<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043</id><updated>2012-02-02T04:58:54.260-08:00</updated><category term='Da&apos;wah'/><category term='umum'/><category term='Anekdot'/><category term='Film'/><category term='Khutbah'/><category term='Hukum Islam'/><category term='Bahasa / Sastra'/><category term='Opini'/><category term='Nasional'/><category term='Hukum Nasional'/><title type='text'>Iwan Hafidz Zaini</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-2134220679863493929</id><published>2012-01-22T00:13:00.000-08:00</published><updated>2012-01-22T00:17:51.123-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Met Imlek Aja</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IwQkxVQHKIE/TxvFQGBxakI/AAAAAAAAALY/DvDt9MvQaM8/s1600/KARTU%2BUCAPAN%2BIMLEc_05.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-IwQkxVQHKIE/TxvFQGBxakI/AAAAAAAAALY/DvDt9MvQaM8/s200/KARTU%2BUCAPAN%2BIMLEc_05.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700366633654118978"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan Hafidz Zaini Mengucapkan selamat hari raya Imlek 2563 pada tanggal 23 Januari 2012 kepada yang menjalankannya. Gong Xi Fat Cai !!&lt;br /&gt;Xin Nian Kuai Le.Zhù Ni Shenti Jiànkäng, Quanjiä Xingfu,Wànshì Ruyì.. Gong Xi..! Gong Xi..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-2134220679863493929?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/2134220679863493929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2012/01/met-imlek-aja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/2134220679863493929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/2134220679863493929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2012/01/met-imlek-aja.html' title='Met Imlek Aja'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-IwQkxVQHKIE/TxvFQGBxakI/AAAAAAAAALY/DvDt9MvQaM8/s72-c/KARTU%2BUCAPAN%2BIMLEc_05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4144019522460854824</id><published>2012-01-08T21:27:00.000-08:00</published><updated>2012-01-08T21:30:42.632-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Da&apos;wah'/><title type='text'>Bekal Menuju Tujuan Abadi</title><content type='html'>Dalam kehidupan ini ada dua kata yang berlainan namun keduanya merupakan pasangan. Dan keduanya walau berlainan namun tak dapat dipisahkan. Ada siang ada malam, ada baik ada buruk, ada  atasan ada bawahan, ada kaya ada miskin, ada suka ada duka, ada hidup ada mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, jika sesuatu dikatakan hidup pasti tak akan lepas dari yang namanya mati. Artinya, semua yang hidup pasti mati. Karena hal tersebut telah dinash oleh Allah, “kullu nafsin dzaiqotul maut” setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Segala jenis makhluk hidup mulai dari tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, jin dan malaikat semuanya akan mengalami kematian. Termasuk malaikat pencabut nyawa sendiri juga akan merasakan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak ada yang mengetahui kematian seseorang atau diri sendiri. Karena hal tersebut adalah rahasia Allah. Jikalau kematian datang menjemput kita juga tidak bisa mengadakan negoisasi dengan malaikat Izroil. Kita tidak bisa merayu malaikat untuk mengundur waktu kematian sedetik pun. Sebab, Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apabila ajal telah datang, kita tidak bisa mengakhirkan (mengundur, tawar menawar dengan malaikat) waktu sesaat dan juga tidak bisa mengajukan.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bagi kita yang masih diberi kesempatan oleh Allah menghirup udara segar ini harus mempersiapkan diri. Apa yang harus kita persiapkan? Tentu saja bekal yang cukup. Karena hidup ini ibarat kita berkelana. Dan tujuan kita adalah akherat. Untuk menuju ke tempat tujuan kita tentunya kita harus membawa bekal. Sebagaimana perkataan ulama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Man dakhola qobron bila zaadin fakaannama rokiba albahro bila safinatin&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang masuk kubur tanpa bekal, ibarat menyeberangi sungai tanpa kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal apa yang baiknya kita bawa? Sebagaimana pesan Nabi Muhammad Saw. Bekalnya ada 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Shodaqoh Jariyah. Kita menafkahkan harta di jalan Allah, kita sedekah ke masjid, membiayai anak-anak yatim, infak untuk pembangunan sekolah guna mencerdaskan umat, itulah bekal kita. Selain itu, efek dari sedekah ini sangat luar biasa. Allah melipatgandakan pahala sedekah saampai tujuh ratus kali lipat. Bayangkan jika kita sedekah uang Rp. 1000 dikalikan 700 maka pahalanya disisi Allah adalah 700.000, tujuh ratus ribu. Itu kalau dikalkulasi. Tapi pahala adalah rahasia Allah. Makanya, milyader-milyader dunia semacam Bill Gate, Donald Trump mempunyai hobi menyedekahkan sebagian hartanya untuk kemanusiaan. Dan itu tidak mengurangi kekayaan mereka. Malah bertambah dengan bukti mereka masih menjadi manusia tertajir di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ilmu yang bermanfaat. Jika orang yang meninggal itu tidak memiliki cukup harta selama hidupnya dan lantas kurang memiliki sodaqoh jariyah, maka ia bisa memperoleh pahala dari ilmunya. Ilmu yang memberi manfaat kepada orang banyak. Lantas, apa ilmu hanya sebatas ilmu agama saja? Tidak. Karena ilmu agama pun bisa menyesatkan bila diajarkan dengan pemahaman yang keliru. Bisa kita lihat aksi bom bunuh diri akibat pengajaran ilmu agama yang keliru. Ilmu-ilmu yang ada di dunia ini adalah ilmu Allah. Ilmu yang bisa memberi manfaat kepada orang lain itulah yang baik. Seumpama kita memiliki ilmu komputer, kemudian kita ajarkan kepada orang lain dan kemudian orang lain tersebut bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya menggunakan ilmu komputer yang telah kita ajarkan berrati ilmu kita telah bermanfaat bagi orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, anak sholeh yang mendoakan kedua orangtuanya. Doa anak sholeh ini bakal terus mengalir buat orangtua yang sedang  di’tahan’ oleh Allah di alam barzakh. Oleh karena itu, kewajiban kita sebagai orangtua tentunya agar mendidik putra-putri kita supaya menjadi anak yang sholeh yang mau mendoakan orangtuanya tatkala orangtuanya masih hidup ataupun sudah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga hal yang disebut Nabi bakal bisa tetap mengalirkan pahala kepada orang yang sudah mati itu memang sangat logis, masuk akal. Shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh itu adalah investasi manusia semasa hidupnya.&lt;br /&gt;Ibaratnya kita keluar modal untuk sebuah perusahaan dan perusahaan itu untung, maka kita tentu saja mendapat keuntungan meskipun kita tidak ikut mengendalikan perusahaan tersebut. Sama dengan orang yang berada di alam kubur atau alam barzakh. Meskipun ia telah pasif, tidak bisa beraktifitas lagi, akan tetapi investasi-investasi yang telah ia tanam semasa hidupnya akan tetap mengalir. Ketika masjid yang ia bangun masih digunakan untuk aktifitas ibadah umat, maka selama itu pula pahalanya akan tetap mengalir sebagai catatan kebaikan. Jika ilmu yang ia ajarkan membawa manfaat kepada orang banyak, maka pahala atas ilmunya juga akan mengalir menambah amal baiknya. Demikian pula, jika anaknya yang sholeh itu berbuat baik, maka hal tersebut adalah hasil jerih payahnya mendidik sang anak. Pahalanya akan tetap mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang. Tak ada yang mampu mengabadikan hiidup manusia selain peninggalannya. Maka tak heran jika Rasulullah Saw pernah bersabda, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Manusia yang paling baik adalah manusia yang peling bermanfaat bagi lingkungannya&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang masalahnya adalah seringkali manusia lupa bahwa sesungguhnya hidup ini adalah untuk mati. Tak kurang dan tak lebih. Kehidupan dunia dengan segala pernak-perniknya telah membuat manusia gila dan terlena. Manusia tak ada bedanya dengan laron-laron dimusim hujan yang keluar dari tanah dan mengejar cahaya. Kian dekat dunia digapai, kian besar bahaya dituai. Terangnya sinar lampu dunia telah membuat manusia gelap mata bahwa semakin dekat manusia dengan sumber cahaya, semakin tinggi pula suhu dan panasnya. Dan manusia bisa terbakar didalamnya dengan sia-sia. Seorang muslim selayaknya jika siang ia seperti singa yang mencari buruannya. Tapi, jika datang senja, ia menjadi rahib yang merintih meminta ampun kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;Kiranya cukup sekian. Kurang lebihnya mohon maaf semoga kita bisa mengambil manfaatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4144019522460854824?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4144019522460854824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2012/01/bekal-menuju-tujuan-abadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4144019522460854824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4144019522460854824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2012/01/bekal-menuju-tujuan-abadi.html' title='Bekal Menuju Tujuan Abadi'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-7643461710103350666</id><published>2011-11-16T20:33:00.000-08:00</published><updated>2011-11-16T20:37:09.948-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><title type='text'>Khutbah Jum'at KEJUJURAN MEMBAWA NIKMAT</title><content type='html'>Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;Pada siang hari ini saya mengajak kepada diri saya sendiri juga kepada hadirin jamaah Jum’at untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Sebab, kemulyaan manusia dihadapan Allah bukanlah bagi mereka yang berharta, bukan yang berpangkat dan berkedudukan tinggi. Tapi, kemuliaan manusia di hadapan Allah adalah dinilai dari kadar ketaqwaannya. Seberapa besar dia merasa takut kepada Allah, seberapa besar dia merasa selalu diawasi oleh Allah. Karena ketaqwaan inilah yang menunjukkan bahwa puasa kita di bulan Ramadhan benar-benar berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-uBoUV_m8bsM/TsSPZwzKLnI/AAAAAAAAAJE/4Jn7weFhflI/s1600/ngapusi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-uBoUV_m8bsM/TsSPZwzKLnI/AAAAAAAAAJE/4Jn7weFhflI/s200/ngapusi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675819103152647794" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu sifat yang dimiliki oleh Rasulullah adalah sifat siddiq (jujur). Sifat inilah selalu diperintahkan oleh Nabi kepada umatnya untuk selalu berbuat jujur. Jujur ini adalah sifat yang gampang-gampang susah. Dikatakan gampang karena seseorang yang tidak terlibat banyak masalah atau kepentingan akan mudah untuk mengatakan sesuatu dengan jujur atau apa adanya. Tapi, apabila dia terlibat dengan suatu masalah dan mempunyai suatu kepentingan maka sangat susah untuk mengatakan kejujuran. Kecuali, tentu saja orang-orang yang konsisten dan berkomitmen  dengan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang kita jumpai disekeliling kita adalah sangat sulit mencari orang yang jujur. Baik jujur dalam ucapan maupun jujur dalam tindakan atau pekerjaan. Ya, itu karena mereka yang tidak jujur tersebut mempunyai kepentingan atau suatu kebutuhan. Sehingga, mereka melakukan ketidakjujuran demi mencapai  atau mendapatkan kepentingan tersebut.  &lt;br /&gt;Ada yang mengatakan “yen jujur ajur”. Benarkah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt; عليكم بالصدق فان الصدق يهدى الى البر وان البر يهدى الى الجنة وان الرجل ليصدق حتى يكتب عند الله صديقا&lt;br /&gt;“Hendaklah kalian selalu jujur karena kejujuran menuntun kepada kebajikan. Dan kebajikan menuntun ke syurga. Sesungguhnya seseorang yang jujur ditulis disisi Allah sebagai orang yang jujur” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadist di atas jelas bahwa kejujuran membawa ke syurga. Jadi, tidak tepat jika ada yang mengatakan “yen jujur ajur”. Malah sebaliknya, jujur akan membawa kenikmatan yang tak terkira, yaitu syurga. Jika ada yang mengatakan “jujur ajur” kemungkinan itu adalah perkataan di lingkungan yang mayoritas para pendusta, pembohong. Sehingga orang yang jujur akan dimusuhi mayoritas pendusta ini.&lt;br /&gt;Jika kita hidup ditengah para pendusta dan kita tetap konsisten dengan kejujuran kita kemungkinan kita akan dimusuhi oleh para pendusta tersebut dan kemudian kita didzolimi atau dijebak supaya kita yang jujur ini “ajur”. Secara dhohir kita ajur di dunia. Tapi, syurga telah menanti kita. Sebagaimana sabda Nabi tadi. Oleh sebab itu, Rasulullah berpesan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قل الحق ولو كان مرا&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Katakan kebenaran walau pahit&lt;/span&gt; (HR. Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;Dalam kondisi apapun Rasul menyuruh kita untuk jujur, untuk mengatakan kebenaran walau sangat sulit. Karena Beliau menjanjikan syurga bagi orang-orang yang jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia&lt;br /&gt;Di akherat orang yang jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur dan dimasukkan syurga. Di dunia orang yang jujur akan disenangi dan dipercaya makhluk. Orang yang berbisnis dengan kejujuran akan disenangi konsumen ataupun relasi bisnisnya. Seorang pejabat yang jujur akan disenangi rakyatnya. Seorang pegawai yang jujur akan dicintai dan disukai atasannya. Seorang suami yang jujur akan dicintai istrinya. Begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh konkrit adalah baginda Nabi Muhammad Saw. Beliau sejak kecil sudah terkenal dengan kejujurannya sehingga beliau dijuluki al-amin (yang dipercaya). Ketika beliau berdagang selalu mengutamakan kejujuran. Termasuk ketika membawakan dagangan Khadijah Ra. Akibat kejujurannya tersebut dagangannya laris dan kemudian Khadijah tertarik dengan beliau dan menjadikannya suami. Ketika beliau meneruma wahyu dan menceritakan kepada masyarakat, banyak yang mengimaninya karena mereka percaya bahwa Muhammad bukanlah pendusta. Walaupun ada yang tidak mengimani itu disebabkan karena sifat egois dan gengsi dari masyarakat Arab khususnya para pemimpin-pemimpin suku/kabilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;Sebaliknya sikap dusta, bohong akan membawa kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan ke neraka. Sebab satu kedustaan biasanya akan diikuti oleh kedustaan-kedustaan yang lainnya sehingga kehidupannya selalu dilingkupi oleh kedustaan. Bahkan sikat dusta ini merupakan salah satu ciri-ciri orang munafik. Dan orang munafik akan ditempatkan di neraka paling bawah. Sesuai firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 145:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita selalu memegang sikap kejujuran ini dalam kondisi dan situasi apapun. Karena hal ini merupakan perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah orang yang jujur akan mujur. Mujur karena mendapat syurga dan dipercaya banyak orang dan dicintai Allah dan makhluk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak mau mujur di akhir kehidupannya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-7643461710103350666?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/7643461710103350666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/11/khutbah-jumat-kejujuran-membawa-nikmat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/7643461710103350666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/7643461710103350666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/11/khutbah-jumat-kejujuran-membawa-nikmat.html' title='Khutbah Jum&apos;at KEJUJURAN MEMBAWA NIKMAT'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-uBoUV_m8bsM/TsSPZwzKLnI/AAAAAAAAAJE/4Jn7weFhflI/s72-c/ngapusi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4549963591361841296</id><published>2011-11-10T13:00:00.000-08:00</published><updated>2011-11-10T13:09:23.458-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><title type='text'>Khutbah Jum'at Memperingati Hari Pahlawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-7odTvzwzoI8/Trw9I4nAdAI/AAAAAAAAAI4/F0u4yfCGCmc/s1600/merdeka.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-7odTvzwzoI8/Trw9I4nAdAI/AAAAAAAAAI4/F0u4yfCGCmc/s200/merdeka.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673476853424223234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada siang hari ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt dengan selalu melaksanakan segala perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Dan hendaknya kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan yang telah diberikanNya kepada kita secara gratis. Walau terkadang ada kenikmatan yang diperoleh melalui usaha, perjuangan keras untuk mencapai kenikmatan tersebut. Salah satu diantara kenikmatan tersebut adalah kenikmatan kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin Jamaah Jum’at yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali kita memperingati Hari Pahlawan, setiap kali itu pula kita diingatkan dengan peristiwa yang sangat heroik yang terjadi pada tanggal 10 November 1945. Pada saat itu tentara Belanda berusaha menguasai kembali Indonesia dengan memanfaatkan kehadiran tentara sekutu yang akan mengambil alih kekuasaan atas Kepulauan Nusantara ini dari pihak Jepang yang baru saja mengalami kekalahan dalam perang dunia ke II setelah Hirosima dan Nagasaki dihancurkan dengan bom atom oleh Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia yang baru saja memproklamasikan kemerdekaannya tiga bulan sebelumnya, yakni pada tanggal 17 Agustus 1945, dengan sendirinya tidak dapat menerima kehadiran tentara sekutu yang diboncengi tentara Belanda tersebut. Dengan persenjataan yang serba sederhana tetapi dengan semangat yang tinggi untuk mempertahankan kemerdekaan para pejuang melancarkan perlawanan habis-habisan terhadap tentara sekutu yang menyerbu Surabaya dengan persenjataan yang jauh lebih modern, baik dari laut, udara maupun darat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa para ulama Jawa Timur yang menyatakan bahwa perang untuk mengusir penjajah adalah jihad fi sabilillah mengobarkan semangat tempur para pejuang. Ribuan arek-arek Surabaya gugur dan menjadi syuhada’ dalam pertempuran itu. Namun pertempuran tersebut telah membuka mata dunia internasional bahwa bangsa Indonesia yang berdaulat masih ada dan putra putri Indonesia telah bertekad bulat untuk mempertahankan kemerdekaan hingga titik darah penghabisan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 10 Nopember ini, kita diingatkan akan sebuah hari yang bersejarah tersebut, yakni hari Pahlawan. Kepahlawanan dalam Islam, khususnya dalam konteks keindonesiaan  merupakan sebuah tema yang menarik untuk dikaji, mengingat sebagian bangsa kita cenderung mereduksi (mengurangi) dan mempersempit makna pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran. Atas rujukan tersebut,  menjadi pahlawan adalah hal yang memungkinkan bagi setiap orang, tidak mengenal latar belakang sosial, siapapun dapat menjadi seorang pahlawan. Dalam konteks kenegaraan/kebangsaan, seorang pahlawan yang beriman kepada Allah swt yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini di dalam al-Qur’an adalah orang-orang yang berjuang di jalan Allah (fî sabîl-i ‘l-Lâh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang tercatat dalam QS al-Baqarah: 154:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَكِنْ لا تَشْعُرُونَ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan janganlah kalian sekali-kali mengatakan bahwa orang-orang yang berjuang (terbunuh) di jalan Allah itu mati melainkan mereka hidup tetapi kita tidak merasakan&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini, yang kita tahu maupun yang tidak kita tahu, mereka hidup di sisi Allah dan hidup di hati kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin Jamaah Jum’ah yang dirahmati oleh Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, seorang raja Persia yang bernama Kisrâ Anû Syirwân melakukan observasi ke rumah-rumah para penduduk kerajaannya. Ketika ia tiba di satu rumah, di sana ia menemukan seorang kakek yang menanam pohon di halaman rumah tersebut. Sang raja tertawa dan bertanya, "Wahai kakek, kenapa kau menanam sebuah pohon yang akan berbuah 10-20 tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun ke depan, sedangkan kau mungkin tahun depan sudah mati dan kau tidak dapat menikmati buah-buahan dari pohon yang telah kau tanam?". Dengan penuh senyum dan optimisme sang kakek menjawab, "Wahai raja, laqad gharas-a man qabla-nâ fa akal-nâ orang-orang sebelum kita telah menanam pohon dan buah-buahan dari pohon tersebut kita nikmati sekarang wa naghris-u nahn-u li-ya’kul-a man ba‘da-nâ, dan kita menanam kembali pohon yang buah-buahannya akan dinikmati oleh orang-orang setelah kita".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita tadi kita dapat memetik sebuah pelajaran bahwa kemerdekaan ibarat sebuah pohon yang telah ditanam oleh para pahlawan bangsa ini kendati pun mereka tidak pernah menikmatinya melainkan kenikmatan tersebut kita rasakan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kita bisa memberi manfaat kepada para generasi penerus kita dengan menanam sesuatu kebaikan pada saat ini. Atau dengan kata lain, kita mengisi kemerdekaan ini dengan berbuat baik untuk negara dan masyarakat. Bukan merusak ataupun merugikan negara dan masyarakat. Kita berbuat kebaikan semampu kita. Bila kita hanya mampu berbuat baik dengan menggunaka harta, berbuat baiklah dengan menggunakan harta. Bila kita hanya mampu berbuat baik dengan ilmu dan fikiran, berbuat baiklah dengan ilmu dan fikiran. Bila kita hanya mampu berbuat baik dengan menggunakan kekuatan tenaga kita, berbuat baiklah dengan menggunakan tenaga kita. Karena segala perbuatan baik akan mendapat kehidupan yang baik dan pahala di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&lt;/span&gt;"(QS An Nahl : 97).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, janji Allah. Bila kita berbuat baik untuk negeri ini, Allah akan memberikan kehidupan kita kehidupan yang baik. Terjauh dari malapetaka, krisis segala lini, bencana, dan lain sebagainya. Seperti para pejuang kemerdekaan yang telah berbuat baik dengan mengorbankan jiwa raganya untuk kemerdekaan dan kita bisa menikmati hasilnya dengan baik. Yaitu, bebas dari penjajahan. Lantas, sekarang adalah tugas kita untuk berbuat baik, berkorban untuk negeri ini agar Allah menyediakan kehidupan yang baik pula untuk anak-anak cucu kita besok. Apabila kita bersikap sebaliknya. Mengisi kemerdekaan dengan perbuatan yang dilarang oleh Allah, maka kita hanya bisa berlindung dari segala murkaNya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin Jamaah Jumat yang berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Watak manusia adalah merasa tidak cukup dengan apa yang dimiliki. Kemudian menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Mereka mengisi kemerdekaan ini dengan saling sikut kiri-kanan padahal mereka adalah saudara sebangsa sendiri. Tujuannya hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan untuk memperkaya diri. Hal ini tentu tidak diajarkan oleh Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana hadits Abdullah bin Amr bin Al Ash Radiyallahu Anhu, Rasulullah Sallalah alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sungguh beruntunglah orang masuk kedalam Islam, diberi rezki yang cukup, dan merasa cukup dengan apa yang Allah berikan&lt;/span&gt;".(HR. Muslim no. 1746. Ahmad no.6284). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kenapa dulu Bung Karno pernah mengatakan, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perjuanganku lebih mudah karna mengusir penjajah,Tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karna melawan bangsamu sendiri.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin Jamaah Jum’ah yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya cukup sekian khutbah jum’at pada siang hari ini. Semoga momentum peringatan hari pahlawan ini bisa menjadi bahan introspeksi kita sebagai warga negara dan umat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Allah memerintahkan kita untuk belajar dari pengalaman masa lalu untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Firman Allah SWT dalam surat Al-Hasyar ayat 18:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan&lt;/span&gt;.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4549963591361841296?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4549963591361841296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/11/pada-siang-hari-ini-marilah-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4549963591361841296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4549963591361841296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/11/pada-siang-hari-ini-marilah-kita.html' title='Khutbah Jum&apos;at Memperingati Hari Pahlawan'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7odTvzwzoI8/Trw9I4nAdAI/AAAAAAAAAI4/F0u4yfCGCmc/s72-c/merdeka.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4416713667586113623</id><published>2011-11-10T05:25:00.000-08:00</published><updated>2011-11-10T05:37:45.332-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Da&apos;wah'/><title type='text'>Rendah Diri bukan Merendahkan Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-g3NSeoDWbgM/TrvTSqlg2yI/AAAAAAAAAIs/DjIL2wfyxkQ/s1600/kartun.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 167px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-g3NSeoDWbgM/TrvTSqlg2yI/AAAAAAAAAIs/DjIL2wfyxkQ/s200/kartun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673360473226009378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman seperti saat ini, zaman dimana persaingan hidup sangat ketat, perputaran perekonomian sangat pesat. Atau bisa dikatakan siapa saja yang hidup hanya berpangku tangan dia akan ditinggal oleh zaman itu sendiri. Maka manusia dituntut untuk selalu berusaha sekuat tenaga, peras keringat banting tulang untuk menghadapi kehidupan yang keras ini. Adakalanya keberhasilan yang berhasil diraih dan sebaliknya, kegagalan yang dia dapat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang mendapatkan keberhasilan terkadang merasa bahwa keberhasilan yang ia capai adalah benar-benar murni hasil keringat sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Bahkan Tuhan sekalipun dilupakan. Murni hasil tangan sendiri. Penyakit seperti inilah yang harus kita waspadai. Keberhasilan sekecil apapun harus tidak membuat kita lupa diri. Tidak boleh kita membanggakan diri atas keberhasilan yang kita raih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa agama menyuruh kita untuk bersikap tawadhu’ atau rendah diri (rendah hati). Tawadhu’ adalah kalau kita tidak melihat diri kita memiliki nilai lebih dibandingkan orang lain. Orang tawadhu’ adalah orang yang menyadari bahwa segala kenikmatan yang ia peroleh berasal dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir-hampir saat ini manusia sedikit terkikis sikap tawadhu’ atau rendah dirinya. Mereka mengartikan bahwa tawadhu’ adalah merendahkan diri dihadapan orang lain. Atau menghinakan diri di hadapan orang lain. Beda. Merendah diri di hadapan orang lain bukan dengan cara menghinakan diri sendiri. Mengemis minta belas kasihan atau menyanjung orang lain dan merendahkan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang tidak memiliki sikap tawadhu’ atau rendah diri, maka yang timbul dari manusia tersebut adalah sikap sombong. Karena dia merasa bahwa segala keberhasilan adalah usahanya sendiri dan memandang rendah orang yang dibawahnya. Sikap benar sendiri dan tak mengakui kebenaran orang lain. Sikap sombong tersebut sangat dilarang oleh Allah dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.