal Tuhan tak pernah lupa memberi kenikmatan kepada kita?

Kalau anda rajin sholat, saya yakin anda termasuk orang yang bersyukur dengan ucapan dan tindakan. Kok bisa sholat merupakan syukur dengan ucapan? Sebab, setiap kita sholat wajib membaca al-Fatihah dan Surat Al-Fatihah didahului dengan lafadz “Alhamdulillah” (setelah membaca bismillah tentunya).

Lalu, apakah benar bersyukur itu setelah kita menerima nikmat? Atau sebelum menerima nikmat kita bersyukur? Saya tidak tahu mana yang benar. Yang jelas, kalau kita cermati tadi bahwa al-Qur’an yang dimulai dengan surat al-Fatehah menggunakan lafadz “Alhamdulillah” sebagai pembuka (tentunya setelah menyebut asma Tuhan Yang Maha Kasih dan Sayang). Begitu juga dalam berdoa, kita baca lafadz “Alhamdulillah” dulu baru berdoa alias bersyukur dulu baru meminta. Tapi, kebanyakan dari kita, meminta dulu, dikabulkan, baru bersyukur. Tak apa. Yang penting masih bersyukur.

Dalam al-Qur’an Allah mengingatkan kita supaya bersyukur, jangan kufur (menginkari nikmat). Begitu juga Nabi Muhammad Saw dalam berdoa selalu memohon kepada Allah supaya dijadikan ‘abdan syakura. Hamba yang bersyukur. Klop, pas, cocok. Allah memerintah untuk bersyukur dan Nabi mencontohkan dalam do’a supaya dijadikan hamba yang bersyukur.

Lalu apakah ada implikasi atau pengaruh bersyukur terhadap jiwa kita, pekerjaan kita, karir kita, kesuksesan kita? ADA. Dengan huruf besar semua biar mantab. Mau bukti? Mungkin anda pernah mendengar tentang Kristal air. Yups, air mempunyai Kristal-kristal kecil yang bias berubah bentuk mengikuti kata-kata yang dilontarkan manusia. Dalam buku The Hidden Messages in Water dituliskan bahwa air seolah-olah mengerti bahasa manusia. Dan tahukah anda kapan Kristal air memperagakan bentuknya yang paling apik, yahut dan menarik? Ternyata apabila dikumandangkan kata ‘syukur’ dan ‘cinta’ dalam bahasa apapun. Termasuk bahasa hewan jika anda paham dan bisa. Hehehe.

Lalu pengaruhnya terhadap keseharian kita? Air. Ada apa dengan air? Untung saja zodiak saya adalah pembawa air alias aquarius. Bukan penjual air keliling lho. Jadi, apa yang saya bawa tergantung anda yang menerima. Kalau anda menerima dengan syukur maka akan terbentuk Kristal-kristal air yang menakjubkan. Tapi, jika anda sinis, marah-marah, maka anda akan membentuk Kristal air yang tak beraturan dan jelek, buruk mirip wajah anda. Hahaha. Bercanda. Mulai serius. Air. Semua kehidupan bermula dari air. Manusia berasal dari percampuran air. Alam semesta berasal dari air. Dan yang terpenting, 70 persen tubuh manusia terdiri atas air! SO, Setiap kali kita menyebut kata ‘syukur’ atau menyimpan rasa syukur, maka kita juga membentuk Kristal-kristal air cantik dalam tubuh kita sehingga menimbulkan energi positif yang sangat kita butuhkan untuk menggapai kesuksesan.

Jadi, bisa dikatakan kalau pingin sukses, rajin-rajin bersyukur. Syukur adalah gerbang menuju sukses. Kok bisa? Ya bisa. Bukti konkritnya adalah Nabi Muhammad. Seorang yang pandai bersyukur akhirnya sukses menjadi seorang nabi dengan pengikut terbanyak dan kata-katanya masih dihapal oleh umatnya. Dalam bahasa Indonesia kata ‘syukur’ berarti berterima kasih. Sebagai hamba Tuhan kita berterima kasih kepadaNya. Sebagai makhluk sosial kita berterima kasih kepada manusia yang berbuat baik dan berbaik hati kepada kita. Rumusnya ==> jika pingin sukses jangan sungkan-sungkan mengucapkan terima kasih. Membalas sesuatu kebaikan dengan ucapan ‘terima kasih’ itu berdampak sangat besar untuk kehidupan kita. Coba jika kita telah berbuat baik kepada orang tapi dia tidak mengucap ‘terima kasih’ pasti tuk berikutnya kita akan malas membantu. Betul?

Saking dahsyatnya kata ‘terima kasih’ ini, kasir-kasir di supermarket dan mall-mall dituntut untuk mengucapkan kata ‘terima kasih’ kepada konsumennya. Sampai-sampai ada yang berani membayar ratusan ribu rupiah jika kasir tidak mengucapkan kata ‘terima kasih’. Entah setelah itu kasir dipecat. Hehe. Sebab mereka, pelaku bisnis, tahu bahwa ucapan terima kasih berdampak besar terhadap omzetnya. So, jika kita pingin sukses dan memperbesar karir atau pekerjaan kita. Jangan sungkan-sungkan mengucapkan ‘terima kasih’. Setelah itu, pasti akan ada dampak yang besar. Sebab, Tuhan berfirman, “Jika kamu bersyukur (mengucapkan terima kasih) , maka akan Aku tambahi (nikmat)”. Saya sering melihat supporter Persikmania (Persik Kediri) ketika berada di Stadion Manahan. Mereka sebelum dan sesudah pertandingan menyanyikan “Terima kasih Pasoepati. Kita adalah saudara” dan pertandingan berjalan sukses tanpa kerusuhan.

Itulah, dahsyatnya berterima kasih. Berterima kasih kepada manusia berdampak luar biasa, apalagi berterima kasih kepada Allah, Sang Pencipta Alam.

Wallahu a'lam bishowab

*penulis adalah Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kab. Boyolali

Komen Via Facebook