&lt;/span&gt;” (QS. Al-Isro’:37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas, Allah melarang kita untuk bersikap sombong terhadap apa yang telah kita raih. Walaupun yang kita raih itu setinggi gunung. Tapi tetap tidak akan bisa. Atau dengan kata lain saya bisa mengatakan kita boleh sombong jika kita mempunyai kekayaan emas murni,intan, berlian sebesar gunung Himalaya!! Ada tidak? Kalau harta kita hanya beberapa gram atau kilogram emas, apa yang pantas kita sombongkan? Kita hanya bisa rendah diri bahwa kita tidak ada apa-apanya  dibanding kekayaan yang Allah miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang menjadi penghalang bagi kita untuk bersikap tawadhu’ atau rendah diri adalah sikap gengsi. Gengsi  karena tidak mau mengakui kelebihan orang lain, tidak mau mengakui kebenaran orang lain, dan lain-lain. Bisa juga dikatakan bahwa gengsi adalah salah satu bentuk kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, marilah kita memiliki sikap rendah diri ini. Sekali lagi, rendah diri bukan merendahkan diri. Tandanya adalah disaat seseorang semakin bertambah ilmunya, maka semakin bertambah pula sikap tawadhu’ dan kasih sayangnya. Semakin tambah amalnya semakin tambah rasa takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkurang ketamakan nafsunya. Semakin bertambah hartanya, semakin bertambah kedermawanannya. Semakin tinggi kedudukan atau posisinya maka semakin dekat pula dia dengan manusia atau rakyat dan berusaha menunaikan kebutuhan-kebutuhan mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang perlu kita ketahui bahwa tawadhu’ ada dua,yaitu tawadhu’ terpuji dan tawadhu’ tercela. Tawadhu’ tepuji adalah sikap rendah diri seseorang terhadap Allah dan tidak mengangkat diri terhadap orang lain. Tawadhu’ yang tercela adalah sikap rendah diri seseorang kepada orang lain karena menginginkan dunianya (kekayaan,pangkat, jabatan, dll). Tawadhu’ yang pertama inilah yang harus kita miliki. Bukan sebaliknya, tawadhu yang tercela. Kita menghinakan diri kita kepada sesama makhluk karena adanya keinginan kita untuk mendapatkan sesuatu dari orang tersebut. Kita mendekat kepada orang tersebut dan merendahkan diri kita karena kita berharap dikasih uang, berharap dikasih jabatan, dan lain-lain. Atau dengan kata lain mengemis kepada makhluk Allah. Jika kita memiliki tawadhu’ yang pertama, yaitu sikap rendah diri kita terhadap Allah dan tidak mengunggulkan diri kita dihadapan orang lain. Maka Allah akan memuliakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidaklah berkurang harta karena bersedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang yang memaafkan melainkan kemulyaan. Dan tiada orang yang bertawadhu’ kepada Allah melainkan dimuliakan oleh Alla&lt;/span&gt;h” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas termasuk tawadhu’ yang manakah kita?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4416713667586113623?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4416713667586113623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/11/rendah-diri-bukan-merendahkan-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4416713667586113623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4416713667586113623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/11/rendah-diri-bukan-merendahkan-diri.html' title='Rendah Diri bukan Merendahkan Diri'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-g3NSeoDWbgM/TrvTSqlg2yI/AAAAAAAAAIs/DjIL2wfyxkQ/s72-c/kartun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-1241296005745373811</id><published>2011-11-08T22:35:00.000-08:00</published><updated>2011-11-08T22:39:23.650-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Da&apos;wah'/><title type='text'>Menuju Keimanan yang Sempurna</title><content type='html'>Sebagai orang yang beragama pasti kita punya keyakinan yang sangat mendalam terhadap agama ataupun ajaran-ajaran agama yang kita anut.  Kita yakin bahwa segala perintah ataupun larangan-larangan dalam agama adalah berasal dari Tuhan, bukan berasal dari hawa nafsu utusan-Nya. Keyakinan-keyakinan ini dalam agama biasa disebut iman. Manusia yang punya keyakinan disebut orang beriman atau mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup, sebenarnya beragama saja tidak cukup. Kita harus menjadi seorang pribadi yang mukmin. Misal, sebagai orang yang menganut agama Islam, kita beragama Islam (berislam) saja tidak cukup. Akan tetapi, kita harus menjadi seorang yang mukmin agar kehidupan bermasyarakat kita menjadi hidup yang benar-benar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;rahmatan lil ‘alamin&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ber-Islam disini adalah Islam yang sebagaimana sekarang ini banyak terjadi, yaitu Islam identitas atau Islam KTP. Jadi, orang yang sudah mengucapkan iqrar dua kalimah syahadat dia sudah Islam. Tapi, belum cukup kalau dia belum meningkatkan aktifitasnya menuju tangga mukmin. Walaupun sholat, puasa, zakat dimasukkan sebagai rukun Islam akan tetapi ayat-ayat al-Qur’an menerangkan bahwa ‘panggilan atau seruan’ untuk melakukan sholat, puasa, zakat adalah untuk orang-orang mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.&lt;/span&gt; (QS.Annisa’:103)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa&lt;/span&gt;, (QS.Al-Baqoroh:183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti orang Islam tidak wajib melakukan sholat atau puasa. Tetap wajib. Akan tetapi aktifitas sholat, puasa, zakat dan lain-lainnya akan meningkatkannya sebagai pribadi yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman menurut bahasa adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tashdiiq &lt;/span&gt;(mempercayai). Sedangkan menurut istilah adalah mempercayai Rasulullah dan berita yang dibawanya dari Allah. Perbedaan pendapat di kalangan ulama’ adalah apakah iman hanya cukup mempercayai dengan lisan atau harus dibuktikan dengan perilaku dengan cara melakukan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya? Kalau kalangan Murji’ah berpendapat iman mempercayai dengan hati dan lisan. Sedang golongan Karramiyyah cukup hanya dengan lisan saja. Adapun golongan Mu’tazilah berpendapat bahwa iman adalah perbuatan, ucapan dan keyakinan. Sedang ulama-ulama salaf menjadikan ‘perbuatan’ sebagai kesempurnaan dari iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita tidak boleh mengklaim bahwa iman kita telah sempurna. Tapi, kita harus selalu berusaha untuk menyempurnakan nilai-nilai iman kita. Sebagaimana kata Imam Syafi’i bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang (yazidu wa yanqusu). Artinya iman bisa bertambah dengan ketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan. Jadi, kita tidak mungkin tahu tentang kesempurnaan iman kita. Kita hanya bisa berusaha untuk meningkatkan keimanan kita. Ada banyak jalan yang ditunjukkan oleh Allah. Antara lain disebutkan dalam al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.&lt;/span&gt;” (QS. Al-Baqoroh:177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa untuk meningkatkan keimanan kita kita dianjurkan untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1  Memberikan harta (sedekah), diutamakan terlebih dahulu kepada para kerabatnya. Karena sedekah kepada kerabat akan bernilai dua, pahala sedekah dan silaturahmi.&lt;br /&gt;  2  Memerdekakan hamba sahaya (budak). Zaman sekarang tidak ada hamba sahaya. Bisa kita maknai membayar upah pekerja/buruh/karyawan sesuai dengan haknya. Dan tidak menelantarkan hak-haknya.&lt;br /&gt;  3  Mendirikan sholat (ditambah sholat-sholat sunah),&lt;br /&gt;  4  Menunaikan zakat,&lt;br /&gt;  5  Menepati janji. Janji seakan-akan sesuatu yang ringan. Tapi, sebenarnya berat. Karena ia adalah amanat. Sehingga jika kita bisa menepati janji akan mendorong kedudukan kita menjadi seorang mukmin. Kita bisa melihat sekeliling kita betapa menepati janji menjadi hal yang sulit. Baik dari para kerabat kita sampai kepada para pejabat kita.&lt;br /&gt;  6  Sabar dalam kesempitan. Sabar dalam kelonggaran mungkin bisa dan mudah kita lakukan. Tapi, sabar dalam kesempitan dan penderitaan adalah suatu perbuatan yang berat untuk kita aplikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah salah satu perbuatan-perbuatan yang bisa meningkatkan keimanan kita. Sahabat Ammar menambahkan “barangsiapa melakukan tiga perkara ini, maka ia telah memperoleh kesempurnaan iman. Yaitu, berlaku adil pada diri sendiri, menyebarkan salam (perdamaian) keseluruh alam (manusia) dan berinfak di saat susah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adil pada diri sendiri bisa berarti ia berlaku jujur dalam setiap perbuatannya. Menyebarkan perdamaian bukan menebar ancaman teror adalah sarana kita untuk menuju kesempurnaan iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman&lt;/span&gt;” (QS.Al-Mukminun:1)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-1241296005745373811?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/1241296005745373811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/11/menuju-keimanan-yang-sempurna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/1241296005745373811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/1241296005745373811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/11/menuju-keimanan-yang-sempurna.html' title='Menuju Keimanan yang Sempurna'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-261535444116768211</id><published>2011-09-07T00:08:00.000-07:00</published><updated>2011-09-07T05:04:00.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Islam'/><title type='text'>Hukum Tuhan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-qMbuFZtr6to/TmcZ780g-8I/AAAAAAAAAHY/HqfqdtS1mHE/s1600/sesat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 235px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-qMbuFZtr6to/TmcZ780g-8I/AAAAAAAAAHY/HqfqdtS1mHE/s320/sesat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649512775288945602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya mendengarkan ceramah seorang ustadz yang terbilang ekstrem (keras). Dia mengatakan bahwa hukum di Indonesia, KUHP, tidak sesuai dengan hukum Allah. Sehingga, la hukma illa lillah, tidak ada hukum kecuali hukum Allah. Maka barangsiapa yang berhukum pada selain hukum Allah dia kafir. Sang ustadz kemudian mengkafirkan pemimpin di negeri Ini. Setelah selesai ceramah, saya mendekati ustadz kemudian menyalaminya. Tapi, saya tidak mendebatnya. Saya hanya mengucapkan salam kemudian mengikutinya sampai ke kendaraan. Saya kira ustadz memakai kendaraan kuda atau onta. Ternyata memakai mobil buatan Amerika. Negara yang ikut dikafir-kafirkan dalam ceramahnya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dan mungkin akan terus ada, umat Islam yang berpandangan seperti ustadz tadi. Mudah mengkafirkan, memusyrikkan. Hal ini dikarenakan rasa 'kepemilikan' terhadap Islam secara berlebihan. Sehingga, orang yang tidak sependapat atau sepaham tidak 'berhak' atas Islam. Mereka kafir. Rasa kepemilikan ini mungkin bersumber pada hadist Nabi yang mengatakan, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Umatku kelak akan terpecah-pecah ke dalam 71 golongan,dan hanya satu dr mereka yg selamat&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;." Dari hadist Nabi ini kemudian muncul kelompok2 yg merasa sebagai golongan yg selamat. Konsekuensi logisnya, mereka menganggap sesat kelompok Islam yng lain. Hal ini pertama terjadi pada ranah teologi Islam. Dimana aliran-aliran saling bertikai dan sering melempar tuduhan kafir. &lt;br /&gt;Yang paling terkenal adalah sekte Khawarij yang mengaku sebagai pembela Islam yang hendak menegakkan kedaulatan hukum Allah, tapi ujung-ujugnnya mengkafirkan para sahabat Nabi. Lantas, benarkah hanya satu golongan umat Islam saja yang masuk syurga? Dan apakah kita sudah masuk ke golongan itu? Wah, ini pertanyaan sulit. Saya tidak bisa menjawabnya. Kalau kita tanya Imam Ghozali, beliau akan menjawab, semua umat Islam akan masuk syurga. Lha kok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-UkpTS5sdJX8/TmcZwgFmm6I/AAAAAAAAAHQ/0UhHDG5YNlQ/s1600/normal_misleading-identity.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-UkpTS5sdJX8/TmcZwgFmm6I/AAAAAAAAAHQ/0UhHDG5YNlQ/s320/normal_misleading-identity.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649512578597428130" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam makalahnya yang berjudul '&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;fashal al-Tafriqah baina al Muslim wa al-Zandaqoh&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;' al-Ghozali mengatakan bahwa memang dalam hadist disebut hanya satu golongan yang selamat, tapi yang dimksud disini adalah satu golongan yg langsung masuk syurga secara ekspres,tanpa hambatan. Yang lain mungkin perlu melewati fase "pencucian" dulu di neraka, kemudian bisa masuk syurga. Lantas, bagimana yang termasuk kategori kafir? Apakah semudah itu orang menjadi kafir? Al-Ghozali mengatakan bahwa pilar fundamental dalam keimanan hanya ada tiga, iman kepada Allah,kepada Muhammad sebagai Rasulullah, dan kepada datangnya hari kiamat. Orang dikatakan kafir jika mengingkari tiga hal pokok tersebut. Sedangkan di luar kategori tersebut adalah persoalan-persoalan sekunder yang apabila seorang muslim menyangkalnya sekalipun tidak menjadikannya kafir. Dalam hal ini kita bisa melihat apa yang dituduhkan oleh ustadz tadi dalam ceramahnya bahwa pemerintah kafir karena tidak berhukum pada hukum Allah. Lantas, hukum Allah mana yang dimaksud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Allah dibagi menjadi 2 kategori, hukum qoth'i (pasti)dan dzanni (dugaan). Hukum qoth'i adalah syari'at (Qur'an dan hadist),sedang hukum dzanni adalah hukum ijtihadi (fiqih). Selepas wafatnya Nabi tidak mungkin kita hnya menggunakan hukum pertama saja (syari'at). Sebab di zaman Nabi segala permasalahan langsung ditanyakan kepada beliau. Sehingga adanya syaari', orang yang menghukumi syari'at hanya ada ketika Nabi masih hidup. Sepeninggal beliau yang ada hanya mujtahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa menengok sejarah tatkala khalifah Umar Ibnu Khattab tidak memberlakukan hukum potong tangan terhadap seorang pencuri disebabkan pada saat itu sedang musim paceklik / krisis moneter. Apakah tindakan Umar tersebut tidak sesuai dengan hukum Tuhan? Padahal dalam al-Qur'an pencuri laki-laki dan perempuan dipotong tangannya? Jika Umar tidak menghukumi dengan hukum Tuhan berarti beliau masuk neraka? Padahal beliau dijamin Rasul masuk syurga menemani Rasulullah? Jawabannya, khalifah Umar memakai hukum Tuhan yang kedua, yaitu hukum ijtihadi. Karena hukum Tuhan yang syari'at tidak mungkin diberlakukan disaat keadaan negaranya sedang mengalami krisis. Begitu juga di Indonesia. Semenjak zaman dulu sampai sekarang hukum maupun undang-undang telah banyak yang direvisi disesuaikan dengan kondisi zamannya. Jika masih banyaknya ketidakadilan  dalam penegakan hukum itu hanya masalah penegak hukum itu sendiri. Bukan hukumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-261535444116768211?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/261535444116768211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/09/tak-mudah-menyesatkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/261535444116768211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/261535444116768211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/09/tak-mudah-menyesatkan.html' title='Hukum Tuhan di Indonesia'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qMbuFZtr6to/TmcZ780g-8I/AAAAAAAAAHY/HqfqdtS1mHE/s72-c/sesat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-7760093131215981939</id><published>2011-09-06T23:59:00.000-07:00</published><updated>2011-09-07T00:04:35.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Catatan Tentang Skuad Garuda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-qaQO9vbNeM8/TmcWsoJO-GI/AAAAAAAAAHI/Ed1WOXX_h3o/s1600/197213_1655415467854_1311094938_31466582_8120191_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qaQO9vbNeM8/TmcWsoJO-GI/AAAAAAAAAHI/Ed1WOXX_h3o/s320/197213_1655415467854_1311094938_31466582_8120191_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649509213505779810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berat sudah langkah timnas untuk lolos ke babak selanjutnya di qualifikasi piala dunia setelah menelan kekalahan beruntun melawan Iran dan Bahrain. Tim besutan Wilhelmus Rijsbergen , pelatih asal Belanda harus menelan kenyaaan pahit kalah di kandang sendiri melawan Bahrain, 2-0. Hasil yang sangat buruk didepan puluhan ribu pendukung sendiri. Penampilan apik timnas seperti saat pertandingan Piala Asia lalu tidak kita jumpai dalam permainan timnas saat ini. Ya, sebab beda pelatih maka beda pula cara meracik formasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan pengamat ataupun pakar sepakbola. Saya hanya penikmat sepakbola. Terus terang, semenjak timnas bermain melawan Palestina sampai tadi malam melawan Bahrain saya kurang tertarik dengan permainan timnas. Walaupun ketika melawan Palestina bisa menang 'besar',namun saya tidak puas. Ada perbedaan mencolok yang terjadi timnas saat ini dengan timnas ketika dilatih Alfred Riedl. Riedl lebih mengandalkan kecepatan dan umpan-umpan pendek. Dan terbukti gempuran-gempuran yang dilancarkan pemain bisa efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan pun juga punya greget dan penonton pun dibuat dag-dig-dug dengan serangan bertubu-tubi dari timnas yang kala itu dipimpin oleh Firman Utina sebagai kapten. Kalau kemarin ketika lawan Iran penonton berdebar-debar karena timnas diserang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilhelmus Rijsbergen, pelatih saat ini, ada yang mengatakan dia belum mengetahui atau mengenal karakter permainan anak buahnya. Makanya tadi malam saya agak rancu ketika Bambang Pamungkas dimasukkan sejak menit awal bersama Gonzales dan Boaz Sallossa. Dan posisi Bambang agak ke tengah dan mengatur permainan. Karena dia kapten. Jika saya melihat, Bambang mempunyai tipikal seperti Gonzales. Harus di depan khusus penerima bola. Jika dua orang ini selalu diduetkan maka serangan timnas 'tidak hidup'. Bisa kita lihat pada permainan kemarin-kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi cocok dengan formasi yang diracik oleh pelatih sebelumnya, Riedl. Dia mengandalkan kecepatan sehingga di lini depan dipasang pemain yng mempunyai speed cepat. Sisi kiri Okto Maniani, sisi kanan Irfan Bachdim dan depan el loco Gonzales. Tengah adalah Firman Utina. Shg permainan ala liga Inggris, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kick n run&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kebangeten&lt;/span&gt; kalo saya ikut usul formasi timnas. Saya hanya seide dengan Riedl dalam membesut timnas. Disiplin dan tak pandang bulu. Bahkan bulunya Boaz juga tidak dipandang. Ketika Boaz dipanggil tidak datang, Riedl langsung mencoret namanya dari timnas. Tapi,pelatih sekarang 'menganak-emaskan' Boaz. Seakan-akan dewi fortuna ada pada Boaz. Permainan Boaz memang sangat bagus. Andaikata tadi malam Boaz dipasang ditengah mengantikan BP dan posisi kanan diisi Irfan. Mungkin akan lebih menarik walau mungkin juga tidak menang. Masih ada pertandingan melawan Qatar. Mungkinkah sang pelatih masih membuat formasi seperti kemarin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena kebetulan atau tidak, Indonesia berada satu grup dengan negara-negara Arab yang mempunyai postur 'jangkung' alias tinggi. Sehingga kelemahan timnas pada umpan atas dan bola mati. Dengan 'musuh' seperti ini -sekali lagi- saya setuju formasi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ala&lt;/span&gt; Riedl, mengandalkan pemain ber-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;speed&lt;/span&gt; tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergantian pelatih skuad garuda baru masih menyisakan tanda tanya. Benarkah pergantian ini karena adanya motif dendam antara kepengurusan yg baru dg yg lama. Apa lagi sesaat setelah pertandingan melawan Bahrain Wim mengatakan pemain Indonesia belum pantas ke level Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pernyataan Wilhelmus Rijsbergen tersebut tidak pantas dilontarkan mengingat timnas pernah tampil ciamik saat dilatih Riedl. Dan masyarakat Indonesia pun menilai timnas kala itu sudah layak ke level internasional.Yach, kita tunggu pelatih berkebangsaan Belanda itu apakah mundur atau tetap melatih tim yang tak layak ke level internasional itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-7760093131215981939?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/7760093131215981939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/09/catatan-tentang-skuad-garuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/7760093131215981939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/7760093131215981939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/09/catatan-tentang-skuad-garuda.html' title='Catatan Tentang Skuad Garuda'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qaQO9vbNeM8/TmcWsoJO-GI/AAAAAAAAAHI/Ed1WOXX_h3o/s72-c/197213_1655415467854_1311094938_31466582_8120191_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4386645253424339218</id><published>2011-09-06T04:16:00.000-07:00</published><updated>2011-09-06T04:19:56.765-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Memahami Bahasa Tuhan dalam Mudik dan Halal Bi Halal</title><content type='html'>Ritual Thawaf atau mengelilingi ka'bah adalah tradisi sebelum datangnya Islam. Sebelum Nabi Muhammad diutus, Arab Jahiliyyah thowaf dengan telanjang. Rasulullah kemudian meneruskan 'tradisi' thawaf tapi dengan berpakaian dan memuji&amp;meminta pada Allah, Rabbul Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seandainya Rasulullah diutus di tanah Jawa, pasti Beliau juga akan melakukan pendekatan dakwah sebagaimana yang telah dilakukan oleh Raden Mas Said atau Sunan Kalijaga. Orang Arab suka syair2 dan puisi, alQur'an turun dengan gaya bahasa yang indah. Orang Jawa dulu suka wayang, Rasul kalo turun di Jawa mungkin juga akan berdakwah dengan wayang. Itulah mengapa Allah mengatakan bahwa seorang Rasul diutus sesuai dengan bahasa umatnya. Seperti ketika zaman Nabi Musa, umat kala itu 'gandrung' dengan sihir, sulap, magic, maka Nabi Musa dibekali Allah dengan ilmu sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai saat ini masih ada dan akan tetap ada umat yang terkotak oleh kejumudan syari'at. Padahal, jika menengok sejarah hukum Islam bahwa syariat bersifat elastis. Ia ibarat air bening yang oke masuk dimana saja dan tidak akan memecahkan 'wadah'nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-cA-t2lNRBEE/TmYBxrzFnmI/AAAAAAAAAHA/L46mZyab1qU/s1600/mudik.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 291px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-cA-t2lNRBEE/TmYBxrzFnmI/AAAAAAAAAHA/L46mZyab1qU/s320/mudik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649204735665086050" /&gt;&lt;/a&gt;Tradisi mudik adalah tradisi lokal masyarakat Indonesia yang tidak kita temui di negara Arab yang merupakan kiblat umat Islam. Rasul juga tidak mensyari'atkan mudik. Tujuan dari mudik adalah silaturahmi ke sanak saudara dan saling meminta maaf atas segala kesalahan. Kalau kita cari kata 'mudik' dalam qur'an dan hadits tak kan kita temui. Ada yang mengatakan bahwa silaturahmi dan bermaafan bisa dilakukan kapan saja. Iya, memang benar. Tapi, melihat sosio-kultural masyarakat Indonesia yang banyak mengadu nasib ke kota2 besar dan jauh dari keluarga,jarang pulang kampung maka momen lebaran adalah saat tepat untuk 'menyambangi' keluarganya. Dan menghapus dosa sesama setelah melakukan ibadah puasa. Sebab dosa pada Allah telah terampuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Indonesia, dengan jumlah penduduk yang begitu banyak,yang tentunya kita mempunyai sanak saudara yang banyak juga maka diadakan suatu kegiatan yang terinspirasi dari ide  KGPAA Mangkunegara I atau yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa, yaitu acara Halal Bi Halal. Tujuannya untuk efektifitas waktu,tenaga dan biaya. Saya tidak bisa membayangkan jika tidak ada tradisi 'mudik' dan halal bi halal, saling memaafkan. Apakah kita sempat silaturahmi ke sanak jauh dan meminta maaf atas kesalahan terhadap teman dekat sekalipun?! Mungkin di hari biasa kita ada yang canggung untuk meminta maaf.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang mengatakan, mudik adalah sebuah pemborosan keuangan. Apakah untuk melaksanakan sebuah amalan yang mengandung amal shaleh tidak mengeluarkan biaya sebagaimana ketika melaksanakan ibadah haji? Dalam masalah silaturahmi pun Allah telah berjanji akan melapangkan rizkinya dan memanjangkan umurnya. Bukankah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, bahwa mudik dan acara halal bihalal bukan lah sebuah syari'at dan jangan disalahkan atau dicela dan dipaksa-paksa dengan bingkai 'syari'at'. Ia adalah tradisi sekelompok umat yang didalamnya mengandung ajaran agama, yaitu silaturahmi dan saling memaafkan juga saling berbagi pada sesama. Karena Tuhan punya bahasa untuk umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishhowab&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghurfatul Huzny, 06 September 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4386645253424339218?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4386645253424339218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/09/memahami-bahasa-tuhan-dalam-mudik-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4386645253424339218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4386645253424339218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/09/memahami-bahasa-tuhan-dalam-mudik-dan.html' title='Memahami Bahasa Tuhan dalam Mudik dan Halal Bi Halal'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cA-t2lNRBEE/TmYBxrzFnmI/AAAAAAAAAHA/L46mZyab1qU/s72-c/mudik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-3521923219281830208</id><published>2011-08-24T08:35:00.000-07:00</published><updated>2011-08-24T08:39:32.573-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><title type='text'>Lebaran Momentum Silaturahmi</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Hadirin jamaah sholat Isya’ dan tarawih yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;Alhamdulillah pada malam hari ini, yang merupakan malam terakhir di bulan Ramadhan kita masih diberikan hidayah oleh Allah untuk melaksanakan ibadah puasa dan menjalankan sholat Isya’ dan tarawih bersama-sama. Di saat orang lain sibuk mempersiapkan diri pergi ke pasar, ke mall dan tempat perbelanjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hari raya, kita masih menyempatkan diri melaksanakan sholat Isya’ dan tarawih berjamaah. Semoga amal ibadah kita ini diridhoi Allah dan diterima oleh Allah Swt. Dan semoga kita semua keluar dari bulan Ramadhan memperoleh pahala berupa itqun minannaar, dibebaskan dari api neraka. Amin ya Robbal ‘alamin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin jamaah sholat Isya’ dan tarawih yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-0TxQ4GWvPeA/TlUbF-OMoOI/AAAAAAAAAG4/Q0Ziubb5l-I/s1600/uncategorized-salaman.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 274px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0TxQ4GWvPeA/TlUbF-OMoOI/AAAAAAAAAG4/Q0Ziubb5l-I/s320/uncategorized-salaman.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644447497394626786" /&gt;&lt;/a&gt;Hanya tinggal beberapa hari kita akan mencapai hari kemenangan, yaitu hari raya idul fitri. Tradisi negara kita, menjelang lebaran banyak kita saksikan orang kota masuk desa. Walau aslinya mereka adalah orang desa juga. Biasa kita sebut mudik. . Tradisi mudik ini tidak bisa kita jumpai di negara Arab Saudi yang merupakan ‘kiblat’ umat Islam. Karena di Arab Saudi jarang orang merantau mengadu nasib ke ibu kotanya. Hal ini berbeda dengan keadaan di negara kita. Setiap tahun orang yang mengadu nasib ke kota semakin bertambah. Mereka jarang pulang kampung. Dan nuansa idul fitri adalah momen yang tepat untuk pulang kampung dengan tujuan liburan dan juga yang utama adalah silaturahmi ke sanak saudara untuk saling memaafkan.&lt;br /&gt;Sebenarnya silaturahmi ini tidak hanya ketika menjelang lebaran saja. Setiap hari disaat kita memiliki waktu luang bisa digunakan untuk silaturahmi, mengunjungi teman atau saudara. Akan tetapi, di zaman yang modern ini seakan-akan manusia menganggap sepele  masalah silaturahmi. Mereka hidup dalam suasana individual. Tidak mau berhubungan dengan orang lain kalau tidak ada manfaatnya. Seakan-akan mereka mengatakan, “Diriku adalah diriku. Dirimu adalah dirimu.” Penyakit seperti ini kebanyakan menjangkiti masyarakat perkotaan yang terbiasa hidup sendiri-sendiri tanpa adanya interaksi dengan masyarakat sekitar. Dikarenakan pandangan seperti itu, tradisi silaturahmi sudah menjadi barang langka. Jangankan bersilaturahmi dengan sanak famili atau tetangga jauh, bahkan banyak sekali diantara mereka yang tidak kenal dengan tetangga dekatnya. Karena merasa tidak membutuhkan, maka mereka pun merasa tidak perlu bersilaturahmi. Padahal di sisi Allah, silaturahmi memiliki keutamaan yang besar.&lt;br /&gt;Diantara keutamaan tersebut sebagaimana sabda Nabi:&lt;br /&gt; “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia bersilaturahmi.” (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;Bagaimana bisa silaturahmi membuka pintu rezeki?&lt;br /&gt;Pertama, kita harus yakin dengan janji Allah. Yakin bahwa Allah akan member rezeki pada hamba-Nya yang melakukan silaturahmi.&lt;br /&gt;Kedua, dalam ilmu ekonomi atau perdagangan salah satu cara agar kita dapat mengembangkan potensi diri sekaligus memperoleh keuntungan kita harus memperbanyak relasi (hubungan) bisnis atau membangun networking / jaringan. Silaturahmi adalah salah satu cara memperbanyak relasi bisnis. Coba kalau kita dagang tapi cuma duduk-duduk di toko tanpa mempromosikan bisnis kita. Apakah akan mengalami kemajuan?Jika kita silaturahmi maka dalam pembicaraan biasanya akan menyangkut masalah pekerjaan ataupun bisnis. Oleh karena itu, manfaatkan silaturahmi untuk membuka pintu rezeki kita lebar-lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin jamaah sholat Isya’ dan tarawih yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;Menyambung tali silaturahmi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Apalagi di zaman modern  seperti sekarang ini. Sarana komunikasi dan transportasi sudah sangat mudah. Jarak sudah bukan masalah lagi. Kalau tidak bisa bertatap muka secara langsung, bias lewat telepon, sms, surat menyurat, internet lewat chatting atau facebook, dan lain-lain. Itu semua sudah dianggap silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin jamaah sholat Isya’ dan tarawih yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt; Semoga kita dapat senantiasa menyambung tali silaturahmi dengan saudara, kerabat, teman, tetangga dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan kita sehingga kita bisa selamat dari api neraka, membuka pintu rezeki dan memanjangkan umur. Amin.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-3521923219281830208?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/3521923219281830208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/08/lebaran-momentum-silaturahmi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/3521923219281830208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/3521923219281830208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/08/lebaran-momentum-silaturahmi.html' title='Lebaran Momentum Silaturahmi'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0TxQ4GWvPeA/TlUbF-OMoOI/AAAAAAAAAG4/Q0Ziubb5l-I/s72-c/uncategorized-salaman.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-3297642719595854919</id><published>2011-08-18T20:08:00.000-07:00</published><updated>2011-08-18T20:57:39.247-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><title type='text'>Menghidupkan Malam Lailatul Qodar (Khutbah Jum'at)</title><content type='html'>Hadirin Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-22Qrde8BAHY/Tk3URRjtT-I/AAAAAAAAAGQ/LRIsczj1oHs/s1600/197213_1655415467854_1311094938_31466582_8120191_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-22Qrde8BAHY/Tk3URRjtT-I/AAAAAAAAAGQ/LRIsczj1oHs/s320/197213_1655415467854_1311094938_31466582_8120191_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642399301401137122" /&gt;&lt;/a&gt;Di dalam setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah  terhadap muslim terdapat sekurang-kurangnya dua hal pokok, yaitu hal-hal yang primer atau wajib dan yang  bersifat sekunder atau sunat. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa setiap ibadah mempunyai aspek wajib dan aspek sunat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesuatu yang disebut wajib harus dikerjakan, tidak boleh ditinggalkan. Diberi pahala (ganjaran) bagi yang mengerjakannya dan diberi hukuman (siksaan) bagi yang meninggalkannya. Tetapi sesuatu yang disebut sunnat adalah sesuatu yang boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan, tetapi bagi yang mengerjakannya diberi pahala dan yang meninggalkannya tidak dapat hukuman apa-apa. Yang sunat sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Yang wajib merupakan hal yang pokok, sedangkan yang sunat merupakan hal cabang. Yang wajib adalah unsur utama dan pertama, sedangkan yang sunat adalah unsur pelengkap dan kedua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Puasa Ramadhan dalam pandangan agama kita merupakan sesuatu yang wajib. Karena itu, seorang muslim yang berpuasa diberi ganjaran pahala oleh Allah, sedangkan yang meninggalkannya akan mendapat dosa dan akan siksaan Allah swt. Di dalam puasa terdapat banyak unsur pelengkap yang dinamakan aksesoris puasa, yaitu hal-hal yang sangat dianjurkan dan disunatkan untuk dilakukan seiring dengan pelaksanaan puasa Ramadhan..&lt;br /&gt;Puasa itu bagaikan sebuah rumah. Sebuah rumah mesti memliki unsur utama dan unsur pelengkap. Unsur utama rumah adalah semua bagian-bagian yang penting dari rumah itu. Rumah harus memiliki fondasi, tiang, memiliki tembok, memiliki atap, memiliki pintu, memiliki jendela, dan lain-lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Unsur pelengkap rumah adalah perabot-perabotnya. Unsur pelengkap rumah bagi setiap orang bisa berbeda-beda.Ada orang yang memliki rumah yang perabot-perabotnya lengkap, ada orang yang perabot-perabotnya kurang, dan bahkan ada orang yang perabot-perabot rumahnya sangat minim. Di antara perabot-perabot rumah itu ialah kursi dan meja tamu, tempat tidur, lemari, meja tulis, AC, kulkas, dll. Dapat dibayangkan kalau kita tinggal di sebuah rumah yang tidak ada perabot-perabotnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikianlah pula puasa itu, di samping harus memiliki unsur-unsur utama, juga harus dilengkapi dengan unsur-unsur pelengkap di antaranya:&lt;br /&gt;1. Membaca Al-Qur’an&lt;br /&gt;2. Berzikir&lt;br /&gt;3. Qiyamul lalil (salat malam)&lt;br /&gt;4. Bersedakah&lt;br /&gt;5. I’tikaf di Masjid&lt;br /&gt;6. Melakukan umrah Ramadhan&lt;br /&gt;7. Menghidupkan lailatul qadr dengan ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri khas bulan Ramadhan adalah adanya lailatul qadr di dalamnya. Lailatul qadr tidak terdapat pada bulan-bulan yang lain, ia hanya ada pada bulan Ramadhan. Lailatul qadr (malam kemuliaan) adalah suatu malam yang memiliki nilai yang paling tinggi dari malam-malam yang lain. Malam qadr (lalatul qadri), seperti yang digambarkan oleh Allah swt. di dalam Al-Qur’an,  lebih baik dan lebih utama daripada seribu bulan. Yang dimaksud adalah bahwa suatu amal yang dilakukan pada malam itu lebih baik dan lebih utama daripada ibadah yang dilakukan selama seribu bulan.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [QS Al Qadar: 1 - 5]&lt;br /&gt;Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya ayat Al Qur’an) di atas adalah:&lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah menyebut-nyebut seorang Bani Israil yang berjuang fisabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Kaum muslimin mengagumi perjuangan orang tersebut. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr: 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada perjuangan Bani Israil selama seribu bulan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa di kalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang suka beribadah malam hari hingga pagi dan berjuang memerangi musuh pada siang harinya. Perbuatan itu dilakukannya selama seribu bulan. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr : 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada amal seribu bulan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dari Bani Israil tersebut.&lt;br /&gt;Para sahabat kagum dan iri karena lelaki Bani Israel tersebut selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan) selalu beribadah dan berjihad kepada Allah karena sejak lahir dia sudah berada di atas agama yang lurus. Sedang para sahabat karena ajaran Islam baru disyiarkan Nabi, banyak yang masuk Islam pada umur 40 tahun atau lebih. Sehingga sisa waktu mereka hanya 20-30 tahun saja. Tak bisa menandingi ibadah lelaki dari Bani Israel tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena itulah turun ayat di atas. Jika ummat islam beribadah pada malam tersebut, niscaya pahalanya sama dengan pahala 1000 bulan. Karena itu perbanyaklah shalat, dzikir, doa, membaca Al Qur’an, bersedekah, dan berjihad di jalan Allah pada malam Lailatul Qadar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kapan Malam Lailatul Qadar itu Terjadi?&lt;br /&gt;Malam Lailatul Qadar terjadi pada 1 malam ganjil pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan (malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29):&lt;br /&gt;Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan:&lt;br /&gt;Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, ‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” [HR Bukhari dan HR Muslim]&lt;br /&gt;Jika berat mencari pada 10 malam terakhir, coba cari pada 7 malam terakhir:&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar ra bahwa beberapa shahabat Nabi SAW melihat lailatul qadr dalam mimpi tujuh malam terakhir, maka barangsiapa mencarinya hendaknya ia mencari pada tujuh malam terakhir.” Muttafaq Alaihi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana Cara Mengisi Malam Lailatul Qadar?&lt;br /&gt;Nabi Muhammad ber-i’tikaf (tinggal di masjid) pada 10 malam terakhir:&lt;br /&gt;Aisyah r.a. berkata, “Nabi apabila telah masuk sepuluh malam (yang akhir dari bulan Ramadhan) beliau mengikat sarung beliau, menghidupkan malam, dan membangunkan istri beliau.” [HR Bukhari]&lt;br /&gt;Nabi juga bersabda : "Barangsiapa mendirikan malam (sholat) Lailatul qodar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lewat diampuni." [Hadits Riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim]&lt;br /&gt;Lalu apa yang dibaca ketika malam Lailatul Qodar? Dari ‘Aisyah ra bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut? Beliau bersabda: “bacalah:&lt;br /&gt;Allahumma innaka 'afuwwun karim tuhibbul 'afwa fa' fu'anni&lt;br /&gt;(artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku).” Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hadirin Jamaah Jumat yang berbahagia&lt;br /&gt;Ciri-ciri dari orang yang mendapat Malam Lailatul Qadar adalah dia ibadahnya lebih rajin daripada sebelumnya. Dia jadi lebih rajin shalat, puasa, sedekah, dsb. Tidak berani mengerjakan hal-hal yang maksiat. Tidak mungkin dia mabuk-mabukan, berjudi, atau pun mendekati zina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh karena itu, Ramadhan yang tinggal beberapa hari ini kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Memperbanyak beribadah kepada Allah, memperbanyak mendekatkan diri kepadaNya disaat orang-orang sudah sibuk meramaikan pasar-pasar. Kita usahakan tetap meramaikan masjid. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan mengampuni segala dosa kita. Amin.&lt;br /&gt;بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. َقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-3297642719595854919?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/3297642719595854919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/08/menghidupkan-malam-lailatul-qodar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/3297642719595854919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/3297642719595854919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/08/menghidupkan-malam-lailatul-qodar.html' title='Menghidupkan Malam Lailatul Qodar (Khutbah Jum&apos;at)'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-22Qrde8BAHY/Tk3URRjtT-I/AAAAAAAAAGQ/LRIsczj1oHs/s72-c/197213_1655415467854_1311094938_31466582_8120191_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-1049222063846004485</id><published>2011-08-06T08:28:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T08:32:27.213-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Da&apos;wah'/><title type='text'>Menghidupkan Qiyamullail</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-EV8hfkHNVd4/Tj1eQubuGSI/AAAAAAAAAFw/lCcZH3SkQZs/s1600/sholat-yukz1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-EV8hfkHNVd4/Tj1eQubuGSI/AAAAAAAAAFw/lCcZH3SkQZs/s320/sholat-yukz1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5637765949972945186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadirin wal hadirot yang dirahmati Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia pasti punya kebutuhan dalam hidup. Baik kebutuhan yang berupa materi atau pun kebutuhan yang bersifat nonmateri. Ada yang butuh mendapat pekerjaan, ada yang butuh ingin membeli ini dan itu, ada yang butuh dilancarkan usahanya, ada yang butuh anaknya yang bandel biar sadar, dan lain sebagainya. Lantas kepada siapa kita akan mencurahkan segala kebutuhan kita? Kepada tetangga? Ternyata tetangga juga banyak kebutuhan. Yang pasti kita mencurahkan kebutuhan-kebutuhan kita kepada Allah Swt. Dan waktu yang tepat adalah saat manusia terlelap dalam mimpinya, yaitu di malam hari atau sepertiga malam dengan melaksanakan sholat Tahajud atau qiyamullail. Sholat Tahajud ibarat ketok pintu jika kita mau bertemu dan bercakap-cakap dengan Allah dan doa itu adalah keluh kesah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa kita. Apalagi pada malam hari. Doa kita pasti dikabulkan. Sesuai dengan sabda Nabi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir r.a., ia barkata, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya) dan itu setiap malam&lt;/span&gt;.” (H.R. Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin Jamaah sholat Isya’ dan Tarawih yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Tuhannya. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. Ia berdoa, beristighfar, bertasbih, dan memuji Sang Pencipta. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sesuai dengan janjinya, akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. Kalau Allah swt. mencintai seorang hamba, maka Ia akan mempermudah semua urusan dan permasalahan hidup hambaNya. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba Sang hamba akan dekat dengan Tuhannya, diampuni dosanya, dihormati oleh sesama, dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin wal hadirot yang berbahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-D7VlJ7X6u2k/Tj1ec3WQSRI/AAAAAAAAAF4/7nt5o2PisyU/s1600/tahajjud.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 208px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-D7VlJ7X6u2k/Tj1ec3WQSRI/AAAAAAAAAF4/7nt5o2PisyU/s320/tahajjud.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5637766158524369170" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang muslim yang rutin mengerjakan qiyamullail, pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita, “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. Jika ada tekad, akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)  Programlah aktivitas kita di hari yang malamnya kita rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan kita tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat kita tidur terlalu lelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)  Hindari maksiat. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3)  Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4)  Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5)  Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6)  Baik juga jika kita janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7)  Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya cukup sekian yang bisa saya sampaikan. Semoga Allah mempermudahkan semua kebutuhan dan hajat kita dan dipermudahkan dalam bermunajat padanya di malam hari. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-1049222063846004485?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/1049222063846004485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/08/menghidupkan-qiyamullail.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/1049222063846004485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/1049222063846004485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/08/menghidupkan-qiyamullail.html' title='Menghidupkan Qiyamullail'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-EV8hfkHNVd4/Tj1eQubuGSI/AAAAAAAAAFw/lCcZH3SkQZs/s72-c/sholat-yukz1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-2840767687603413119</id><published>2011-08-06T08:19:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T08:25:15.180-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Da&apos;wah'/><title type='text'>Ramadhan Melatih Keikhlasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-uQcdMck6UII/Tj1cgpy7XQI/AAAAAAAAAFg/KUEOwpFdzDI/s1600/ikhlas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 277px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-uQcdMck6UII/Tj1cgpy7XQI/AAAAAAAAAFg/KUEOwpFdzDI/s320/ikhlas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5637764024582757634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadirin wal hadirot yang dimulyakan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hidup didunia ini tak lain adalah untuk beribadah kepada-Nya. Segala aktifitas kita hanya kita lakukan semata-mata untuk Allah. Walaupun pada kenyataanya kita bekerja, peras keringat banting tulang untuk menghidupi keluarga, tapi kita niatkan untuk memenuhi perintah Allah. Jika tidak kita niatkan semata-mata perintah Allah maka akan hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku&lt;/span&gt;.” (QS. Adz-Dzariyat:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikarenakan tujuan kita diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, maka kita tidak boleh beribadah kepada selain Allah. Kita harus bisa menuluskan niat kita dan mengikhlaskannya hanya kepada Allah. Oleh karena itu, kunci diterimanya amal ibadah kita adalah keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullullah bersabda yang artinya: ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya.&lt;/span&gt;” (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut menunjukkan bahwa ketulusan niat merupakan sumber kelurusan sebuah amal. Ketika amal sudah benar dan lurus niscaya Allah akan berkenan menyambutnya. Tetapi ketika niat dalam beribadah sudah melenceng dari rel keikhlasan, maka amal itu pun menjadi rusak. Allah enggan menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin wal hadhirot Rohimakumulloh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-u-4YjREwJ-4/Tj1cn7C3qYI/AAAAAAAAAFo/SGWMKt7Hm10/s1600/27977_126138614064758_123901794288440_321357_1318890_n.jpg.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 128px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-u-4YjREwJ-4/Tj1cn7C3qYI/AAAAAAAAAFo/SGWMKt7Hm10/s320/27977_126138614064758_123901794288440_321357_1318890_n.jpg.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5637764149472110978" /&gt;&lt;/a&gt;Di bulan Ramadhan ini kita dilatih untuk ikhlas. Mulai dari fajar kita telah mengikhlaskan makanan kita untuk seharian tidak kita santap sementara waktu. Di bulan ini kegiatan ibadah akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah. Oleh karena itu, marilah kita saling berlomba-lomba untuk beribadah sebanyak dan sebaik mungkin dengan niat hanya untuk Allah. Tanpa mengharap pamrih, tanpa mengharap pujian dari sesama makhluk Allah. Umpama kita mengerjakan sholat maghrib. Niat awalnya sudah lurus, yakni mengerjakan kewajiban kepada Allah. Kemudian di saat kita sholat, direkaat kedua datanglah seorang yang kita cintai atau kita hormati. Karena ingin mendapat pujian darinya, sholat yang pada rekaat pertama super kilat, direkaat kedua diperlambat, bacaan Qur’annya dibagus-baguskan, rukuk sujudnya diperlama, dan lain sebagainya. Niat kita ketika melaksanakan sholat tadi telah melenceng, dari yang asalnya lillahi ta’ala menjadi lil manusia..karena orang itu. Inilah salah satu penghalang keikhlasan ibadah kita, yaitu riya’ (pamer). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin wal hadhirot yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beribadah kita diharuskan untuk ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus&lt;/span&gt;.” (QS. Al-Bayyinah:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa meraih ikhlas ini, kita mesti membersihkan hati dari segala yang selain Allah. Kita memurnikan tujuan ibadah kita hanya untuk Allah. Bukan yang lain. Sikap ikhlas ini hanya muncul ketika kita benar-benar mencintai Allah. Kita menggantungkan seluruh harapan hanya kepada-Nya. Ketika kita beribadah, baik itu, sholat, puasa, sedekah, zakat, membaca al-Qur’an, berdzikir dan lainsebagainya maka tujuan kita hanya satu, yakni Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan ajaran tauhid yang termaktub dalam surah al-Ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.&lt;/span&gt;" (QS. Al-Ikhlas:1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Inilah mengapa surah tersebut dinamakan al-Ikhlas. Karena surah tersebut mengajarkan ketauhidan hamba. Artinya, ketika seorang hamba sudah mengikrarkan tauhid bahwa hanya Allah yang patut disembah, maka diapun menauhidkan seluruh ibadahnya hanya kepada Allah. Hanya satu tujuan, yaitu Allah. Tidak ada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah dibulan puasa ini kita melatih keikhlasan kita. Kita raih sebanyak-banyaknya amal ibadah, seperti sholat sunah, qiyamullail, membaca al-Quran, dzikir, sedekah dan lain sebagainya dengan niat karena Allah Swt.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-2840767687603413119?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/2840767687603413119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/08/ramadhan-melatih-keikhlasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/2840767687603413119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/2840767687603413119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/08/ramadhan-melatih-keikhlasan.html' title='Ramadhan Melatih Keikhlasan'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uQcdMck6UII/Tj1cgpy7XQI/AAAAAAAAAFg/KUEOwpFdzDI/s72-c/ikhlas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4713337866319075470</id><published>2011-06-30T07:25:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T07:29:35.619-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Da&apos;wah'/><title type='text'>DZIKIR, RINGAN TAPI BESAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-7GDmcz7NjYk/TgyISIyGHiI/AAAAAAAAAFY/Fs0QbsIzam8/s1600/peristiwa-dzikir-23.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-7GDmcz7NjYk/TgyISIyGHiI/AAAAAAAAAFY/Fs0QbsIzam8/s320/peristiwa-dzikir-23.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624019879855529506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah berkata, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan. Apa jadinya bila ikan dikeluarkan dari air&lt;/span&gt;?”&lt;br /&gt;Pernyataan Ibnu Taimiyyah tersebut patut kita renungkan. Apakah memang hati kita telah mendapat nutrisi yang baik atau belum? Sebab, nutrisi yang bernama dzikir ini sangatlah penting bagi hati. Hati yang tidak pernah berdzikir mengingat Allah, maka bisa jadi nantinya akan mati. Alangkah celakanya bila hati kita mati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dzikir adalah sesuatu yang ringan karena berupa ucapan tapi sangat besar faedahnya bagi kita semua.. Tapi diantara kita kebanyakan lalai terhadap Tuhan karena kesibukan kita setiap hari. Sehingga kita lebih banyak mengingat nama barang kesayangan kita daripada mengingat asma Tuhan.  Adapun diantara  faedah dzikir adalah:&lt;br /&gt;Pertama, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dzikir adalah makanan pokok bagi hati dan roh&lt;/span&gt;. Apabila seorang hamba kehilangan dzikir itu, maka dia laksana tubuh yang tidak mendapatkan makanan pokok.&lt;br /&gt;Abu Musa al-Asy’ari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada-Nya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati&lt;/span&gt;.” (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;Kedua, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dzikir dapat menghilangkan kesedihan dan kegelisahan dalam hati. Dengan dzikir maka hati menjadi damai dan tenang&lt;/span&gt;. Seperti dalam syi’ir Jawa yang berbunyi, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tombo ati iku limo ing wernane, kaping pisan moco Qur’an lan maknane, kaping pindo sholat wengi lakonono, kaping telu wong kang sholeh kumpulono, kaping papat weteng kudu ingkang luwe, kaping limo dzikir wengi ingkang suwe.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Salah satu obat hati adalah dzikir yang lama di malam hari. Disaat orang terlelap dalam mimpi, kita bangun sholat dan dzikir.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.&lt;/span&gt;” (QS. Ar-Ra’d:28)&lt;br /&gt;Ketiga, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dzikir membuat hamba diingat oleh Allah. Ketika seorang hamba berdzikir mengingat Allah, maka Allah pun mengingatnya&lt;/span&gt;. Alangkah bahagianya jika kita selalu diingat oleh Tuhan yang menciptakan kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.&lt;/span&gt;” (QS. AL-Baqoroh:152)&lt;br /&gt;Keempat, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;orang yang senantiasa berdzikir atau mengingat Allah akan dijauhkan dari maksiat&lt;/span&gt;. Ketika dia terus menerus mengingat Allah dan mengetahui bahwa Allah melihat apa yang dilakukannya niscaya dia akan malu dan takut melakukan maksiat. Coba kita bayangkan, pasti tidak ada orang yang sebelum mabuk, minum-minuman keras baca “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bismillahirrohmanirrohim&lt;/span&gt;” atau orang yang mendatangi lokalisasi atau hotel dengan pasangan tak resmi baca “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;alhamdulillahirobbil ‘alamin&lt;/span&gt;” seusai kencan. Dzikir menjauhkan dari maksiat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah beberapa keutamaan atau faedah dari dzikir. Dimanapun, kapanpun, kita usahakan untuk membasahi bibir kita dengan dzikir. Ketika sedang berada dalam perjalanan menuju kantor, kampus, tempat kerja, pasar atau lainnya, daripada lisan kita berdiam diri lebih baik membaca &lt;span style="font-style:italic;"&gt;subhanallah wa bi hamdihi&lt;/span&gt;. Terus dibaca sampai ke tempat tujuan. Ketika sedang santai, tak melakukan apa-apa, lebih baik membaca &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alhamdulillah,Alhamdulillah&lt;/span&gt;, sebanyak-banyaknya. Ketika menggendong anak, umpama, daripada si anak dikudang dengan lagu campursari lebih baik didendangkan sholawatan, dan lain-lain. Bukankah dzikir ini ringan? Tidak menguras tenaga dan energi? Tapi, pahala yang ditimbulkan sangat luar biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4713337866319075470?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4713337866319075470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/06/dzikir-ringan-tapi-besar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4713337866319075470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4713337866319075470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/06/dzikir-ringan-tapi-besar.html' title='DZIKIR, RINGAN TAPI BESAR'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-7GDmcz7NjYk/TgyISIyGHiI/AAAAAAAAAFY/Fs0QbsIzam8/s72-c/peristiwa-dzikir-23.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-6446440170603093258</id><published>2011-06-08T07:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-08T07:08:23.661-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Da&apos;wah'/><title type='text'>Sisi Lain dari Bersyukur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-GIvH7NK62pk/Te-CHI2pA4I/AAAAAAAAAFI/VhPd8wtMUIQ/s1600/syukur1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-GIvH7NK62pk/Te-CHI2pA4I/AAAAAAAAAFI/VhPd8wtMUIQ/s320/syukur1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615850319501656962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah bersyukurkah anda hari ini? Saya tanya! Mungkin ada yang menjawab, “Syukur? Kenapa? Wong saya hari ini biasa-biasa saja. Ndak ada yang istimewa.” Ada juga yang menjawab, “Sudah” ya baguslah kalau begitu. Kalau yang menjawab seperti jawaban pertama tadi kemungkinan beranggapan bahwa bersyukur adalah setelah menerima nikmat. Kalau tidak menerima ngapain bersyukur? Semoga anda bukan termasuk yang ini, yach. Yen tak pikir-pikir (niru logat alm. Mas Basuki), setiap hari kita mendapat kenikmatan. Coba lihat, anda mempunyai lemari es, mempunyai buku tabungan (walau saldonya bulan depan habis karena terpotong biaya administrasi. Hehehe), mempunyai pekerjaan tetap (tetap itu-itu aja pekerjaannya.hehe), bisa menjalankan kegiatan ibadah tanpa takut terhujani peluru atau rudal dari pasukan NATO, bisa membaca tulisan saya ini, bukankah itu kenikmatan yang saban hari kita rasakan? Kenapa tidak bersyukur? Why? Lupa? Padahal Tuhan tak pernah lupa memberi kenikmatan kepada kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda rajin sholat, saya yakin anda termasuk orang yang bersyukur dengan ucapan dan tindakan. Kok bisa sholat merupakan syukur dengan ucapan? Sebab, setiap kita sholat wajib membaca al-Fatihah dan Surat Al-Fatihah didahului dengan lafadz “Alhamdulillah” (setelah membaca bismillah tentunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah benar bersyukur itu setelah kita menerima nikmat? Atau sebelum menerima nikmat kita bersyukur? Saya tidak tahu mana yang benar. Yang jelas, kalau kita cermati tadi bahwa al-Qur’an yang dimulai dengan surat al-Fatehah menggunakan lafadz “Alhamdulillah” sebagai pembuka (tentunya setelah menyebut asma Tuhan Yang Maha Kasih dan Sayang). Begitu juga dalam berdoa, kita baca lafadz “Alhamdulillah” dulu baru berdoa alias bersyukur dulu baru meminta. Tapi, kebanyakan dari kita, meminta dulu, dikabulkan, baru bersyukur. Tak apa. Yang penting masih bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur’an Allah mengingatkan kita supaya bersyukur, jangan kufur (menginkari nikmat). Begitu juga Nabi Muhammad Saw dalam berdoa selalu memohon kepada Allah supaya dijadikan ‘abdan syakura. Hamba yang bersyukur. Klop, pas, cocok. Allah memerintah untuk bersyukur dan Nabi mencontohkan dalam do’a supaya dijadikan hamba yang bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah ada implikasi atau pengaruh bersyukur terhadap jiwa kita, pekerjaan kita, karir kita, kesuksesan kita? ADA. Dengan huruf besar semua biar mantab. Mau bukti? Mungkin anda pernah mendengar tentang Kristal air. Yups, air mempunyai Kristal-kristal kecil yang bias berubah bentuk mengikuti kata-kata yang dilontarkan manusia. Dalam buku The Hidden Messages in Water dituliskan bahwa air seolah-olah mengerti bahasa manusia. Dan tahukah anda kapan Kristal air memperagakan bentuknya yang paling apik, yahut dan menarik? Ternyata apabila dikumandangkan kata ‘syukur’ dan ‘cinta’ dalam bahasa apapun. Termasuk bahasa hewan jika anda paham dan bisa. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-0BlP1Q1EP3w/Te-CO9SGJnI/AAAAAAAAAFQ/ZS27uIDVGD8/s1600/syukur.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 202px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0BlP1Q1EP3w/Te-CO9SGJnI/AAAAAAAAAFQ/ZS27uIDVGD8/s320/syukur.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615850453834540658" /&gt;&lt;/a&gt;Lalu pengaruhnya terhadap keseharian kita? Air. Ada apa dengan air? Untung saja zodiak  saya adalah pembawa air alias aquarius. Bukan penjual air keliling lho. Jadi, apa yang saya bawa tergantung anda yang menerima. Kalau anda menerima dengan syukur maka akan terbentuk Kristal-kristal air yang menakjubkan. Tapi, jika anda sinis, marah-marah, maka anda akan membentuk Kristal air yang tak beraturan dan jelek, buruk mirip wajah anda. Hahaha. Bercanda. Mulai serius. Air. Semua kehidupan bermula dari air. Manusia berasal dari percampuran air.  Alam semesta berasal dari air. Dan yang terpenting, 70 persen tubuh manusia terdiri atas air! SO, Setiap kali kita menyebut kata ‘syukur’ atau menyimpan rasa syukur, maka kita juga membentuk Kristal-kristal air cantik dalam tubuh kita sehingga menimbulkan energi positif yang sangat kita butuhkan untuk menggapai kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bisa dikatakan kalau pingin sukses, rajin-rajin bersyukur. Syukur adalah gerbang menuju sukses. Kok bisa? Ya bisa. Bukti konkritnya adalah Nabi Muhammad. Seorang yang pandai bersyukur akhirnya sukses menjadi seorang nabi dengan pengikut terbanyak dan kata-katanya masih dihapal oleh umatnya. Dalam bahasa Indonesia kata ‘syukur’ berarti berterima kasih. Sebagai hamba Tuhan kita berterima kasih kepadaNya. Sebagai makhluk sosial kita berterima kasih kepada manusia yang berbuat baik dan berbaik hati kepada kita. Rumusnya ==&gt; jika pingin sukses jangan sungkan-sungkan mengucapkan terima kasih. Membalas sesuatu kebaikan dengan ucapan ‘terima kasih’ itu berdampak sangat besar untuk kehidupan kita. Coba jika kita telah berbuat baik kepada orang tapi dia tidak mengucap ‘terima kasih’ pasti tuk berikutnya kita akan malas membantu. Betul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking dahsyatnya kata ‘terima kasih’ ini, kasir-kasir di supermarket dan mall-mall dituntut untuk mengucapkan kata ‘terima kasih’ kepada konsumennya. Sampai-sampai ada yang berani membayar ratusan ribu rupiah jika kasir tidak mengucapkan kata ‘terima kasih’. Entah setelah itu kasir dipecat. Hehe. Sebab mereka, pelaku bisnis, tahu bahwa ucapan terima kasih berdampak besar terhadap omzetnya.  So, jika kita pingin sukses dan memperbesar karir atau pekerjaan kita. Jangan sungkan-sungkan mengucapkan ‘terima kasih’. Setelah itu, pasti akan ada dampak yang besar. Sebab, Tuhan berfirman, “Jika kamu bersyukur (mengucapkan terima kasih) , maka akan Aku tambahi (nikmat)”. Saya sering melihat supporter Persikmania (Persik Kediri) ketika berada di Stadion Manahan. Mereka sebelum dan sesudah pertandingan menyanyikan “Terima kasih Pasoepati. Kita adalah saudara” dan pertandingan berjalan sukses tanpa kerusuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah, dahsyatnya berterima kasih.  Berterima kasih kepada manusia berdampak luar biasa, apalagi berterima kasih kepada Allah, Sang Pencipta Alam.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*penulis adalah Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kab. Boyolali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-6446440170603093258?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/6446440170603093258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/06/sisi-lain-dari-bersyukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/6446440170603093258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/6446440170603093258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/06/sisi-lain-dari-bersyukur.html' title='Sisi Lain dari Bersyukur'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-GIvH7NK62pk/Te-CHI2pA4I/AAAAAAAAAFI/VhPd8wtMUIQ/s72-c/syukur1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-5668553696753110004</id><published>2011-05-31T07:22:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T07:31:11.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>PANCASILA SEBAGAI SYARI’AT NEGARA INDONESIA</title><content type='html'>Ada ungkapan menarik yang berbunyi, “Pilih mana, minyak samin cap Babi atau minyak babi cap Onta?” sama juga dengan “Makan sate kambing di warung Anjing Galak atau makan sate guk-guk di warung Kambing Jantan?” hehehe. Mengada-ada yach..? maksudnya pilih bungkus atau isi? Kalau makan lemper yang dimakan daun pisangnya apa isinya? Ini bisa diibaratkan dengan dasar negara kita, Pancasila. Hari ini, tepat Pancasila berusia 66 tahun. Bung Karno waktu itu memberikan suatu gagasan tentang dasar negara di hadapan BPUPKI. Akhirnya, mereka sepakat dengan lima sila negara yang disampaikan oleh Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-596qoPWcMy8/TeT7Kji3faI/AAAAAAAAAEs/K5YQKRPxxN0/s1600/garuda_pancasila.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 234px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-596qoPWcMy8/TeT7Kji3faI/AAAAAAAAAEs/K5YQKRPxxN0/s320/garuda_pancasila.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612887194369228194" /&gt;&lt;/a&gt;Lantas apa hubungannya antara lemper, eh bungkus dan isi? Setelah tumbangnya Orde Baru dan tersyi’arnya kebebasan atau reformasi mulailah dipermasalahkan tentang dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila. Alasannya karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan seyogyanya dasar negara adalah syari’at Islam. Mereka yang mempunyai ideologi asas syari’at Islam ini sebenarnya mempunyai pendukung yang minoritas atau sedikit. Akan tetapi keberadaan mereka sampai saat ini-bisa dikatakan- sangat meresahkan masyarakat. Mereka tergolong umat yang radikal dan menggunakan cara-cara kekerasan dalam mencapai tujuannya. Walaupun juga ada yang memakai cara halus dengan berkendaraan politik. Walaupun juga dulunya partainya berasaskan Islam tapi kemudian hari berasaskan Pancasila. Entah, mereka sudah sadar akan pentingnya kebangsaan atau hanya sekedar pemanis saja agar bisa meraup suara yang banyak dalam pemilu berikutnya. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-E7F501BpgXY/TeT7ik9VASI/AAAAAAAAAE0/RQT0M9cTcwk/s1600/soekarno.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-E7F501BpgXY/TeT7ik9VASI/AAAAAAAAAE0/RQT0M9cTcwk/s320/soekarno.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612887607065510178" /&gt;&lt;/a&gt;Kemudian timbul pertanyaan, apakah Pancasila bertentangan dengan syari’at Islam? Pertanyaan ini saya tujukan khususnya untuk mereka yang menolak Pancasila. Bisa menjawab? Mungkin jawabannya, bertentangan.. itu bid’ah. Karena jaman Nabi ndak ada Pancasila..hehehe.. kalau tidak mau menjawab, saya akan menjawab. Tapi sebelumnya saya akan menjelaskan apakah Pancasila merupakan ‘ide murni’ dari Bung Karno yang beliau gali dari warisan nenek moyang? Tidak, tapi beliau terinspirasi dari 2 tokoh besar waktu itu, yaitu A. Baars dari Belanda dan Dr. Sun Yat Sen dari China. Waktu itu Bung Karno berumur 16 tahun dan duduk di bangku sekolah H.B.S Surabaya. A. Baars yang merupakan guru Bung Karno mengatakan, “Jangan berpaham kebangsaan, tetapi berpahamlah rasa kemanusiaan seluruh dunia.” Sedang Dr. Sun Yat Sen dalam tulisannya “San Min Cu I” (tiga prinsip rakyat), yaitu Mintsu (Nasionalisme), Min Chuan (Demokrasi) dan Min Sheng (Sosialisme). Kemudian dari 2 orang inilah Bung Karno mengolah menjadi: Kebangsaan Indonesia (dirubah:Persatuan Indonesia),Peri kemanusiaan (dirubah:Kemanusiaan yang adil dan beradab), Mufakat atau demokrasi (dirubah:Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan), Kesejahteraan sosial (dirubah:Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) kemudian Bung Karno menambah sendiri asas, Ketuhanan (Ketuhanan Yang Maha Esa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita mencermati ke-5 sila tersebut apakah ada yang bertentangan dengan syari’at Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Adakah yang membantah sila ini bertentangan dengan al-Qur’an? Lantas ada yang tanya. Lho kenapa ada agama yang mempunyai Tuhan lebih dari satu? Jawaban saya, semua agama pasti percaya akan adanya Tuhan Yang Esa. Karena kita sendiri tanpa sadar menuhankan selain Dia. Entah itu berupa jabatan, harta benda, pekerjaan, barang dagangan, dan lain-lain. Hanya saja kita tidak mem-formalkan dan tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Apakah al-qur’an dan hadits tidak membahas keadilan? Kalau membahas, apakah al-Qur’an/Hadits memerintahkan berbuat adil? Apakah juga menyuruh manusia menghormati oranglain?&lt;br /&gt;Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Apakah Islam memerintahkan bercerai-berai? Apakah Islam memerintahkan umatnya membenci negara? &lt;br /&gt;Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Ini adalah prinsip demokrasi. Kalau berbicara masalah demokrasi tidak akan ada titik temu karena kelompok pengusung syari’at menghukumi haram terhadap demokrasi. Memang, pada waktu Nabi masih hidup kepemimpinan berada langsung dibawah komando beliau. Sewaktu beliau akan meninggal Beliau juga tidak secara tegas menunjuk Abu Bakar sebagai penggantinya atau menunjuk Ali yang merupakan menantunya. Hanya saja Beliau mengisyaratkan ketika masuk waktu sholat dan beliau sedang sakit keras memerintahan kepada Abu Bakar untuk menjadi imam sholat. Setelah Nabi wafat, Umar kemudian mengusulkan (kalau sekarang menjadi jurkam) Abu Bakar menjadi Khalifah, pemegang pemerintahan menggantikan Nabi Muhammad dan para sahabat mayoritas menyetujuinya (mufakat). Setelah Abu Bakar meninggal pun para sahabat yang berpengaruh (kalau zaman sekarang ya DPR lah) mengadakan musyawaroh menunjuk seorang kholifah sampai zaman sayyidina Ali. Walau selanjutnya ada yang tidak setuju yang kemudian mengadakan pemberontakan-pemberontakan. Sampai saat ini, pemberontakan-pemberontakan dalam negara itu masih tetap ada yang ‘mewakili’. Dan saya percaya, walaupun menggunakan nama Islam pasti orientasinya hanya pada KEKUASAAN BUKAN MURNI AGAMA.&lt;br /&gt;Sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sudah tentu dan jelas Islam memerintahkan umatnya untuk berbuat adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan terakhir, lha kenapa dengan adanya Pancasila kok keadaan negara masih amburadul begini? Korupsi merajalela, ketidak adilan dimana-mana,rakyat Indonesia tidak bersatu dengan adanya pemberontak. Jawaban saya, Pancasila itu ibarat pedang yang sangat tajam. Tinggal bagaimana orang (pemimpin) itu menggunakannya untuk berperang. Apakah pedangnya ditinggal, perang dengan tangan kosong atau memakai pedang tapi sisinya terbalik. Yang dibuat memenggal orang pada sisi yang tumpul bukan yang tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, Pancasila adalah asas yang sesuai dengan Islam. Karena perumus Pancasila dan UUD juga melibatkan para ulama ahli agama. Hanya tugas kita menyadarkan manusia pemegang jabatan atau yang lainnya kalau pedang yang mereka bawa itu terbalik atau salah. Bisa saja mereka membawa pedang bukan pada gagangnya akan tetapi pada sisinya yang tajam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-5668553696753110004?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/5668553696753110004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/05/pancasila-sebagai-syariat-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/5668553696753110004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/5668553696753110004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/05/pancasila-sebagai-syariat-negara.html' title='PANCASILA SEBAGAI SYARI’AT NEGARA INDONESIA'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-596qoPWcMy8/TeT7Kji3faI/AAAAAAAAAEs/K5YQKRPxxN0/s72-c/garuda_pancasila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-6771361288675471579</id><published>2011-05-30T06:25:00.000-07:00</published><updated>2011-05-30T06:28:17.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Kriteria Istri Idaman</title><content type='html'>Minggu-minggu ini saya agak sedikit sibuk dengan kegiatan kantor. Maklum sebagai pegawai fungsional saya lebih banyak waktu di luar [jam] kantor. Jadwal saya minggu ini adalah sowan ke ‘kyai kampung’ di kecamatan tempat saya bertugas, Boyolali. Berbarengan dengan tugas dari Penamas/pekapontren Kemenag Kab. Boyolali yang menugasi Penyuluh Fungsional untuk mendata ustadz/ustadzah TPA/TPQ se-kecamatan sekaligus saya gunakan sebagai ‘ajang’ silaturahmi ke pimpinan TPA/TPQ setempat atau yang saya sebut di atas ‘kyai kampung’ sebagaimana istilah yang ditrend-kan oleh Gus Dur. Walaupun, menurut Gus Dur istilah Kyai Kampung yang dimaksud adalah pemilik atau imam masjid/mushola/langgar ataupun tokoh agama di kampung setempat. Di sini saya menyebut para pemimpin TPA/TPQ juga sebagai Kyai kampung. Karena perannya dalam mengajarkan agama kepada anak-anak secara istiqomah di tengah-tengah maraknya berbagai teknologi dan hiburan yang membuat anak ‘malas’ belajar agama atau mengaji.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari hasil saya sowan ke pemimpin TPA/TPQ ada pelajaran yang bisa saya ambil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, dalam data TPA/TPQ yang telah terdata ternyata banyak TPA/TPQ yang telah ‘mati’. Hal ini disebabkan karena tidak adanya pengajar. Tidak adanya pengajar ini disebabkan karena pengajar jika seorang perempuan, kemudian menikah dia akan ikut serta suaminya dan meninggalkan tempat dia berdomisili dan mengajar. Juga pengajar lebih mementingkan pekerjaan yang ‘lebih menjanjikan’ untuk kelangsungan hidupnya daripada mengajar di TPA/TPQ. Jadi yang kedua ini alasannya masalah ekonomi. Pemecahannya, menurut saya adalah kaderisasi pelajar tingkat SMA/MA untuk mengajar TPA/TPQ di sore hari di masing-masing daerah/desa dengan, jangan lupa, diperhatikan juga kesejahteraannya. Misalnya, santri TPA/TPQ ditarget mulai dari tingkat SD/MI sampai tingkat SMP/MTS. Setelah itu, untuk yang telah mencapai tingkat SMA mereka siap ‘mental’ untuk mengajar. Dan hendaknya kurikulum TPA/TPQ dibuat dengan baikatau diseragamkan  dan -kalau bisa-  ditambah dengan ‘ngaji’ bahasa Inggris dan ‘ngaji’ komputer untuk tambahan ketrampilan dari santri-santri atau keterampilan yang dibutuhkan di daerah setempat. Hal ini juga untuk mengantisipasi bagi mereka tidak ngaji TPA karena alasan mengikuti kursus bahasa Inggris atau kursus komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Keikhlasan para ustadz/ustadzah dalam mengajar. Hal ini bisa dilihat dari penghasilan yang mereka peroleh dari mengajar ngaji yang ‘cukup’ alias tidak banyak dan tidak sedikit. Dan kebanyakan ustadz/ustadzah yang masih ‘bertahan’ tidak begitu mempermasalahkan gaji mereka dari mengajar ngaji. Ya, karena tidak kita jumpai ‘demo’ ustadz/ustadzah TPA/TPQ. Kalau guru sekolah,dulu, sering demo. Kalau sekarang gajinya sudah selangit ndak demo lagi. Hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, ini masuk ke ranah pribadi saya sendiri. Hoho apanya..? Begini, ketika saya mendatangi seorang kyai atau pimpinan TPA/TPQ saya bertanya tentang tingkat pendidikan santri-santrinya. Beliau menjawab bahwa santrinya dari siswa-siswi SD sampai SMP. Lha kenapa yang SMA tidak? Jawab beliau, kalau SMA nanti saya takut terkena fitnah ketika melihat santrinya dari siswi SMA. Hehehe..Paham maksudnya? Karena memang pimpinan TPA/TPQ tersebut masih tergolong muda, berumur sekitar 35an tahun sudah beristri dan mempunyai 2 anak. Jadi, kalau melihat remaja putri yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;khususon &lt;/span&gt;cantik bin bahenol dikhawatirkan akan menarik hati beliau dan terkena fitnah. Lha, apa ada sangkut pautnya dengan saya?  Saya pernah menolak dijodohkan orangtua saya. Alasannya sederhana dan –menurut saya- MASUK AKAL, yaitu tidak cantik. Walaupun dia pintar dan hapal al-Qur’an. Karena saya merasa dunia saya untuk kedepan akan semakin berat godaannya, wa bil khusus masalah wanita. Karena Nabi Adam terlempar dari syurga adalah karena godaan wanita . Betul tidak? Dan saya sangat mengkhawatirkan diri saya jika istri saya -yang tentu saja menurut saya- tidak cantik, walaupun kamu bilang cantik. Karena mataku dan matamu sudah tentu beda. Lalu banyak yang tanya, lha terus seleramu itu yang kayak apa? Saya jawab, cantik dan pintar (kalo pintar sudah tentu sholehah. Kalau pintar tidak sholehah dia tidak pintar. Ini juga menurut saya) itu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bisshowab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-6771361288675471579?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/6771361288675471579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/05/kriteria-istri-idaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/6771361288675471579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/6771361288675471579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/05/kriteria-istri-idaman.html' title='Kriteria Istri Idaman'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-199954529318994249</id><published>2011-05-16T16:19:00.000-07:00</published><updated>2011-05-16T16:25:03.346-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anekdot'/><title type='text'>Ketika Sendok Adalah Bid'ah (kisah nyata)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-K31xLBV1sJo/TdGyRPjj4KI/AAAAAAAAAEk/fRHxIPozzeo/s1600/sendok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-K31xLBV1sJo/TdGyRPjj4KI/AAAAAAAAAEk/fRHxIPozzeo/s320/sendok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607459020356182178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terjadi di daerah Boyolali, tepatnya di desa Kacangan. Ketika itu, ada 2 orang pemuda yang ingin makan di warung HIK sehabis sholat Maghrib. 2 pemuda ini mempunyai pemahaman agama Salafy yang dikit-dikit bid'ah.. (bid'ah kok dikit-dikit). Padahal,masyarakat sekitar berpaham tradisionalis dan moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu 2 pemuda ini masuk warung HIK 'ternama' di kacangan. Pemuda yang satu pesan Nasi Kucing dan yang satunya lagi Mie Rebus. Sang penjual pun menyodorkan sendok kepada pemuda yang makan nasi kucing. Tp, sang penjual kaget dengan jawaban si pemuda. 'maaf,pak. Saya makan ndak pake sendok. Itu bid'ah.. Rosul ndak pernah makan pake sendok'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang penjual HIK pun paham dengan aliran agama konsumennya barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia melanjutkan merebus mie pesanan pemuda satunya. Setelah matang, sang penjual pun menyodorkan mie rebus panas kepada pemuda satunya TANPA SENDOK. Mengetahui mie rebusnya ga ada sendoknya,pemuda tanya pada penjual. 'pak, sendoknya mana?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual menjawab,'lho,katanya Rosul makan ndak pake sendok.. Ya, pastinya makan mie rebus juga tanpa sendok..'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda jawab, 'ya kalo ga pake sendok kan panas pak'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'makanya kalo beragama itu lihat sikon.. Nabi dulu juga ndak makan mie rebus..' jawab penjual HIK sambil menyodorkan sendok.Si pemuda yang bid'ah-bid'ah tadi pucat mukanya. Kena getah dari teman sendiri..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-199954529318994249?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/199954529318994249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/05/ketika-sendok-adalah-bidah-kisah-nyata.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/199954529318994249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/199954529318994249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/05/ketika-sendok-adalah-bidah-kisah-nyata.html' title='Ketika Sendok Adalah Bid&apos;ah (kisah nyata)'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-K31xLBV1sJo/TdGyRPjj4KI/AAAAAAAAAEk/fRHxIPozzeo/s72-c/sendok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4892064743232519775</id><published>2011-04-14T07:21:00.001-07:00</published><updated>2011-04-14T15:49:56.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Fenomena Briptu Norman dan Bollywood</title><content type='html'>Dua bulan yang lalu mungkin tak banyak yang kenal dan tahu nama Norman yang menjadi anggota Brimob Gorontalo. Tapi di bulan ini, nama Norman menjadi terkenal dan dikenal mulai dari kalangan anak-anak sampai kakek-kakek.  Wajahnya mulai menghiasi acara televise dan katanya aka nada yang ngajak main sinetron dan menjadikannya bintang iklan. Ya, karena video-nya yang diunggah di Youtube dengan penuh penghayatan seolah-olah dia menjadi Shahrukh Khan sedang menyanyi lagu Chaiyya-chaiyya dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lip sync&lt;/span&gt; ‘sempurna’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang memandang remeh lagu-lagu Bollywood. Banyak yang bilang lagu-lagu Bollywood ‘kampungan’, katrok, ndeso, dan lain-lain. Saya adalah salah satu dari sekian banyak (di dunia) yang menyukai lagu Bollywood. Tapi, sayang saya belum pernah merekam sendiri waktu nyanyi dan berjoget ‘ala’ Bollywood eh ala kadarnya. Saya mulai menyukai film Bollywood sekitar 10 tahun yang lalu pas-nya tahun 2001. Ketika itu saya ‘tidak sengaja’ menonton film India di Bioskop di Kediri Jatim.  Saya katakan tidak sengaja karena memang hanya film itu lah satu-satunya yang diputar kala itu. Filmnya berjudul “Kahona Pyaar Hai” dengan bintang Hrithik Roshan dan Amisha Patel. Itu adalah film perdana Hrithik sebagai pemeran utama yang diproduseri oleh ayahanda Hrithik, Rajesh Roshan. Sebenarnya waktu itu saya ndak bergairah nonton film tersebut karena film India. Padahal waktu berangkat saya ingin menonton film Hollywood eh ternyata yang ada malah ‘H’nya diganti ‘B’ alias Bollywood. Akhirnya, daripada tidak nonton sama sekali ya saya paksa masuk bioskop. Dan ternyata, diluar dugaan saya, filmnya sangat bagus berbeda dengan film-film India yang saya lihat sebelumnya yang emang ‘kuno’, polisi datang telat, lagu-lagu dengan gendang yang mirip dangdut. Ternyata lagu-lagunya berbeda. Modern. Sejak itulah saya menikmati film-film Bollywood khususnya yang dibintangi Hrithik Roshan. Dan memang film “Kahona Pyar Hai” tersebut menyabet banyak penghargaan di piala FFI-nya India dan menjadi film terbaik tahun 2001 termasuk sang bintang, Hrithik Roshan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, kembali lagu-lagu Bollywood menjadi fenomena di Indonesia setelah seorang Norman, sang polisi mengunggah video &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lip sync&lt;/span&gt;-nya ke Youtube dan telah di&lt;span style="font-style:italic;"&gt;view&lt;/span&gt; seratus lima puluh ribu orang  lebih. Andaikata Briptu Norman konser di Stadion Utama Bung Karno maka Stadion akan full penonton. Dan setelah itu briptu Norman mendapat ‘job’ baru menjadi seorang penghibur.  Banyak undangan-undangan dari pihak televisi yang menginginkannya untuk tampil di acara televisi. Kenapa briptu Norman begitu fenomena saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, karena dia adalah anggota Brimob, polisi. Selama ini kalau kita mendengar kata ‘polisi’ maka yang ada dibenak kita adalah tampang sangar, galak, sering nilang trus nyebutin nominal uang, dan lain-lain. Kemudian, masyarakat melihat video seorang polisi yang bisa membuat ‘ngakak’ karena dia benar-benar bisa menghayati ‘peran’nya sebagai Shahrukh Khan. Padahal kawannya polisi yang berada disampingnya bersikap cuek bebek tapi dia tetap enjoy aja berjoget India. Setelah melihat video tersebut masyarakat jadi tahu kalau ada polisi yang lucu, ada bakat menghibur.  Masyarakat kemudian banyak yang suka. Mungkin kalau yang joget saya, memakai seragam Kementerian Agama tidak akan menarik perhatian masyarakat. Karena orang Kementerian Agama aslinya ndak 'sangar'. Hehehe.. Makanya saking sukanya pada ulah Briptu Norman, sang Brimob tadi ‘dibela’ oleh masyarakat ketika mendengar akan adanya sanksi bagi dia karena berjoget saat tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kedua, wajah atau ekspresi Briptu Norman yang memang kocak. Jadi, banyak masyarakat yang suka dengan aktingnya bahkan ada yang gemes. Hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, anda bisa menilai sendiri.. saya kira cukup sekian dari saya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis adalah Pengamat dan Penikmat Film-film Bollywood&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4892064743232519775?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4892064743232519775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/04/fenomena-briptu-norman-dan-bollywood.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4892064743232519775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4892064743232519775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/04/fenomena-briptu-norman-dan-bollywood.html' title='Fenomena Briptu Norman dan Bollywood'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4327209638234475615</id><published>2011-04-08T17:19:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T17:20:26.556-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Da&apos;wah'/><title type='text'>Implikasi Iman Terhadap Perilaku Seseorang</title><content type='html'>Sebelum perjalanan isro’ dimulai, oleh malaikat Jibril Rasulullah dibawa ketepi sumur zam-zam. Disana dibersihkan hati Nabi, bukan karna hatinya kotor, tapi yang bersih ditambah menjadi lebih bersih. Lalu dipenuhi hati Nabi dengan iman, ilmu dan hikmah. Nabi akan melakukan perjalanan jauh. Jauuuh menghadap Allah ke Sidratul Muntaha. Perlu bawa bekal. Bekalnya iman, ilmu dan hikmah. Begitu juga hidup ini. Hidup ini kan perjalanan panjang. Kita pernah tinggal di alam arwah. Dari alam arwah kita pindah ke alam rahim, alam kandungan ibu. Dari alam rahim kita pindah kea lam dunia sekarang ini. Dari alam dunia kita akan menuju alam barzakh atau alam kubur. Dari alam kubur kita akan menuju alam mahsyar atau akherat. Ini kan perjalanan panjang perlu bawa bekal. Bekalnya apa? Harta? Tahta? Iya..tapi yang pokok adalah bekal iman, ilmu dan hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan kali ini saya akan membahas tentang  bekal yang pertama saja yaitu tentang iman.. bagaimana implikasi atau pengaruh iman terhadap perilaku seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika para sahabat duduk-duduk bersama Rasulullah. Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Dilihat dari penampilannya dia bukan musafir, tapi dia asing dimata sahabat. Dia langsung duduk di depan Nabi, lututnya ditempelkan dilutut Nabi. Orang asing itu berkata “                                                               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا محمد اخبرنى عن الاسلام؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Muhammad, beritahu aku tentang Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul menjawab  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  الاسلام أن تشهد أن لا إله الا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة و تؤتى الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت إن استطعت اليه سبيلا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menjalankan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Romadhon, haji ke baitullah bagi yang mampu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang asing itu berkata “ Shodaqta” leres panjenengan.. Sahabat pada bingung. Ini orang tanya kok lantas  membenarkan. Belum selesai rasa herannya, orang asing tadi bertanya lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; beritahu saya tentang Iman.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ان تؤمن بالله وملائكته و كتبه و رسوله واليوم الاخر وتؤمن بالقدر خيره وشره&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir dan beriman dengan takdir, baik dan buruknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang asing menjawab “Shodaqta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beritahu saya tentang ihsan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menjawab, " Jika kamu menyembah (beribadah) kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya. apabila kamu tidak melihatnya maka sesungguhnya Allah melihatmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah orang asing itu pergi, Rasul bersabda pada Umar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا عمر اتدرى من السائل؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Umar..Apakah kamu tahu siapa yang tanya tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar menjawab, “Allah dan Rasulnya yang tahu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فإنه جبريل اتاكم يعلمكم دينكم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis tadi bias ditarik 2 kesimpulan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dalam mengajarkan agama, Nabi memakai  media sandiwara. Aktornya hanya ada 2, Nabi dan Jibril. Penontonnya, para sahabat. Begitulah dalam berdakwah kita tidak hanya berceramah langsung menyampaikan materi, tapi kita bisa memakai media lain seperti melalui media hiburan. Kita bisa berdakwah melalui film, sinetron, teather, ketoprak dan lain sebagainya. Tapi saat ini mayoritas sinetron dan film mengajarkan percintaan daripada masalah keagamaan. mengajarkan kekerasan daripada perdamaian. Mengajarkan cerita horor, hantu-hantu daripada film yang bermutu.. Na'udzubillah..&lt;br /&gt;    Secara garis besar dalam beragama dibagi menjadi 3 tingkatan: 1. Islam 2. Iman 3. Ihsan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam seperti yang telah disebutkan di hadits, Islam adalah syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji..sedang iman adalah percaya kepada Allah, Rasul, malaikat, kitab dan hari akhir dan takdir... sedang ihsan adalah kita beribadah kepada Allah. Beribadah tidak hanya sholat saja..kita bekerja ini termasuk beribadah..kita beribadah, kita bekerja  seakan-akan kita melihat Allah. Kalao kita tidak melihat Allah, maka kita yakin Allah pasti melihat kita... kalo orang sudah syahadat, brarti Islam.. tidak peduli setelah syahadat dia masih melakukan maksiat..dia Islam, tapi belum beriman. Dia rajin melakukan sholat, tapi  dia juga rajin mendatangi lokasi pramunikmat.. Islam, tapi belum beriman.. dia rajin melakukan puasa, tapi dia juga rajin memfitnah tetangga. Dia rajin menunaikan zakat, tapi kalo menyelesaikan masalah selalu memakai tongkat .. dia juga sudah haji, tapi masih tetap menyakiti istri atau suami.. Islam, tapi belum beriman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman saya ibaratkan rem. Tau rem ya? Kendaraan, sepeda motor, mobil, bis, sepeda onthel itu ada remnya. Anda mau saya ajak piknik ke Bali. Gratis tidak bayar. Mau? Tapi bisnya ndak pake rem.. mau?? nabrak. begitu juga kita manusia jika hidup tanpa iman ibarat kendaraan tanpa rem. Apa-apa ditabrak. Entah itu haram, entah itu halal. Entah itu sepatu entah itu sandal, entah itu batu entah itu aspal, entah itu guling apa bantal, entah itu cecak apa kadal semua diuntal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tau itu barang milik orang lain ya ditunggu dia lena.. Iman yang mengontrol.. dia rajin sholat jamaah dimasjid..datang dia pake sandal swallow..keluar masjid bawa sepatu pakalolo.. Iman, kontrol.. Eh, ini bukan pengalaman pribadi ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya, apabila seseorang itu bisa dikatakan beriman maka akan berpengaruh pula dalam sikap kesehariannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من كان يؤمن با لله واليوم الاخر فليحسن الى جاره و من كان يؤمن با لله واليوم الاخر فليكرم ضيفه و من كان يؤمن با لله واليوم الاخر فليقل خيرا او ليصمت&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka berbuat baiklah pada tetangga,sama tetangga rukun, mulyakanlah tamu...adat orang Jawa kalo ada tamu minimal..minimal lah disuguh air putih.. memulyakan tamu.. kemudian bicaralah yang baik atau diam... inilah sikap orang yang beriman.. kalo dia bicara yang dikeluarkan dari mulutnya adalah emas.. dan diamnya adalah perak.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Materi kultum di Masjid Kankemenag Kab. Boyolali tanggal 14 Februari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4327209638234475615?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4327209638234475615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/04/implikasi-iman-terhadap-perilaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4327209638234475615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4327209638234475615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/04/implikasi-iman-terhadap-perilaku.html' title='Implikasi Iman Terhadap Perilaku Seseorang'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4844122219213675096</id><published>2011-04-07T07:02:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T07:04:32.856-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Film Humanis Relegius "Masih Pentingkah Kita Berbeda"</title><content type='html'>Barusan saya menonton film karya mas Hanung Bramantyo yang berjudul “?”MASIH PENTINGKAH KITA BERBEDA.  Saya memang pengagum mas Hanung, film-film mas Hanung selalu saya nikmati terutama yang ‘berbau’ agama seperti  Perempuan Berkalung  Sorban, Ayat-ayat Cinta, Sang Pencerah, dan yang baru “?”. Film mas Hanung ini bisa jadi alternatif bagi pecinta film lokal yang kebanyakan cuma berkutat pada tema horror, komedi  seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin berkomentar masalah film, lihat dulu filmnya baru berkomentar. Jangan seperti ketika film 2012 diputar sebagian orang Islam mengharamkan film tersebut karena ada adegan masjid yang  ‘dihancurkan’ oleh Roland Emerich sang sutradara. Setelah menonton ternyata yang dihancurkan bukan masjid tapi gereja Vatikan. Karena sama-sama ada kubahnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali cerita film, Hanung langsung menghadirkan sebuah konflik. Seorang pastur yang tengah menyambut para jemaat di muka gereja ditikam seorang pemuda. Dugaan Anda tak keliru rupanya, karena pikiran kita akan digiring pada tudingan bahwa umat Islamlah yang telah dengan sengaja melakukannya. Tetapi, benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memberikan konflik berbau agama, cerita film ini lebih banyak memotret pada lingkup kehidupan yang lebih kecil, tetapi cukup menyimpan persoalan pelik di dalamnya. Panggung cerita itu disajikan di salah satu sudut kota tua di Semarang bernama Pasar Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana ada masjid, gereja, dan klenteng. Lalu, untuk membuat cerita ini hidup, Hanung menghadirkan tiga keluarga dengan latar belakang sosial ekonomi dan suku yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keluarga Tan Kat Sun (diperankan oleh Hengky Sulaeman), yang memiliki restoran Canton Chinese Food. Ia adalah seorang kepala keluarga yang toleran terhadap perbedaan, tetapi ternyata menyimpan persoalan dengan putranya, Hendra (Rio Dewanto), dalam menjelaskan betapa pentingnya bertoleransi dengan tetangga yang berbeda agama dan budaya. Bentuk tolorensi Tan Kat Sun ini salah satunya ditunjukkan dengan membedakan perkakas memasak untuk makanan tidak halal dan halal, serta memberikan libur selama lima hari kepada karyawannya yang Muslim ketika masa Lebaran tiba.Kisah lain seorang sahabat dari Menuk, Rika (endhita) seorang janda baru pindah agama, namun dipertentangkan oleh orang sekitarnya termasuk anaknya Abi (Baim). Namun Rika tetap menghormati dan mengajarkan hal-hal Islam kepada anaknya yang memilih Islam sebagai agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya permasalahan yang dihadapi  Surya (Agus Kuncoro), teman dekat Rika pria tanggung mengakunya artis tapi lebih banyak sebagai figuran. Dan satu lagi anak dari Tan Kat Sun, Ping Hen (Rio Dewanto) yang sangat anti dengan muslim. Eh ada juga si Glenn Fredly main sebagai Doni teman gereja Rika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini berjalan seperti kisah masyarakat di mana, ada yang saling menghargai dan ada juga yang saling mengejek satu sama lain. Bagaimana Tan Kat Sun menghadapi anaknya, bagaimana Rika menjelaskan posisinya sebagai penganut Katholik padahal anaknya Islam masih kecil, seberapa tahankah Menuk menghadapi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Surya seorang muslim yang dilema bagaimana menghasilkan uang dengan jalan seni peran, salah satunya tawaran menjadi Yesus dalam pementasan Drama Paskah di Gereja Rika dan Rumah Makan Tan Kat Sun sebagai penyedia konsumsinya. Serta Si Soleh yang akhirnya menjadi Banser NU menjaga malam paskah di Gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebagian besar konflik yang dibangun di dalam cerita ini, seperti diakui Hanung, banyak diinspirasi dari kisah nyata yang pernah terjadi di negeri ini. Salah satunya, ketika Soleh mencoba mengamankan perayaan malam Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soleh yang kala itu sudah mendapat pekerjaan sebagai anggota Banser NU, dengan keberaniannya menjadi tameng terhadap bom yang meledak. Hanung sempat mengatakan, sosok Soleh ini terinspirasi dari kisah anggota Banser NU bernama Riyanto, yang wafat ketika bertugas mengamankan malam Natal di Gereja Eben Haezer, Mojokerto, sepuluh tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sebagai sebuah karya populer, Hanung tetap tidak mau melupakan bumbu cinta di dalam filmnya. Namun, bukan cinta sepasang ABG yang hendak disajikannya. Tetapi, cinta di sini bisa juga menjadi universal, bagaimana seorang anak mencintai ibunya atau juga hubungan cinta Rika-Surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ada pula api cemburu yang terletup hingga menghadirkan konflik, seperti amarah Hendra kepada Soleh. Hendra dan Menuk sebelumnya sempat menjalin kasih. Namun, cinta keduanya tak berlanjut ke pelaminan karena perbedaan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Soleh dan Hendra menemukan kesadaran bahwa perbedaan itu adalah anugerah, keduanya sering kali beradu mulut dan fisik. Hendra menyebut Soleh sebagai teroris, karena streotip bahwa Islam itu kerap berperilaku anarkis. Sedangkan, Soleh secara rasial menghardik Hendra sebagai 'Cina'-sebuah ucapan bentuk kesal yang merujuk pada satu etnis tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi film ini bagus, menyentuh. Secara keseluruhan memang film ini memuat ajaran pluralisme. Dalam arti pluralisme yang bukan menyamakan semua agama. Tapi sikap toleransi dalam beragama dan menjaga kedamaian antar sesama.&lt;br /&gt;Setting lokasi yang mengambil latar belakang suatu daerah di Semarang pada tahun 2010- awal 2011 ini sangat enak ditonton. Ini salah satu kelebihan film mas Hanung, setting latar yang pas, rapi. Teknik kamera juga bagus membuat mata ndak bosan untuk trus menonton. Mengenai akting para bintang saya acungkan jempol buat mas Agus Kuncoro. Dia bisa berakting sebagai Surya yang pekerjaannya hanya sebagai tukang main film figuran dan berakting sebagai Yesus dan akting kocaknya sebagai Santa Claus. Akting actor senior Hengky Sulaiman juga sip..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini juga mengharukan. Ketika ada anak kecil yang sakit keras dan idolanya adalah Santa Claus, kemudian Agus Kuncoro menghibur dengan memakai kostum Santa dan menanyakan si anak apa permintaanya, karena Santa akan mengabulkan permintaannya. Si anak kemudian menyodorkan sebuah kertas ke Santa. Setelah dibuka disitu tertulis “Saya ingin pergi, saya tidak ingin menyusahkan bapak dan ibu” yang akhirnya si anak benar-benar ‘pergi’. Juga ketika Soleh sang Banser menemukan Bom di gereja lalu membawa lari keluar sambil teriak-teriak “bom..bom” dan “ duuaaaaarrr” sebuah ledakan yang, tentunya, menewaskan Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini layak ditonton dengan kedua mata. Bukan sebelah mata. Biar tidak asal memvonis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4844122219213675096?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4844122219213675096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/04/film-humanis-relegius-masih-pentingkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4844122219213675096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4844122219213675096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/04/film-humanis-relegius-masih-pentingkah.html' title='Film Humanis Relegius &quot;Masih Pentingkah Kita Berbeda&quot;'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-8799281857961018904</id><published>2011-02-13T22:29:00.000-08:00</published><updated>2011-02-13T22:56:44.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Antara Hari Kematian Santo Valentinus dan Hari Kelahiran Nabi Muhammad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-hqO4SUKZofY/TVjSJNDgbkI/AAAAAAAAAEc/9KR5txilRfA/s1600/valentine-day-63.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hqO4SUKZofY/TVjSJNDgbkI/AAAAAAAAAEc/9KR5txilRfA/s320/valentine-day-63.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573435594436013634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Februari ini, umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari Selasa 15 Februari 2011. Dan pada hari itu di Indonesia dijadikan hari libur nasional. Akan tetapi di bulan Februari ini ada  hari yang setiap tahunnya dirayakan oleh umat manusia terlebih-lebih para remaja, yaitu hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya dan banyak diyakini bahwa pada tanggal 14 Februari adalah hari kematian orang suci umat Nasrani, Santo Valentinus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun setiap tanggal 14 Februari tidak dijadikan hari libur, namun masyarakat dunia termasuk Indonesia menjadikan tanggal 14 Februari sebagai hari/tanggal yang spesial bagi diri mereka sendiri, teman, sahabat, kekasih, maupun keluarga untuk menyatakan kasih sayang mereka. Wujud dari ungkapan tersebut mereka aktualisasikan dalam bentuk pemberian barang. Kebanyakan mereka saling memberikan coklat. Hari Valentine atau Valentine's Day -versi aslinya- yang jatuh setiap tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Tradisi pemberian barang di hari valentine berasal dari Amerika Serikat pada paruh kedua abad ke-20, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kasih sayang terhadap sesama itu dianjurkan, tidak hanya dalam agama Islam, tapi semua agama pasti menganjurkan kasih sayang. Akan tetapi yang menjadi kekhawatiran dari penganut-penganut agama (yang taat) adalah penyalahgunaan dari kasih sayang tersebut dengan menginterpretasikan kasih sayang dengan hal-hal yang menjerumus ke sex bebas (free sex).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ada apa sebenarnya dengan tanggal 14 Februari? Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detail siapa sesungguhnya "St. Valentine" termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian oleh Barat peringatan kematian Santo diperingati dengan acara berformat 'kasih sayang' supaya semua umat di dunia bisa memperingatinya termasuk umat Islam. Peringatan kematian dalam Islam disebut HAUL yang diisi dengan tahlil, mendoakan arwah orang yang meninggal . Sedangkan 'HAUL' Valentinus dimeriahkan dengan pemberian barang-barang yang berkesan buat seseorang yang kita cintai. Anehnya, banyak umat Islam yang ikut merayakan 'haul' Valentinus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tidak boleh bagi umat Islam merayakan hari Valentine?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada yang mengharamkan berdasarkan hadist, "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk kaum itu". Ada juga yang memperbolehkan sepanjang parayaan hari kasih sayang yang berupa pemberian barang tersebut tidak melanggar syariat. Misalnya, peringatan hari kasih sayang dengan pemberian barang ke panti asuhan, dan lain sebagainya. Akan tetapi di bulan Februari ini ada peringatan maulid Nabi. Jadi, peringatan kasih sayang bisa dialihkan ke maulid Nabi dengan memberikan barang kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini bertujuan sebagai rasa syukur atas diutusnya Nabi Muhammad di muka bumi ini dan memberikan sesuatu kepada yang membutuhkan adalah ajaran Nabi Muhammad SAW..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, jangan kita nodai kasih sayang dengan sesuatu yang melanggar syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daur ulang dari artikel 1 tahun yang lalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-8799281857961018904?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/8799281857961018904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/02/antara-hari-kematian-santo-valentinus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8799281857961018904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8799281857961018904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/02/antara-hari-kematian-santo-valentinus.html' title='Antara Hari Kematian Santo Valentinus dan Hari Kelahiran Nabi Muhammad'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hqO4SUKZofY/TVjSJNDgbkI/AAAAAAAAAEc/9KR5txilRfA/s72-c/valentine-day-63.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-7578352855565228949</id><published>2011-01-21T06:40:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T06:42:22.262-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><title type='text'>Dakwah Profesi</title><content type='html'>Jamaah Sidang Jum’at yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita sama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kepada kita berupa kesehatan, untuk memenuhi panggilan-Nya, yakni menunaikan ibadah shalat Jum’at. Shalawat dan salam kita berikan kepada Nabi Besar Muhammad Shallallaahu ’alaihi wasallam yang telah menuntun umat manusia dari zaman jahiliyah yang penuh kegelapan menuju zaman keislaman yang tercerahkan; dan juga kepada para sahabatnya serta para generasi selanjutnya yang memperjuangkan Islam hingga akhir zaman nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kesyukuran tersebut haruslah kita wujudkan dengan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah yang selalu melihat gerak-gerik kita, dengan sebenar-benar takwa, Dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segenap larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman sekarang ini bias dibilang adalah zaman akhir. Tanda-tanda bahwa sekarang zaman akhir bias kita lihat, yaitu banyaknya perzinahan atau seks bebas, banyaknya peredaran NARKOBA dan minuman keras, mahalnya kejujuran, merebaknya kebohongan dan kemunafikan. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban kita sebagai umat untuk saling menasehati dalam kebenaran. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al ‘Asr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Demi masa. Bahwasanya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman, beramal aleh dan saling menasehati dalam kesabaran dan kebenaran”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berdakwah adalah syariat yang diajarkan dan hukumnya fardhu kifayah. Tidak boleh kategori diabaikan, diacuhkan, dan dikurangi bobot kewajibannya. Hal itu disebabkan terdapat sedemikian banyak perintah dalam Al-Qur’an dan Sunah rasululah untuk berdakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya adalah, ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali Imran, 3 : 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ayat ini adalah jadilah kamu sekelompok orang dari umat yang melaksanakan kewajiban dakwah. Di mana kewajiban ini berlaku bagi setiap muslim, sebagaimana dijelaskan oleh sabda Rasulullah SAW. ”Siapa pun yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya, kalau tidak mampu, hendaklah mengubah dengan lisannya, kalau tidak mampu hendaklah mengubah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Bukhori Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ingatlah, wahai kaum muslimin bahwa dakwah untuk menegakkan ajaran-ajaran Allah merupakan kewajiban yang disyari’atkan dan menjadi tanggung jawab yang harus dipikul oleh kaum muslimin seluruhnya. Artinya setiap muslim dituntut untuk berdakwah sesuai kemampuannya dan peluang yang dimilikinya. Oleh sebab itu wajiblah bagi kita untuk senantiasa bersemangat dan berpartisipasi dalam berdakwah menyebarkan Islam ke mana pun kita menuju dan di mana saja kita berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah Shalat Jum’at yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah dan amar ma’ruf merupakan prasyarat dalam membangun khairu ummah (umat pilihan). Seandainya umat Islam tak mau berdakwah, maka tentu mereka pasti mengalami kerugian dan kemunduran dalam pelbagai aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan sekelompok benar-benar disebabkan karena dakwah dan demikian pun dengan kehinaan mereka adalah karena meninggalkan dakwah. Allah SWT berfirman, ”Kamu semua adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran, 3 : 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui ayat ini, Allah mengisyaratkan pemberian predikat yang terbaik kepada umat manusia bila mereka mampu memenuhi tiga syarat yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyuruh kepada yang ma’ruf&lt;br /&gt;2. Mencegah dari yang mungkar, dan&lt;br /&gt;3. Mau beriman kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah Jum’at yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah merupakan pekerjaan terbaik, sesuai firman Allah SWT, ”Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Fushshilat, 41: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini dikukuhkan oleh Sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;لِأَنْ يَهْدِيَكَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُوْنَ لَكَ مِنْ حُمُرِ النَّعَمِ. رواه مسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya : Sungguh jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui engkau (dakwah engkau) maka itu lebih baik bagimu daripada engkau memiliki onta merah. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat dan hadits ini, menjadi jelaslah bahwa dakwah merupakan perbuatan terbaik dan pelakunya akan dibalas dengan balasan yang besar. Maka Rasulullah tetap tegar dalam dakwah, walau diganggu, dipersulit dan meskipun akan dibunuh tidaklah hal itu menghalangi beliau dalam berdakwah demi tegaknya agama Islam.&lt;br /&gt;Karenanya, para da’i hendaknya menyadari bahwa ancaman, intimidasi, dan teror serta ancaman bunuh dari musuh adalah sunnatullah yang sudah dialami para nabi sebelum Nabi Muhammad dan hal itu akan berlanjut sampai hari Kiamat. Sehingga mereka telah memiliki kesiapan mental yang dapat diandalkan untuk menhadapi berbagai kemungkinan yang akan menghambat jalannya dakwah islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah Jum’at yang berbahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita sejenak merenung dan meresapi perjuangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dan para sahabat dalam berdakwah? Mereka disiksa, diteror ada yang dibunuh, bahkan ada pula yang diembargo ekonomi dalam jangka waktu yang lama. Mereka sempat makan rumput-rumputan dan daun-daunan hingga mulut dan lidah mereka pecah-pecah. Namun mereka selalu tabah dan tetap bertekad membara menegakkan kalimatullah yang Agung dan bijaksana (li’ilaa’i kalimatullahi hiyal ulya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah Kaum Muslimin Rokhimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah bertujuan tersebarnya kebenaran pada umat manusia (khususnya kaum muslimin) agar senantiasa memperbaiki kualitas hidupnya. Agar para hamba Allah semakin giat beribadah kepada Sang Khaliq. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka alangkah bahayanya kalau dakwah itu sampai tidak berjalan, mogok total tanpa ada yang menjalankan. Sebab pada saat itu adzab Allah akan turun ke bumi menimpa manusia semuanya. Apakah di dalamnya itu orang beriman atau bukan beriman. Sebagaimana firman Allah SWt, ”Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim di antara kamu, dan ketahuilah Allah amat keras siksanya”. (QS. Al-Anfal,, 8 : 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah Jum’at yang berbahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian khutbah singkat yang bias saya sampaikan, yang intinya sebagai bahan ringkasan dari khutbah ini adalah marilah kita tingkatkan partisipasi kita dalam berdakwah sesuai dengan kemampuan kita, profesi kita, umpama kita seorang seniman, maka kita bias berdakwah melalui seni. Seperti melalui film, sebagaimana halnya yang dilakukan oleh Deddy Mizwar dengan film-film atau sinetronnya yang menggelitik tanpa mengurangi substansi dari pesan film tersebut. Juga seperti mas Hanung Bramantyo dengan film Sang Pencerah-nya dan lain sebagainya. Atau bisa berdakwah melalui lagu, seperti bang Haji Rhoma Irama, Iwan Fals atau sekarang yang baru menggemparkan adalah Bona Paputungan dengan lagunya Andai Aku Jadi Gayus. Atau berdakwah dengan jabatan kita.  Jika kita seorang guru, maka kita berdakwah mengajarkan kebaikan dan kebenaran kepada anak didik. Atau seorang atasan berdakwah dengan bawahannya dengan member contoh atau teladan yang baik. Bila kita seorang ayah, maka kita berdakwah dengan keluarga kita. Karena keutamaan umat ada dalam dakwah dan kerugian umat akibat meninggalkan dakwah. Sekali lagi mari kita tingkatkan semangat kita berdakwah sesuai dengan manhaj salafush shalih, yaitu berdakwah dengan kedamaian bukan dengan kekerasan. Semoga Allah menolong kita dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Amin ya Robbal’alamin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-7578352855565228949?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/7578352855565228949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/01/dakwah-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/7578352855565228949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/7578352855565228949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2011/01/dakwah-profesi.html' title='Dakwah Profesi'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-8792794227207365058</id><published>2010-12-12T07:02:00.000-08:00</published><updated>2010-12-13T19:07:41.311-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>FEMINISME DALAM PANDANGAN FATIMA MERNISSI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TQbe4vaF5yI/AAAAAAAAAD0/7XdvC1yV1WY/s1600/maniz.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TQbe4vaF5yI/AAAAAAAAAD0/7XdvC1yV1WY/s320/maniz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550368657160660770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, masih ada yang memposisikan perempuan sebagai warga kelas dua (the second people). Hal itu terlihat pada aturan, kebiasaan, budaya dan penafsiran agama yang mengarah pada pengekangan dan perampasan hak-hak perempuan. Dalam masyarakat Islam misalnya, ada anggapan bahwa suara perempuan adalah aurat. Dalam pemahaman ini akses perempuan untuk mengaktualisasikan dirinya di ranah publik terhalangi. Perempuan juga dikebiri hak asasinya untuk maju dan berkembang, melakukan aktifitas diluar rumah, mengaktualisasikan kemampuannya, terjerat dalam mata rantai tugas-tugas domestik dari dapur, sumur, kasur atau menjadi &lt;i&gt; konco wingking&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah peradaban manusia mencatat bahwa sebelum datangnya Islam, kedudukan wanita sangat mengkhawatirkan. Mereka tidak dipandang sebagai manusia yang pantas dihargai. Bahkan wanita tidak lebih dipandang sebagai makhluk pembawa sial dan memalukan serta tidak mempunyai hak untuk diposisikan di tempat terhormat dimasyarakat. Praktek inhuman ini tercatat berlangsung lama dalam sejarah peradaban masyarakat terdahulu. Dalam tradisi dan hukum Romawi kuno bahkan disebutkan bahwa wanita adalah makhluk yang selalu tergantung kepada laki-laki. Jika seorang wanita menikah, maka dia dan seluruh hartanya secara otomatis menjadi milik sang suami. Ini hamper sama dengan yang tertulis dalam English Common Law, “&lt;I&gt;All real property which a wife held at the time of marriage became a possession of her husband&lt;/i&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TQbfCaU5PjI/AAAAAAAAAD8/BpmTHheQWZY/s1600/Perempuanberkalungsorban.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TQbfCaU5PjI/AAAAAAAAAD8/BpmTHheQWZY/s320/Perempuanberkalungsorban.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550368823300406834" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam tradisi Arab, kondisi wanita menjelang datangnya Islam bahkan lebih memprihatinkan. Wanita dimasa Jahiliyah dipaksa untuk selalu taat kepada kepala suku/suaminya. Mereka dipandang seperti binatang ternak yang bias dikontrol, dijual, atau bahkan diwariskan. Arab Jahiliyyah terkenal dengan tradisi mengubur bayi wanita hidup-hidup dengan alasan hanya akan merepotkan keluarga dan mudah ditangkap musuh yang pada akhirnya harus ditebus. Salah satu tradisi yang berkembang di masyarakat jahiliyyah sebelum Islam adalah adanya tiga bentuk pernikahan yang jelas-jelas mendiskreditkan wanita. Pertama adalah, &lt;i&gt; nikah al-dayzan&lt;/i&gt;, dalam tradisi ini jika suami seorang wanita meninggal maka anak laki-laki tertua berhak untuk menikahi ibunya. Jika anak berkeinginan untuk menikahinya maka sang anak cukup melemparkan sehelai kain kepada ibunya dan secara otomatis dia mewarisi ibunya sebagai istri. Kedua, &lt;i&gt; zawj al balad&lt;/I&gt;, yaitu dua orang suami sepakat untuk saling menukar istri tanpa perlu adanya mahar. Ketiga, &lt;i&gt;zawj al-istibda&lt;/I&gt;, dalam hal ini seorang suami bisa dengan paksa menyuruh istrinya untuk tidur dengan lelaki lain sampai hamil dan setelah istri hamil dipaksa untuk kembali lagi kepada suami semula. Dengan tradisi ini diharapkan sepasang suami istri memperoleh bibit unggul dari orang lain yang dipandang mempunyai kelebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Islam datang, wanita mendapat posisi yang menguntungkan. Term persamaan antara laki-laki dan perempuan tidak hanya sebatas pada hal-hal spiritual atau isu relegius semata. Lebih jauh al-Qur’an berbicara tentang persamaan hak antara laki-laki dan wanita dalam segala aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal kewajiban moral spiritual beribadah kepada sang Pencipta, al-Qur’an menekankan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Al-Qur’an menyebutkan bahwa siapapun yang berbuat baik, laki-laki maupun wanita, Tuhan akan memberikan pahala yang setimpal (QS. 3:195 dan 16:97).  Untuk hak-hak yang bersifat ekonomis, al-Qur’an mengenal adanya hak penuh bagi wanita sebelum dan sesudah menikah. Jika sebelum menikah, seorang wanita mempunyai kekayaan pribadi, maka begitupun setelah dia menikah. Dia mempunyai hak kontrol penuh terhadap kekayaannya. Dalam hak wanita terjun ke kancah politik, masih terjadi &lt;i&gt;khilaf&lt;/I&gt; antara pakar (ulama). Ada golongan yang tidak memperbolehkan wanita terjun ke politik. Mereka berpandangan bahwa laki-laki adalah &lt;I&gt; qowwamun&lt;/I&gt; (pelindung) dan pemelihara bagi perempuan. “&lt;i&gt;Man are the protectors and maintainers of women&lt;/i&gt;” (QS. Annisa:34). Ada juga ulama yang mendukung wanita berkiprah dalam politik, seperti Muhammad Anis Qosim Ja’far, berpandangan bahwa QS. Annisa ayat 34 berhubungan dengan kepemimpinan suami untuk mendidik istrinya dalam kasus nusyuz (istri durhaka kepada suami). Ini dapat diketahui dari &lt;i&gt;asbabunnuzul&lt;/i&gt; ayat tersebut. Dimana surat ini turun berkenaan dengan kasus istri Sa’ad ibn al-Rabi’ yang tidak taat kepada suaminya. Ayat tersebut turun karena sebab khusus, yaitu berkenaan dengan kisah tertentu, masalah keluarga dan tidak ada kaitan dengan keterlibatan perempuan dalam hak-hak politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang merasa muak jika membahas masalah feminisme atau kesetaraan gender. Karena mereka menganggap feminisme merupakan biang atau akar terjadinya pornografi atau pornoaksi ataupun menyebabkan banyaknya perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan perjuangan feminisme pada umumnya adalah mencapai kesetaraan, harkat dan kebebasan perempuan dalam memilih untuk mengelola kehidupan dan tubuhnya baik di dalam maupun diluar rumah tangga.  Tuntutan utama kalangan feminis muslim mula-mula adalah perbaikan tingkat pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Diantara para feminis muslim awal ini adalah Aisyah Taymuriyah (penulis dan penyair Mesir 1840-1902) dan Zainab Fawwaz (Lebanon w.1914). setelah itu muncullah feminis Islam antara lain, Raden Ajeng Kartini (Indonesia, 1879-1904), Emilie Ruete (Zanzibar, 1844-1924), Taj as-Shalthanah (Iran), Nabawiyyah Musa (Mesir 1886-1951), Fatima Mernisi (l.1940), Riffat Hassan (l.1943) dan masih banyak lagi. Dalam makalah ini penulis hendak mengulas pemikiran Fatima Mernisi terhadap feminisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatima Mernissi lahir pada tahun 1940 di Fez, Maroko –sekitar lima ribu kilo meter di sebelah barat Makkah dan seribu kilo meter di sebelah timur Madrid-. Mernisi hidup dalam sebuah keluarga yang mempunyai &lt;i&gt;hudud&lt;/i&gt; (batas-batas) yang sangat ketat. Akibat hidup dalam kungkungan tersebut, tidak membuat pikiran Mernissi juga terkungkung. Tapi, sebaliknya Mernissi bisa berfikir terhadap lingkungannya dengan dibantu neneknya yang pada akhirnya membuat Mernissi bisa menulis banyak karya yang diakui oleh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TQbfMwtsAaI/AAAAAAAAAEE/y4Of3h48cY0/s1600/mernissi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TQbfMwtsAaI/AAAAAAAAAEE/y4Of3h48cY0/s320/mernissi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550369001108668834" /&gt;&lt;/a&gt;Fatima Mernissi adalah salah satu diantara banyaknya feminis-feminis muslim dunia. Dari pemikirannya muncul karya-karya yang banyak dijadikan referensi ataupun juga bacaan bagi mereka yang aktif dalam membahas feminisme. Karya-karyanya sudah banyak diterjemahkan kedalam bahasa Arab, Perancis, Inggris, dan Indonesia. Diantara karya-karyanya yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah Teras Terlarang (Dreams of Trespass), Menengok Kontrovesi Peran Wanita dalam Politik dan Pemberontakan Wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mernissi, meskipun Islam bermaksud memberikan posisi yang setara antara laki-laki dan perempuan, kecenderungan misoginis yang terutama berasal dari tradisi pra-Islam membuat kesetaraan ideal sukar terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kesimpulan penting dari studi Mernissi adalah bahwa Nabi Muhammad SAW sebenarnya tidak menghendaki pemisahan antara ruang pribadi dan ruang umum (public). Namun karena desakan para pengikutnya, terutama berasal dari Mekah yang menerima revolusi diruang umum tetapi ingin tetap mempertahankan tradisi pra-Islam di ruang pribadi, akhirnya Nabi menerima pemisahan antara ruang pribadi dan ruang umum tersebut. Inilah yang mengakibatkan kedudukan perempuan yang semula membaik menjadi mundur kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya “Pemberontakan Wanita”  Mernissi mengatakan bahwa penempatan posisi wanita di Negara-negara Arab sebagai perampasan atas hak wanita sebagai makhluk Tuhan. Contohnya adalah ledakan penduduk. Negara-negara Arab tidak berusaha menganalisis penyebab ledakan penduduk yang dimungkinkan dapat berpengaruh terhadap pengidentifikasian kaum wanita buta huruf serta marginalisasi ekonomi sebagai faktor penyebabnya. Mereka justru sibuk menganjurkan pemakaian cadar, pengembalian peran wanita di dalam rumah, dan pembatasan geraknya. Sementara usaha memberikan peluang bagi wanita untuk maju disegala lini dan pengambilan keputusan tidak ada. Tugas wanita dalam konsep agama dan konsep ilahiyyah adalah manipulasi politik dalam Islam yang tidak merdeka, pemingitan dan pembatasan wanita di ruang domestic (rumah tangga) yang masih dianggap ‘wajar’ oleh kebanyakan orang, bagi Mernissi merupakan sesuatu yang perlu ditinjau kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Nabi yang seakan-akan melarang perempuan berkiprah dalam wilayah politik yang berbunyi “&lt;i&gt;Tidaklah akan jaya suatu kaum yang menyerahkan urusan kepada perempuan&lt;/i&gt;”. Mernissi berpandangan bahwa hadits tersebut termasuk hadits yang berkenaan dengan suatu kasus tertentu. Rasulullah mengatakan, bahwa hadits ini berkaitan dengan putrid Kisra, penguasa Persia yang menjabat kepala Negara yang tidak mempunyai anak laki-laki yang bias diangkat menjadi raja. Selain itu, hadits ini termasuk hadits ahad, yaitu hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah oleh para perowi yang jumlahnya tidak mencapai jumlah para perowi mutawattir. Hukum  hadits ahad tidak mendatangkan keyakinan, melainkan hanya mendatangkan dugaan kuat (zhaan) saja. Oleh karena itu tidak boleh bersandar pada hadits ahad dalam hukum-hukum yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menengok kembali kondisi atau kiprah muslimah pada masa Rasul tercermin dalam kajian-kajian yang langsung dipimpin oleh Rasulullah yang melibatkan para sahabat dan muslimah dalam satu majlis. Terlihat jelas bagaimana muslimah masa itu mendapatkan hak untuk menimba ilmu, mengkritik, bersuara, berpendapat dan atas permintaan muslimah sendiri meminta Rasul satu majlis terpisah untuk mendapat kesempatan lebih banyak berdialog dan berdiskusi dengan Rasulullah. Terlihat juga geliat aktifitas perempuan sahabat Rasul dalam panggung bisnis, politik, pendidikan, keagamaan,dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TQbfaV-rWaI/AAAAAAAAAEM/HOwS4LvBZFo/s1600/61847_1606769375848_1434589219_31603446_2152867_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 217px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TQbfaV-rWaI/AAAAAAAAAEM/HOwS4LvBZFo/s320/61847_1606769375848_1434589219_31603446_2152867_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550369234450340258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kiprah wanita dalam masyarakat sangat dibutuhkan. Sampai-sampai perannya tak dapat tergantikan. Pada posisi inilah keterlibatan wanita dalam masyarakat menjadi wajib hukumnya. Dibidang politik misalnya, muslimah harus ada disana untuk mewakili aspirasi kaum hawa. Dibidang kedokteran, barisan dokter muslimah sangat dibutuhkan untuk merawat pasien-pasien wanita. Bahkan signifikasi ini juga berlaku pada penanganan prostitusi, kenakalan remaja, anak jalanan atau dakwah sesame kaum hawa sendiri.  Oleh karena itu, kritik terhadap perempuan jangan sekali-kali dikaitkan dengan ke-perempuan-nya perempuan, melainkan karena kapabilitasnya terutama dalam memegang jabatan publik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-8792794227207365058?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/8792794227207365058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/12/feminisme-dalam-pandangan-fatima.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8792794227207365058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8792794227207365058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/12/feminisme-dalam-pandangan-fatima.html' title='FEMINISME DALAM PANDANGAN FATIMA MERNISSI'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TQbe4vaF5yI/AAAAAAAAAD0/7XdvC1yV1WY/s72-c/maniz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4838973493390124446</id><published>2010-11-25T20:58:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T20:59:52.562-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa / Sastra'/><title type='text'>Air pun Gerah</title><content type='html'>Hujan lebat membasahi tanah dimana aku berpijak. Saat itu aku masih berada di jalan raya karena aku baru saja ada kepentingan dengan seseorang. Kepentingan yang bisa dikatakan 'kotor'. Sebab kepentinganku berhubungan dengan orang banyak tapi aku monopoli sendiri biar bisa menjadi hak beberapa orang. Macetnya luar biasa kala hujan itu. Maklum air membanjiri jalan raya hingga sepinggul orang dewasa. Aku hanya berfikir, "ini jalan apa sungai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana macet, perlahan air sudah bisa memasuki mobil yang aku kendarai. Aku pun 'mencak-mencak' pada air, " Sialan, kenapa loe masuk juga. Bisa-bisa rusak mesin mobil gua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak disangka air tersebut menjawab dengan nada tinggi, " Loe manusia tu yang sialan.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata air yang tentu saja mengagetkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loe yang sialan. Ini bukan jalan loe kenapa loe jalan di jalan manusia? Loe kan udah dibuatin jalan sendiri? Masih kurang?" jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jalan mana?? lorong-lorong yang penuh dengan sampah itu? kolongan yang sudah tidak bisa dimasuki lagi? kau sebut itu jalan?" bantah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salah loe sendiri dibuatin jalan ga mau bayar pajak.." kataku sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah? aku harus bajar pajak?? Sory sory Jack.. gua takut kalo bayar pajak ntar pada di&lt;span style="font-style:italic;"&gt;gayus&lt;/span&gt;kan...." jawaban yang tak kusangka dari air yang begitu up to date.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4838973493390124446?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4838973493390124446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/11/air-pun-gerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4838973493390124446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4838973493390124446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/11/air-pun-gerah.html' title='Air pun Gerah'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4899300993033015319</id><published>2010-11-21T15:11:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T15:14:08.322-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa / Sastra'/><title type='text'>Siksaan Sebuah Penantian</title><content type='html'>Kekasihku&lt;br /&gt;Tlah lama ku merindumu&lt;br /&gt;Pilu sedih dalam kerinduan ini&lt;br /&gt;Menangispun tak berair mata lagi&lt;br /&gt;Tapi terus tetap ku bersabar&lt;br /&gt;Karena ikatan janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ku menunggu dengan rindunya&lt;br /&gt;Ku jalani siksaan sebuah penantian&lt;br /&gt;Dan akan tetap ku nantikan&lt;br /&gt;Sampai kapanpun ku tetap setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hadirlah segera wahai kasihku&lt;br /&gt;Datanglah bersama cahaya cintamu&lt;br /&gt;Betapa gembira hatiku&lt;br /&gt;Saat kau tebar senyum yang penuh kasih&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penantianku kan hampir berakhir&lt;br /&gt;Datanglah kasih…&lt;br /&gt;Aku sudah rindu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sragen, 15 Agustus 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. ZARA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4899300993033015319?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4899300993033015319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/11/siksaan-sebuah-penantian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4899300993033015319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4899300993033015319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/11/siksaan-sebuah-penantian.html' title='Siksaan Sebuah Penantian'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4130884208992582117</id><published>2010-11-05T10:45:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T10:46:52.630-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Maqoshid Syari'ah Sebagai Metode Hukum di Indonesia</title><content type='html'>Indonesia sebagaimana kita ketahui menganut konsep demokrasi Barat, di mana kedaulatan di tangan rakyat dan elemen-elemen prosedural seperti pemilihan umum yang bebas, persamaan di depan hukum, kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan pers diterapkan dan dilindungi oleh negara. Sementara itu penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam secara umum adalah penganut paham Sunni, khususnya paham Asy'ariyah di bidang teologi dan Syafi'iyyah di bidang fikih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan demokratisasi dan desentralisasi sejak runtuhnya Soeharto dengan Orde Baru-nya terjadi kebangkitan peran agama dalam proses politik di Indonesia. Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan kelihatan sangat menonjol sejak Revolusi Iran 1979.(Armstrong:2001:501). Sejak itu, peran agama dalam politik -dalam hal ini Islam, bukan hanya dalam gerakan sosial (social movement), melainkan ia menjadi bagian dari politik kenegaraan (politik tengah) dan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia fenomena ini biasa disebut sebagai birokratisasi Islam, hal itu terjadi sejak berdirinya ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) pada 1990. ICMI adalah fenomena bersatunya kekuasaan otoriter Orde Baru dengan para aktivis Muslim yang merambisi menguasai Negara di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu ada semacam pergeseran strategi dari kalangan Islamis dari Islamisasi Negara dengan mengubah landasan dan dasar negara Pancasila menjadi Islam ke arah birokratisasi Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Birokratisasi Islam melalui perundangan-undangan dan berbagai aturan yang bernuansa Syari’ah Islam rupanya makin intensif terjadi justru ketika masa demokratisasi dan desentralisasi atau otonomi daerah sekarang ini. Di samping berbagai rancangan UU dalam tingkat nasional, seperti UU Zakat, RUU Perkawaninan, RUU Waris dan sebagainya hingga peraturan-peraturan perbankan, juga tumbuhnya berbagai Perda (Peraturan Daerah) dan juga Surat Keputusan (SK) Bupati dan Walikota yang berkaitan dengan hal ini. Aturan dan perundang-undangan yang merupakan derivasi dari Syari’ah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, demonstrasi penerapan syariat Islam yang belakangan seringkali muncul sebagai akibat ketidakpuasan terhadap sistem demokrasi merupakan fenomena yang patut dicermati. Di satu sisi, demokrasi sebagai sistem pemerintahan Indonesia adalah suatu hal yang final. Sementara di sisi lain, rakyat sebagian merasa kecewa dengan sistem pemerintahan yang ada. Sehingga ada yang mengatakan "demokrasi haram" dan "penerapan syariat Islam adalah suatu utopia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Negara multi –multikultural, multi etnis, multi agama-, demokrasi adalah konsep yang tepat dan final. Akan tetapi, disini penulis akan menganalisa konsep demokrasi dilihat dari pandangan Imam asy-Syatibi, yaitu maqashid al-syari’ah sebagai solusi metode hukum berdemokrasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama langit, yang diwahyukan Tuhan kepada Muhammad, melalui Al-Quran (vox Dei, suara Tuhan, bukan vox populi, suara umat), dan harus diimani sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Secara vertikal/teologis, ia bersifat dogmatis, namun secara horizontal/sosial bersifat lentur, dan terbuka ruang ijtihad bagi para ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi adalah hasil akal budi manusia di bumi yang, pertama-tama, bersandar pada asas vox populi vox Dei. Merupakan sebuah bentuk/sistem pengelolaan pemerintahan yang pertama kali dikembangkan di negara kota Athena zaman Pericles di abad kelima dan keempat sebelum Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui bahwa ilmu urgensitas ushul fiqh amat dirasakan dalam menangkap "pesan-pesan" Tuhan terutama yang berhubungan dengan amaliyah sehari-hari, hubungan antar makhluq, dan bukan hanya pada masalah aqidah (teologi). Upaya-upaya di kalangan dulu dalam membuat metodologi pengambilan hukum sungguh amat penting bagi generasi selanjutnya dan perlu mendapatkan apresiasi yang tinggi. Tetapi apa yang telah dirumuskan oleh pendahulu tadi bukanlah hal baku yang tidak mengalami perkembangan dan bahkan perubahan, tetapi sebaliknya. Pada era dimana ilmu tersebut lahir, Ushul fiqh telah mengalami perkembangan, bahkan berbeda satu teori dengan yang lainnya. Ketika Syafi’i yang dianggap sebagai peletak dasar ilmu diatas membatasi sumber hukum pada empat macam; Al-Qur’an, Al-Hadits, Ijma’ dan Qiyas, maka pengikut Hanafiah menambahkan istihsan sebagai standar dalam istinbat al-hukm. Hal yang sama dilakukan oleh Malikiyah dengan teori maslahah mursalahnya. Perbedaan itu tidak terbatas pada sources of law, sumber hukum semata, tetapi lebih jauh dari itu alat yang digunakan pun berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hal ini karena ada kesadaran bahwa teori yang dikeluarkan oleh seorang mujtahid tidak bisa menjawab semua problematika yang ada, maka muncullah teori baru dengan harapan bisa mewakili dalam memberikan solusi umat. Dan begitu seterusnya, akan muncul teori baru demi tuntutan masa yang terus bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushul Fiqh hampir tidak mengalami perkembangan yang signifikan, yang ada sekedar komentar atau sedikit penambahan dan berkutat pada masalah-masalah yang sudah ada. Barulah ketika Abu Ishak Ibrahim bin Musa bin Muhammad Allakhami al-Gharnathi yang lebih dikenal dengan Al-Syatibi (730 H) membuat formulasi baru dalam ilmu ushul fiqh yang tertuang dalam karyanya al-Muwafaqat, sebuah buku yang selalu menjadi rujukan utama oleh orang-orang setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syatibi melihat ada yang kurang dalam metodologi yang dipakai orang-orang dahulu. Atau formulasi ushul fiqh yang ada saat itu kurang memberikan jawaban pada problematika yang dihadapi umat, karenanya dianggap perlu memformat ulang kerangka ushul fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syatibi bukan hanya ingin menjembatani dan mencari titik temu dari dua teori yang berbeda; Malikiah dan Hanafiah, tetapi ia telah memberikan ‘roh’ terhadap ushul fiqh yang selama ini tampak gersang. Roh dari syariat yang selama ini tidak mendapatkan concern yang tinggi dari pendahulunya, yaitu masalah maqashid al-syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai metode, di sini maqashid al-syariah dimaksudkan sebagai pisau analisa atau kacamata untuk membaca kenyataan yang ada di sekeliling kita. Dalam penelitian ini adalah demokrasi yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh yang akan dikemukakan dikaitkan dengan tujuan primer yang didampingi oleh tujuan sekunder dan tujuan tertier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelamatkan agama, Islam mewajibkan ibadah dan UUD 1945 telah memberi kebebasan untuk menjalankan agamanya. Demi kelancaran pelaksanaan tujuan primer (dharuriyyat) ini juga dibutuhkan (tujuan sekunder/hajiyyat) fasilitas, misalnya masjid bagi umat Islam dan gereja untuk umat Kristen. Pada tahap tertier (tahsiniyyat), maka pembengunan tempat ibadah disesuaikan kepada rasa estetika dan kemampuan lokal. Misalnya, masjid dibangun ala masjid Nabawi ataupun ala kadarnya, seperti mushola-mushola diterminal atau gereja-gereja dipelosok desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelamatkan jiwa, Islam mengharuskan manusia menjaga kesehatan. Demi kelancaran proses perwujudan tujuan primer ini dibutuhkan berbagai arena, misalnya olahraga. Tanpa olah raga, manusia bisa menjaga kesehatan dengan cara makan dan tidur teratur. Tetapi kehadiran olahraga akan membantu menyempurkan kedua sikap diatas. Pada tahap tertier, olahraga yang akan dipilih diserahkan kepada rasa estetika dan kemampuan lokal. Mungkin ada yang memilih sepakbola, renang ataupun terjun payung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga akal, Islam mengharuskan belajar sepanjang hayatnya. UUD 1945 juga mengharuskan warga belajar dan kebebasan berpendapat. Demi kelancaran proses proses perwujudan tujuan primer ini dibutuhkan lembaga pendidikan, misalnya pembidangan dari tingkat terendah hingga tingkat tinggi. Tanpa spesialisasi, proses penyelamatan akal masih bisa dilakukan, tetapi akan muncul bganyak hambatan. Pada tahap tertier, jenis spesialisasi yang akan dipilih disesuaikan kepada estetika dan kemampuan local. Mungkin ada yang akan memilih sekolah berbasis agama ataupun negeri dan swasta. Mulai dari TK sampai S3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelamatkan harta, manusia bisa menyimpan uang di bank. Walaupun tanpa bank penyimpanan uang masih bisa dilakukan. Seperti di bawah kasur. Akan tetapi kehadiran bank akan banyak membantu pemilik dari kemungkinan yang mengganggu. Pada tahap tertier, pilihan untuk memilih bank diserahkan kepada kemantapan dan kemampuan local. Mungkin sebagian orang akan memilih bank pemerintah, mungkin memilih swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelamatkan keturunan, Islam mengharuskan pernikahan bagi mereka yang mampu. Dalam Negara juga telah diatur masalah pernikahan, yaitu UU No.1 tahun 1974. Untuk melindungi keturunan sebagai kebutuhan primer maka dibutuhkan kelengkapan, misalnya dokumentasi. Tanpa KUA sebagai pihak yang berwenang mendokumentasi perkawinan memang perkawinan bisa dilakukan, tetapi kehadiran KUA dengan berbagai perangkat pelengkapnya justru akan lebih menjamin hak dan kewajiban para pihak terutama ketika terjadi persengketaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah waktu kuliah::*Dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4130884208992582117?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4130884208992582117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/11/maqoshid-syariah-sebagai-metode-hukum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4130884208992582117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4130884208992582117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/11/maqoshid-syariah-sebagai-metode-hukum.html' title='Maqoshid Syari&apos;ah Sebagai Metode Hukum di Indonesia'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-744759742497958542</id><published>2010-11-04T09:26:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T21:46:47.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Islam'/><title type='text'>Tindakan Tembak di Tempat oleh Aparat Kepolisian dalam Perspektif Hukum Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TNOJUsoFRuI/AAAAAAAAADY/2nNssynwV4s/s1600/80tembak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TNOJUsoFRuI/AAAAAAAAADY/2nNssynwV4s/s320/80tembak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535919355638138594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Islam di tengah- tengah kemajuan segala bidang sebagai hasil dari cipta, rasa karya dari manusia sekarang dituntut akan eksistensinya di dalam memenuhi perkembangan pengetahuan dan teknologi. Sejarah perkembangan hukum Islam telah mengajarkan kepada kita bahwa transformasi nilai sosial, kultural, ekonomi dan bahkan politik ikut mempengaruhi terjadinya perubahan hukum Islam. Hukum Islam bukanlah unifikasi baku yang sudah tidak bisa diinterpretasikan lagi, melainkan sebagai kekuatan normatif yang menjadikan, menempatkan, memperlakukan dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat sebagai substansi dari posisi fleksibilitasnya. Oleh karena itu, interpretasi terhadap perkembangan iptek serta problema umat dalam realitas sosial kemasyarakatan dalam perspektif hukum Islam merupakan keperluan primer. Mengingat adanya problematika hukum yang terus berkembang, sedang ketentuan-ketentuan tekstual bersifat terbatas, maka konsekuensi logisnya ialah mengadakan pembaruan dalam menginterpretasikan makna-makna agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era globalisasi yang serba modern dan tak lepas dari kebutuhan hidup yang bertambah sampai gaya hidup yang mewah, membuat manusia terbawa untuk mengikuti era. Segala cara dilakukan untuk menempuh  tujuannya tersebut termasuk berbuat kriminal, misal perampokan bersenjata sebagaimana yang baru saja terjadi di Medan Sumatera Utara atau perlawanan kelompok teroris seperti penggerebekan teroris Noordin M.Top di wilayah Solo sehingga  aparat kepolisian harus mengeluarkan ‘timah panas’ untuk melumpuhkan dan menewaskan mereka. Walau sebenarnya, sebagai tersangka seseorang masih dilindungi oleh asas “praduga tak bersalah”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi tersangka bermaksud melarikan diri ketika hendak ditangkap  atau bahkan melawan polisi dengan tembakan atau lainnya, maka pada situasi seperti itu berdasarkan konvensi PBB tentang penggunaan senjata api oleh aparat ( Code of Conduct for Law Enforcement Officer), polisi dianggap dalam kondisi &lt;i&gt;immenent danger&lt;/i&gt; (bahaya yang langsung). Ketika itu polisi dibebaskan dari tanggungjawab hukum  bila melukai atau bahkan menembak mati tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana perspektif hukum Islam dalam permasalahan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis konsep &lt;i&gt; ta’zir&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;daf’ul al- shoil&lt;/I&gt; merupakan jawaban dari fenomena ini. Ta’zir menurut sebagian ulama sering diidentikkan dengan hukum &lt;i&gt;syiasah&lt;/I&gt;.  Ta’zir adalah kewenangan pemerintah untuk mewujudkan kemaslahatan terutama menyangkut stabilitas Negara dalam berbagai bidang. Dalam pemahaman lain, ta’zir dalam perspektif pemerintah menjadi sebuah perwujudan kewenangan mutlak selama masih dalam koridor syari’at dan memperjuangkan kemaslahatan umum.&lt;br /&gt;Ta’zir juga berarti hukuman yang berupa memberi pelajaran. Disebut ta’zir karena hukuman tersebut sebenarnya menghalangi si terhukum untuk tidak kembali kepada jarimah atau dengan kata lain membuatnya jera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TNOKZR_KLwI/AAAAAAAAADg/yXhxN__TYNE/s1600/tembak.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TNOKZR_KLwI/AAAAAAAAADg/yXhxN__TYNE/s320/tembak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535920533898145538" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut Imam Malik, boleh menggabungkan antara  ta’zir dengan qishash dalam jarimah pelukaan dengan alas an bahwa qishash itu suatu imbalan hak adami sedangkan ta’zir adalah sanksi yang bersifat mendidik dan memberi pelajaran dan berkaitan dengan hak jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ia berpendapat bahwa ta’zir dapat dikenakan terhadap jarimah pelukaan yang qishashnya dapat dihapuskan atau tidak dapat dilaksanakan karena sebab hukum. Jadi jarimah yang diancam hukum ta’zir itu adalah jarimah ta’zir. Menurut madzhab Hanafi, Syafi’I, dan Hanbali boleh dilaksanakan terhadap residivis (orang yang berulang kali melakukan perlukaan dan berulangkali dijatuhi hukuman).&lt;br /&gt;Adakalanya sanksi ta’zir itu harus dilaksanakan di tempat kejadian. Sebab bila tidak, pelaku akan membuat kemafsadatan yang lebih berbahaya lagi. Seperti, tindakan tersangka perampokan yang mengadakan perlawanan. Hukuman, ta’zir berupa tembakan yang mengenai kaki saat tersangka berusaha melarikan diri atau melawan dengan tujuan memberi  pelajaran bagi tersangka dan membuat orang lain untuk tidak melakukan perbuatan seperti itu. Sebab tembakan di kaki tidak menimbulkan para tersangka terbunuh. Apabila tersangka terbunuh maka sudah tidak bisa dikategorikan ta’zir, melainkan sudah masuk dalam kategori pembunuhan yang sanksinya adalah qishash.&lt;br /&gt;Dalam konsep &lt;i&gt;daf’ul as-shoil&lt;/I&gt; apabila tersangka menyerang aparat, maka aparat berhak untuk membela dirinya dengan melihat jenis serangan tersangka. Apabila pembelaan itu mungkin dilakukan dengan ucapan atau meminta bantuan orang lain, maka haram baginya menggunakan pukulan dan jika mungkin membela diri dengan hanya menggunakan tangan, maka diharamkan baginya menggunakan cambuk. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tindakan aparat dalam menembak pelaku criminal bisa dibenarkan asalkan aparat dalam keadaan &lt;i&gt;immenent danger&lt;/I&gt; (keadaan bahaya) ataupun tersangka melarikan diri yang apabila tidak segera ditembak akan mengakibatkan perbuatan yang lebih bahaya (madhorot) dengan urutan yang paling ringan. Misalnya dengan member tembakan peringatan tiga kali tapi tersangka tetap tidak mengindahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bis showab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-744759742497958542?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/744759742497958542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/11/tindakan-tembak-di-tempat-oleh-aparat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/744759742497958542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/744759742497958542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/11/tindakan-tembak-di-tempat-oleh-aparat.html' title='Tindakan Tembak di Tempat oleh Aparat Kepolisian dalam Perspektif Hukum Islam'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TNOJUsoFRuI/AAAAAAAAADY/2nNssynwV4s/s72-c/80tembak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-747606430574688749</id><published>2010-11-04T03:58:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T04:02:39.870-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Relasi Agama dan Bencana</title><content type='html'>Baru-baru ini negara kita disuguhkan oleh kejadian-kejadian ‘luar biasa’ dari alam. Alam yang semula tenang berubah menjadi beringas sehingga memakan korban. Sebut saja banjir dan longsor di Warior yang menelan korban 158 orang tewas.  Begitu juga dengan bencana tsunami yang terjadi Mentawai yang memakan korban sekitar 428 jiwa.  Dan yang sekarang sedang terjadi adalah meletusnya gunung Merapi yang merupakan gunung teraktif di dunia dan telah memakan korban 47 orang tewas termasuk sang juru kunci merapi Mas Panewu Suraksohargo atau lebih akrab disapa Mbah Maridjan.&lt;br /&gt;Banyak orang mengatakan bahwa banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini sebab ulah manusia yang telah lupa dengan Sang Pencipta, Allah Swt. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ظهر الفسد فى البر والبحر بما كسبت أيدى الناس ليذيقهم بعض الذى عملوا لعلهم يرجعون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, suaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) ”&lt;br /&gt;Juga firman Allah dalam surat an-Nahl:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وضرب الله مثلا قرية كانت أمنة مطمئنة يأتيها رزقها رغدا من كل مكان فكفرت بأنعم الله فأذقها الله لباس الجوع والخوف بما كانوا يصنعون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Allah telah memberi suatu perumpamaan (dengan ) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah. Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat.”&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat diatas kemudian banyak orang berpendapat –baik itu ahli agama maupun orang awam- bahwa semua bencana yang melanda negeri Indonesia ini akibat manusia sudah ‘jauh’ dari Tuhannya. Kemudian ada yang menganalogikan bencana Indonesia dengan bencana umat-umat terdahulu, seperti umat Nabi Luth ataupun umat Nabi Nuh yang ingkar terhadap perintah-perintah Allah. Walaupun ada juga yang berpendapat berdasarkan logika bahwa bencana ini adalah fenomena alam. Sebut saja banjir dan tanah longsor di Warior adalah fenomena alam yang diakibatkan banyaknya hutan gundul. Berarti ini juga akibat ulah tangan manusia yang menebang kayu sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam masalah bencana ini kita tidak bisa hanya mengatakan bahwa hal ini adalah fenomena alam yang ‘lumrah’ dan menafikan eksistensi kuasa Tuhan. Kalau kita sepakat adanya campur tangan kuasa Tuhan dalam bencana ini maka hal ini bencana bisa dikaitkan dengan agama seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kita harus hati-hati dalam mengeluarkan statemen keagamaan dalam masalah bencana ini. Sebab, bagi korban, mereka akan tersinggung jika mereka disalahkan adanya bencana ini akibat ulah mereka. Belum tentu mereka yang menjadi korban adalah orang yang ahli berbuat maksiat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana hubungan atau relasi agama dengan bencana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Harun Nasution, agama berasal dari kata sanskrit. Menurut satu pendapat, demikian Harun Nasution mengatakan, kata itu tersusun dari dua kata, a = tidak dan gam = pergi, jadi agama artinya tidak pergi, tetap di tempat, diwarisi secara turun-temurun. Hal demikian menunjukkan pada salah satu sifat agama, yaitu diwarisi secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi lainnya. Selanjutnya ada lagi pendapat yang mengatakan bahwa agama berarti teks atau kitab suci, dan agama-agama memang mempunyai kitab-kitab suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;din&lt;/span&gt; dalam bahasa Semit berarti undang-undang atau hukum. Dalam bahasa  Arab kata ini mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, utang, balasan dan kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga bisa diartikan bahwa agama adalah tunduk atau patuh pada undang-undang atau hukum. Kalau dalam agama Islam berarti tunduk kepada al-Qur’an dan Hadits. Orang yang beragama harus tunduk dan patuh terhadap perintah hukum tersebut (al-Qur’an dan Hadits). Apabila mereka melanggar aturan hukum pasti ada sanksi dari Sang Pembuat Hukum, yaitu Allah Swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam kata “bencana” sering disebut dengan kata musibah ataupun bala’. Perspektif kaum agamawan dalam membaca kasus bencana alam, biasanya terdiri dari tiga cara pandang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, mereka menganggap bencana alam adalah sunnatullah, takdir. Manusia tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Seperti kata Syekh Taqi Misbah Yazdi “Gejala-gejala dan bencana alam yang menyakitkan itu merupakan kelaziman dari perbuatan-perbuatan yang bersifat materi, di mana benda-benda itu saling berinteraksi, bergesekan dan berbenturan. Mengingat bahwa kebaikan gejala-gejala tersebut lebih banyak daripada keburukannya, hal itu tidak bertentangan dengan Hikmah Ilahiah”.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, bencana alam adalah peringatan Allah SWT atas dosa yang terjadi di muka bumi. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, bencana alam adalah azab bagi manusia, yang hidup dalam dosa dan mengabaikan ajaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian masyarakat, tanda-tanda peringatan (dan juga hukuman) bisa digotak-gatik-gatuk kan dari berbagai isyarat datangnya bencana antara lain gempa bumi sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gempa di Tual, Maluku, tanggal  24/10-2004 (QS 24/ An-Nuur ayat 10) pada pukul 20.31 (QS 20/ Thaahaa : 31, tentang ajakan mensyukuri pertolongan Allah dan bertobat)&lt;br /&gt;2. Gempa di Nabire – Papua, 26/11-2004 pukul 09.25 (QS 26/ Asy Syua’raa:11 dan QS 9/ At-Taubah :25, tentang peringatan kepada kaum Fir’aun dan orang-orang yang sombong)&lt;br /&gt;3. Gempa dan Tsunami Aceh, pada 26/12-2004 pukul 07.59 (QS 26/Asy Syu’araa : 12  dan QS 7/ Al-A’raaf : 59, tentang ancaman nabi Nuh)&lt;br /&gt;4. Gempa Yogyakarta dan ledakan Lumpur Lapindo, 27/05-2006 Jam 05.53 (QS 27/ An-Nahl : 5 dan QS 5/ Al-Maidah : 53, tentang orang-orang yang memperoleh seburuk-buruk siksa dan terhapusnya segala amal menjadi orang – orang yang merugi)&lt;br /&gt;5. Gempa Sumatera Barat, 06/03-2007 (QS 6/ Al-An’am : 3, tentang kekuasaan Allah Swt untuk mengetahui apa saja yang kita lakukan)&lt;br /&gt;6. Gempa Bengkulu, 12/09-2007 (QS 12/ Yusuf : 9, tentang persekutuan jahat saudara-saudara Nabi Yusuf).&lt;br /&gt;7. Gempa Bengkulu, 13/09-2007 jam 07.40 (QS 13/ Ar-Ra’du : 9 dan QS 7/         Al-A’raaf : 40, tentang kekuasaan Tuhan mengetahui segala hal termasuk yang tersembunyi, serta balasan terhadap orang-orang yang sombong, berdosa dan mendustakan ayat-ayat Allah Swt)&lt;br /&gt;8. Gempa Sulawesi, 13/09-2007 jam 17.48 (QS 13/ Ar-Ra’du : 9, idem di atas,  dan QS 17/ Al-Israa : 48, tentang peringatan Tuhan terhadap orang-orang dzolim)&lt;br /&gt;9. Gempa Bengkulu, 22/09-2009 (QS 22/Al-Hajj : 9, tentang azab untuk orang-orang yang sombong)&lt;br /&gt;10. Gempa Yogyakarta, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu &amp; Sumatera Barat, 09/08-2007 (QS 9/At-Taubah : 8, tentang orang-orang fasik)&lt;br /&gt;11. Beberapa kali gempa di berbagai tanah air termasuk Bengkulu 17/08-2009 (QS 17/Al-Israa : 8, yaitu peringatan tentang rahmat untuk orang-orang yang taubat dan azab bagi yang durhaka)&lt;br /&gt;12. Gempa Pantai Selatan Jawa Barat, 02/09-2009 (QS 2/ Al-Baqarah : 9, tentang orang-orang yang hendak menipu Allah dan orang-orang beriman).&lt;br /&gt;13. Gempa Bengkulu, 17/09-2009 jam 06.46 (QS 17/ Al-Israa : 9, yaitu pemberitahuan dan peringatan agar mengikuti petunjuk Allah dan QS 6/ Al-An’am :46, tentang berbagai tanda dan peringatan Allah beserta hukumannya)&lt;br /&gt;14. Gempa Bali, 19/09-2009 jam 06.06 (QS 19/ Maryam : 9, tentang betapa mudah Allah menjalankan kuasanya dan QS 6/ Al-An’am : 6, tentang banyaknya umat yang dibinasakan Allah karena dosa-dosanya.&lt;br /&gt;15. Gempa Sumatera Barat 30/09-2009 jam 17.16 (QS 30/ Ar-Ruum : 9, tentang orang-orang yang menganiaya diri sendiri dan QS 17/ Al-Israa : 16, tentang azab Allah akibat perbuatan orang-orang yang durhaka dan bermewah-mewahan, dengan menghancurkan negerinya sehancur-hancurnya.&lt;br /&gt;16. Gempa Sumatera Barat susulan, 30/09-2009 jam 17.38 (QS 17/ Al-Israa : 38 tentang kejahatan yang dibenci Allah karena melanggar larangan-larangan-Nya.&lt;br /&gt;17. Gempa Jambi, 01/10-2009 jam 08.52 (QS 8/ Al-Anfaal : 52, tentang siksaan Allah yang sangat keras terhadap orang-orang yang ingkar dan berdosa sebagaimana ditimpakan terhadap Fir’aun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan saya, bencana yang terjadi di Indonesia ini bukanlah azab tapi peringatan dari Allah Swt. Sebab, kalau kita melihat korban-korban bencana ini tidak semuanya tewas. Tapi, ada yang selamat.  Berbeda dengan “azab” sebagaimana yang telah menimpa kaum terdahulu. Sebut saja kaum Nabi Nuh yang ditimpakan azab banjir bandang kepada mereka. Dan mereka yang ingkar terhadap ajakan Nabi Nuh tenggelam semua tidak ada yang selamat termasuk anak Nabi Nuh yang telah berusaha menyelamatkan diri ke gunung yang tinggi. Dalam kasus bencana Merapi misalnya, apakah yang tewas adalah yang ingkar terhadap ajaran agama dan yang selamat adalah orang yang taat??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam beragama seseorang harus patuh terhadap hukum agama. Apabila tidak patuh, maka ada sanksi. Sanksinya bisa berupa azab (yang merupakan sanksi keras) dan sanksi yang berupa peringatan atau teguran. Bencana yang terjadi ini merupakan peringatan atau teguran dari Allah Swt terhadap umatnya yang lalai.&lt;br /&gt;Cara penyelesaian dalam menghadapi bencana adalah tawakal, tobat, dan doa. Dengan tawakal, tobat yang sungguh-sungguh (taubah nashuha) dan doa yang khusyuk, baik dilakukan sendiri-sendiri maupun bersama-sama seperti istighosah, dzikir akbar insyaallah Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Pemurah akan menurunkan rahmat-Nya dan mengurangi bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-747606430574688749?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/747606430574688749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/11/relasi-agama-dan-bencana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/747606430574688749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/747606430574688749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/11/relasi-agama-dan-bencana.html' title='Relasi Agama dan Bencana'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-6802737566753141283</id><published>2010-10-31T00:25:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T18:41:38.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Memahami  Islam dalam Konteks Budaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TM4ZzayUeEI/AAAAAAAAADQ/8nq4NCCSMqI/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TM4ZzayUeEI/AAAAAAAAADQ/8nq4NCCSMqI/s320/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534389363239319618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini kehadiran agama semakin dituntut agar ikut aktif terlibat di dalam memecahkan masalah yang dihadapi umat manusia. Agama tidak boleh hanya sekedar menjadi lambang kesalehan, melainkan secara konseptual menunjukkan cara-cara yang paling efektif dalam memecahkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan terhadap agama ini dapat dijawab manakala pemahaman agama kita tidak hanya menggunakan pendekatan teologis semata, namun harus menggunakan pendekatan lainnya. Seperti pendekatan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti sepakat bahwa Islam adalah sebuah agama yang diturunkan dari langit (samawy). Tapi kalau saya mengatakan Islam adalah agama yang terbentuk dari budaya pasti ada yang tidak sepakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ‘agama’ berasal dari bahasa Sanskrit tersusun dari dua kata ‘a’ dan ‘gam’. ‘A’ berarti tidak dan ‘gam’ berarti pergi. Jadi, agama itu tidak pergi, tetap ditempat, diwarisi turun temurun. Artinya agama yang ada pada kita itu merupakan ‘warisan’ dari orang tua kita. Orang tua Islam, anak ikut Islam. Orang tua Kristen, anak juga ikut menganut agama Kristen. Jika kita beragama sebab hasil dari pencarian sebagaimana kisah Nabi Ibrahim As, maka nantinya pun kita akan mewariskan agama kita ke anak-anak kita. Agama tidak pergi. Begitu juga semenjak zaman Nabi Adam hingga sekarang agama tidak pergi. Agama tetap mengajarkan ketauhidan  menuju ‘realitas tertinggi’ yaitu Tuhan Yang Maha Esa umat Islam menyebut-Nya dengan sebutan  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan budaya atau kebudayaan dalam istilah antropologi disebut kultur (culture) yang berasal dari bahasa Latin &lt;i&gt;cultura&lt;/I&gt; yang berarti memelihara, mengerjakan, atau mengolah adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat. Ernst Cassirer membagi kebudayaan menjadi lima aspek : 1. Kehidupan Spritual  2. Bahasa dan Kesustraan  3. Kesenian  4. Sejarah  5. Ilmu Pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah ada relasi antara agama dan budaya? Almarhum Nur Cholis Madjid mengatakan bahwa agama dan budaya adalah dua bidang yang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Jadi, agama dan budaya ibarat sisi mata uang, tidak dapat dipisahan. Kita tidak bisa menyebut agama dan mengesampingkan budaya atau sebaliknya kita bicara budaya dan mengesampingkan agama.&lt;br /&gt;Sebelum saya membahas tentang relasi agama dengan budaya, saya mempertanyakan apakah manusia perlu menjaga kebudayaan? Atau kebudayaan perlu dimusnahkan sama sekali bila bertentangan dengan ajaran agama tertentu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeffrey lang pernah memberikan analisis tentang pertentangan antara agama dengan budaya yang sejak dulu sudah terjadi, Yahudi memilih menutup diri dengan budaya, mereka menolak bentuk pencampuran antara budaya dengan agama, sehingga dalam praktik ibadahnya banyak ditemui hal-hal yang seolah-olah melawan arus budaya seperti seorang rabi yang memberikan fatwa tentang haramnya menggunakan lift, atau aturan-aturan lain yang bisa dipandang sebagai penolakan terhadap budaya, sehingga yahudi nyaris tidak mengalami perkembangan secara kuantitas tetapi tetap terjaga secara kualitas. Nasrani memilih menerima pencampuran antara budaya dengan agama, dalam praktik peribadatan banyak sekali unsur-unsur budaya yang digunakan seperti penerjemahan kitab suci ke berbagai bahasa, dsb.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana dengan Islam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Islam turun yang berarti Nabi Muhammad belum diutus oleh Allah, masyarakat Arab ada waktu itu sudah memiliki budaya sendiri.  Misal, masyarakat jahiliyah suka dengan syair-syair atau sastra yang indah. Kemudian Islam datang dengan kitab sucinya yang mempunyai kualitas sastra yang tidak bisa ada yang menandingi keindahannya. Masyarakat jahiliyah memiliki tradisi mengelilingi ka’bah dengan telanjang. Kemudian Nabi Muhammad tidak menghilangkan sama sekali tradisi mengelilingi ka’bah ini, tapi dengan membuat aturan bila mengelilingi ka’bah harus berpakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TM4XiLYHe5I/AAAAAAAAADI/fqtno7Nu4Eo/s1600/jakarta-kenduri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 193px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TM4XiLYHe5I/AAAAAAAAADI/fqtno7Nu4Eo/s320/jakarta-kenduri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534386868021853074" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu juga ketika Islam masuk ke Indonesia dengan dibawa para ulama dan para wali. Mereka sangat memperhatikan budaya setempat. Pada waktu itu masyarakat Indonesia mayoritas menganut agama Hindu. Ada juga yang mempunyai kepercayaan animisme dan dinamisme. Masyarakat waktu itu mempunyai kepercayaan bahwa sesuatu yang ‘besar’ dapat memberikan perlindungan dan keberkahan. Misalnya, gunung, pohon, batu, dan lain-lain. Makanya zaman itu masyarakat sering membawa hasil panenan mereka atau membawa tumpengan yang dipersembahkan untuk pohon atau batu besar dengan harapan hasil panen mereka diberkahi atau mereka dilindungi dari marabahaya. Mengetahui hal ini, para ulama atau wali tidak menghilangkan tradisi ‘jahiliyah’ tersebut. Akan tetapi para ulama memberikan pengarahan bahwa meminta perlindungan tidak boleh kepada benda. Meminta perlindungan hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Lantas, terjadilah ‘kenduri’  yang diisi dengan bacaan-bacaan al-Qur’an dan doa-doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tetap mempertahankan budaya tapi sesuai dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;Jadi, apabila kita memahami agama tanpa melihat aspek budaya maka kita akan menemukan Islam yang kaku, tidak elastis, yang bisa berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Islam harus mengikuti budaya bukan sebaliknya budaya yang mengikuti Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-6802737566753141283?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/6802737566753141283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/10/memahami-islam-dalam-konteks-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/6802737566753141283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/6802737566753141283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/10/memahami-islam-dalam-konteks-budaya.html' title='Memahami  Islam dalam Konteks Budaya'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/TM4ZzayUeEI/AAAAAAAAADQ/8nq4NCCSMqI/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-8517999043714977275</id><published>2010-09-27T10:13:00.000-07:00</published><updated>2010-09-27T10:16:49.445-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Merampok Dalih Agama</title><content type='html'>Baru-baru ini kita dihebohkan dengan berita perampokan yang dilakukan sekelompok orang yang diduga mereka adalah para teroris yang selama ini meledakkan diri atau membuat bom bunuh diri. Walaupun ada juga kalangan yang tidak percaya bahwa yang melakukan perampokan adalah kelompok teroris. Sebab, katanya tidak mungkin teroris melakukan perampokan yang ‘kurang canggih’ itu. Saya masih ingat, tahun 2009 lalu ada yang mengatakan bahwa para teroris suatu saat akan kehabisan dana dan jalan satu-satunya adalah merampok toko milik orang non-muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya telat membahas masalah ini. Karena alasan umum , yaitu  ‘belum sempat’. Tapi hari ini rasanya keyboard sama jari-jari tangan dan pikiran kompak, bersatu ingin mengeluarkan ‘uneg-unegnya’. Permasalahan disini bukan pelaku perampokan tersebut teroris atau bukan.  Tapi, hukum dari segi agama tentang tindakan pencurian. Dalam agama Islam kita ketahui mencuri adalah haram, pelaku dipotong tangan. Sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an &lt;i&gt;pencuri laki-laki dan pencuri perempuan maka potonglah kedua tangannya&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya pelaku perampokan adalah teroris yang selama ini melakukan teror bom, maka sudah pasti mereka punya alasan untuk ini. Alasan tersebut adalah karena untuk melakukan jihad memerangi orang-orang yang versi mereka disebut “kafir”. Berarti mereka merampok dengan dalih agama yang mereka anut dengan keyakinan mereka sendiri.&lt;br /&gt;Lantas apakah Islam memperbolehkan tindakan perampokan (mencuri) dengan dalih memerangi orang kafir? Masalah definisi ‘kafir’ sendiri masih terjadi banyak perbedaan pendapat.  Sampai kiamat pun mungkin tidak ada kata sepakat mengenai definisi ‘kafir’. Saya sendiri lebih suka menyebut orang yang bukan Islam dengan sebutan non-muslim.  Kembali ke hukum pencurian dengan dalih agama tadi. Saya jadi teringat tentang kisah Sunan Kalijaga. Beliau masa mudanya adalah orang yang sangat peduli dengan rakyat kecil yang menjadi korban kesewenang-wenangan penguasa. Walaupun ayahnya adalah seorang pejabat. Sampai akhirnya Sunan Kalijaga merampok yang dimulai dari ‘gudang’ kadipaten Tuban. Kemudian beliau merampok harta orang-orang kaya yang tamak. Apakah harta rampokan tersebut dinikmati sendiri? Tidak. Harta rampokan  dikasihkan kepada fakir miskin. Apakah tindakan Sunan Kalijaga ini dibenarkan? Sunan Bonang yang menyadarkan Kanjeng Sunan Kalijaga mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak benar, ibarat mencuci pakaian dengan air kencing. Bukannya bersih malah bau. Lalu Sunan Kalijaga disuruh tobat atas tindakan merampok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya disini sependapat dengan Sunan Bonang, bahwa bagaimanapun juga tindakan mencuri adalah haram, dosa. Tidak bisa diinterpretasikan dengan yang lain. Misal mencuri boleh bila untuk ibadah haji, untuk melakukan sholat, dan lain sebagainya. Yang banyak menjadi penafsiran adalah akibat hukum dari mencuri tersebut. Kalau kalangan tekstualis menafsiri “fa aqtho’u aidhiyahuma” qoth’u=potong. Berarti pelaku pencurian ya dipotong tangan. Sedang kalangan kontekstualis/liberal menafsiri &lt;i&gt;qoth’u bi ma’na al-man’u&lt;/I&gt;. Memotong tangan berarti mencegah pelaku untuk mengulangi perbuatan tersebut kembali. Sehingga timbullah penjara. Walau kadang hukumannya tidak setimpal. Itu tergantung subjek hukum itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya tidak mengetahui dari  golongan mana para pelaku perampokan tersebut  jika benar-benar melakukan perampokan dengan dalih agama.  Mereka menafsiri bahwa mencuri diperbolehkan jika……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Sunan Kalijaga merampok untuk rakyat kecil yang sengsara saja ibarat mencuci dengan air kencing maka orang atau kelompok yang mencuri untuk melakukan terror dengan menghilangkan jiwa manusia maka saya ibaratkan mereka ibarat mencuci pakaian dengan (maaf) tinja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bis showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar renung 28 September 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-8517999043714977275?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/8517999043714977275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/09/merampok-dalih-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8517999043714977275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8517999043714977275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/09/merampok-dalih-agama.html' title='Merampok Dalih Agama'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-640759501203509574</id><published>2010-09-25T22:58:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T06:20:16.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Nasional'/><title type='text'>Pendidikan ala Mahkamah Konstitusi Studi Atas Kasus Legalitas Jaksa Agung</title><content type='html'>Lagi, apresiasi tinggi saya berikan kepada  Mahkamah Konstitusi atas putusannya yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi Pasal 22 Ayat 1 huruf D Undang Undang Kejaksaan. Konsekuensinya, Hendarman Supandji wajib melepas jabatan Jaksa Agung. Pasal 22 Ayat 1 huruf D dinilai tak memberi kepastian hukum dan harus dilakukan legislative review. Masa jabatan Jaksa Agung telah berakhir bersamaan masa jabatan presiden satu periode, Oktober 2009. Sikap ‘berani’ Mahkamah Konstitusi ini sebenarnya banyak ditentang kalangan istana atau pembantu presiden. Sebut saja misalnya, Mensesneg Sudi Silalahi menganggap Jaksa Agung Hendarman tetap sah, karena tak ada kata tak sah dalam putusan MK. Sudi bahkan menyatakan MK tak berhak memberhentikan jaksa agung, karena wewenang penuh presiden. Menteri Hukum dan Ham, Patrialis Akbar dan staf khusus Presiden bidang hukum Denny Indrayana, status Jaksa Agung bukanlah anggota kabinet. Sehingga tidak perlu pengangkatan kembali oleh presiden setiap pergantian kabinet. Denny berkilah bila jabatan Jaksa Agung berbeda dari jabatan menteri. Sebab ia sama posisinya dengan Kapolri dan Panglima TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua mari kita analisis permasalahan ini dengan mengutip pendapat ahli-ahli hukum (karena saya bukan ahli hukum).  Permasalahan ini bermula ketika aktor pemeran Laksamana Cheng Ho yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek Sistem Administrasi Badan Hukum Depkum HAM.  Sebenarnya Yusril mau mengungkap semua ‘borok’ kasus ini tapi beliau khawatir nanti ‘diSusno Duadji-kan’. Orang sekaliber Yusril saja takut melaporkan atau mengungkap kasus korupsi  apalagi kita rakyat jelata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejaksaan, jaksa, Jaksa Agung. Ketiganya terkait, tetapi memiliki pengertian berbeda. Kejaksaan adalah lembaga pemerintahan yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman (Pasal 24 Ayat (3) UUD 1945 dan Pasal 41 UU Kekuasaan Kehakiman 2004), tetapi Kejaksaan bukan lembaga yudikatif dan jaksa bukan hakim. Kejaksaan yang dipimpin oleh Jaksa Agung jelas berada di dalam ”rezim” kekuasaan kehakiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik ketatanegaraan di sini menunjukkan bahwa kontrol kekuasaan dan keinginan kalangan Kejaksaan sering menempatkan Jaksa Agung sebagai menteri atau setingkat menteri. Meski Jaksa Agung sering dimenterikan, Kejaksaan bukan kementerian. Kedudukan Jaksa Agung sebagai pejabat negara tak serta-merta menempatkannya sebagai anggota kabinet. Perekrutan dan pemberhentiannya tak dapat disamakan dengan anggota kabinet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan Kejaksaan yang lain dari yang lain ini memungkinkan fungsi Kejaksaan meluas dan menciut. Maka, fungsi pokok Kejaksaan selaku lembaga pemerintahan: melaksanakan kekuasaan negara bidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan Pasal 2 UU Kejaksaan 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jaksa menjalankan fungsi penuntutan, atas nama prinsip negara hukum: fungsi itu harus dijalankan secara merdeka. Independensi Kejaksaan ini makin menguatkan kedudukannya di ranah kekuasaan kehakiman sehingga UU Kejaksaan 2004 menegaskan kedudukan Jaksa Agung sebagai pejabat negara (bukan dimenterikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, disayangkan, independensi kelembagaan ini tak disertai penerapan independensi personal karena tanggung jawab fungsional perseorangan jaksa ditundukkan kepada hierarki atau garis komando yang dikemas dalam konsep sentralistik berbahasa Belanda:&lt;i&gt; een en ondeelbaar&lt;/i&gt;. Padahal, UU Kejaksaan menegaskan jaksa sebagai jabatan fungsional pegawai negeri sipil di bidang penuntutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan konsep Jaksa Agung sebagai pejabat negara dan jaksa sebagai suatu jabatan fungsional PNS ini mewarnai perdebatan tentang legalitas Jaksa Agung Hendarman. Ia diangkat sebagai Jaksa Agung bersamaan dengan kocok ulang Kabinet Indonesia Bersatu I pada 2007. Hendarman menggantikan Abdurrahman Saleh dari kalangan nonkarier (Partai Bulan Bintang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendarman adalah jaksa karier meski Pasal 20 UU Kejaksaan 2004 tak mengharuskan Jaksa Agung dari kalangan jaksa karier ataupun rentang batas usia tertentu (Pasal 9 mengharuskan pengangkatan jaksa fungsional dalam rentang batas usia tertentu dan Pasal 12 menetapkan pensiun jaksa pada usia 62. Kedudukan Hendarman sebagai jaksa karier ini mengundang pendapat keliru sejumlah petinggi hukum bahwa ia harus berhenti sebagai Jaksa Agung di usia 62.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlahir Januari 1947, Hendarman memang pensiun sebagai jaksa fungsional pada Januari 2009. Ternyata jabatan fungsionalnya sebagai PNS jaksa tidak (perlu) diperpanjang seperti Panglima TNI. Ia tetap menjabat Jaksa Agung, juga tak diberhentikan bersamaan pembubaran KIB-1 atau dilantik kembali bersama anggota KIB-2 pada Oktober 2009. Tak ada yang mempersoalkannya sampai Yusril menyerang balik Hendarman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan akhirnya, MK berkesimpulan bila &lt;B&gt;Jaksa Agung ilegal&lt;/b&gt;. Para hakim konstitusi yang dipimpin Moh. Mahfud MD mengabulkan sebagian gugatan Yusril atas jabatan Jaksa Agung.  Mahkamah memberi empat alternatif dalam pertimbangannya. Pertama, berdasarkan periodisasi kabinet atau presiden. Kedua, periode masa waktu tertentu fixed, ditambah masa jabatan politik. Ketiga, memasuki masa pensiun. Dan, terakhir diskresi presiden atau pejabat yang mengangkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, jika putusan MK berlaku surut, apakah seluruh kinerja, keputusan, dan kebijakan Jaksa Agung sejak Oktober tahun lalu, potensial menuai masalah besar akibat status ilegalnya? Meski legalitas Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung illegal, sebagaimana yang dikatakan Prof. Mahfudz MD, penetapan status tersangka oleh Kajaksaan Agung kepada Yusril Ihza Mahendra tetap sah. Sebab penetapan tersebut jadi wewenang Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang diangkat oleh Presiden RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini juga menjadi ‘tamparan’ besar bagi Presiden SBY. Bagaimana tidak,  kenapa presiden beserta para pembantunya bisa teledor dalam Administrasi Negara?? Dan kenapa juga Yusril yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara mengungkap cela ini setelah tersangkut masalah korupsi? Kenapa tidak dari dulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, Mahkamah Konsitusi yang dipimpin oleh Prof.Dr. Mahfudz MD telah memberi pelajaran positif dan membuka mata kita bahwa banyak ketidakberesan di negeri yang telah beberapa kali dilecehkan Malaysia ini. Sebelumnya beliau mengabulkan permohonan Bibit dan Chandra atas judicial review UU KPK pasal 32 ayat 1 huruf c soal pemberhentian tetap pimpinan KPK. Yang menjadi tontonan masyarakat Indonesia adalah rekaman dialog transaksi ‘kotor’ para pejabat dengan cukong-cukong koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&gt; Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Hukum UMS dan pengamat cewek cantik...he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-640759501203509574?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/640759501203509574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/09/pendidikan-ala-mahkamah-konstitusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/640759501203509574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/640759501203509574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/09/pendidikan-ala-mahkamah-konstitusi.html' title='Pendidikan ala Mahkamah Konstitusi Studi Atas Kasus Legalitas Jaksa Agung'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4994170032843121709</id><published>2010-08-01T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T02:06:39.854-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Da&apos;wah'/><title type='text'>Menuju Ampunan</title><content type='html'>قل ياعبادى الذين أسرفوا على انفسهم لا تقنطوا من رحمة الله ان الله يغفر الذنوب جميعا انه هو الغفورالرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap dari kita pasti pernah melakukan kesalahan, pernah melakukan kemaksiatan, entah itu kita sengaja atau pun tidak.  Sebab, kita bukanlah makhluk yang bersih, makhluk yang tanpa kesalahan.  Sebab, makhluk yang senantiasa melakukan kebaikan adalah malaikat dan makhluk yang  senantiasa berbuat kejahatan adalah syaitan dan makhluk yang memperbaiki perbuatan jahat dengan  kembali kepada kebaikan adalah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana cara kita menghapus kesalahan atau perbuatan dosa kita? Apakah dengan mendatangi ulama' dengan membawa segepok uang lalu kita bilang, "pak, ini ada uang sejuta. Mohon ampunkan saya kepada Tuhan atas dosa-dosa saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, tapi cukup dengan meminta maaf kepada manusia bila kita bersalah kepada sesame dan mohon ampun kepada Allah apabila kita durhaka kepada-Nya secara gratis..tis..tis..&lt;br /&gt;Sebanyak apapun dosa kita Allah pasti mengampuni. Apabila dosa kita sebesar gunung Merbabu maka ampunan Allah melebihi besarnya gunung Merbabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;استغفروا ربكم انه كان غفرا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta ampunlah kamu sekalian kepada Tuhanmu. Bahwasanya Tuhanmu adalah Maha Pengampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apabila kita melakukan kesalahan segeralah kita meminta ampun kepada Allah. Sebagaimana halnya  Nabi Adam As ketika beliau berbuat kesalahan dengan memakan buah khuldi, beliau langsung minta ampun kepada Allah. Inilah yang hendaknya kita tiru. Ibaratnya kita menambal setelah membocorkan, membangun setelah meruntuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah, dulu, di Basrah Irak ada ulama terkenal bernama Hasan Basri. Pada waktu masih muda dia adalah pemuda yang tampan, selalu berpenampilan rapi dan necis. Suatu hari ia jalan-jalan dan kemudian ia melihat seorang wanita yang cantik, elok, montok, tatapan matanya bikin pria hatinya rontok. Hasan Basri pun membuntuti dan wanita itu tahu kalau ia dibuntuti. Kemudian ia bertanya, "Kenapa anda membuntutiku?"  Hasan Basri menjawab, "Sungguh aku terterik dengan lirikan matamu.." &lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, "pulanglah, nanti akan kuantar apa yang kau sukai."&lt;br /&gt;Hasan Basri menduga bahwa wanita cantik itu merasa cinta dan akan menerima cintanya. Lalu ia segera pulang. Kemudian datanglah seorang pelayan wanita tadi dengan membawa sebuah nampan yang ditutup dengan kain. Hasan Basri segera membuka nampan. Betapa terkejutnya tatkala ia membuka nampan yang berisi dua bola mata yang tak lain adalah kedua mata wanita cantik itu.&lt;br /&gt;Pelayan itu menyampaikan pesan dari majikannya, "Sungguh aku tidak menginginkan seseorang terkena fitnah akibat kedua mata ini."&lt;br /&gt;Setelah Hasan Basri melihat bukti dan mendengar ucapan wanita cantik lewat pelayannya, maka bergetar tubuhnya dan berdiri bulu romanya sambil memegang jenggot ia berkata pada dirinya sendiri, "Celaka kamu, sudah berjenggot, rasa malunya kalah dengan wanita itu." Dan seketika itu Hasan Basri meminta ampun kepada Allah. Esok harinya ia mendatangi rumah wanita cantik itu dengan tujuan meminta maaf atas kesalahannya. Tapi, tak disangka ternyata wanita itu telah meninggal dunia. Dan sejak itu Hasan Basri tak henti-hentinya selalu memohon ampun kepada Allah. Sampai akhirnya Allah mengangkat derajat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, marilah kita segera memohon ampun kepada Allah dan insya Allah, Allah akan mengangkat derajat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kita umat Nabi Muhammad diberi keistimewaan oleh Allah. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Nabi Adam:&lt;br /&gt;"Sungguh Allah memberi umat Muhammad dengan kemulyaan yang tidak kudapati yaitu:&lt;br /&gt;- Diterima pernyataan taubatku harus di Makah sedang umat Muhammad bert aubat dimana saja diterima.&lt;br /&gt;- Aku semula berpakaian, tetapi ketika berbuat maksiat langsung ditelanjangi, sedang umat Muhammad berbuat maksiat dengan telanjang tapi Allah masih memberinya pakaian.&lt;br /&gt;- Aku berbuat maksiat langsung dipisah dengan istriku sedang umat Muhammad bermaksiat kepada Allah tidak dipisah dengan istrinya.&lt;br /&gt;- Aku bermaksiat di syurga dan langsung disingkirkan dari syurga. Tapi umat Muhammad bermaksiat diluar syurga, bahkan kemudian dipersilahkan memasukinya apabila mereka mau bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita gunkaan keistimewaan ini dengan segera memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan kita. Seberapapun besar dosa kita pasti Allah akan memaafkan. Karena itu janji Allah. Apalagi kita sudah mendekati  bulan puasa, bulan yang di dalamnya terdapat maghfiroh, ampunan Allah. Walaupun minta ampun bisa kapan saja di luar bulan Romadhon. Tapi, bulan Ramadhon adalah momen yang tepat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4994170032843121709?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4994170032843121709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/08/menuju-ampunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4994170032843121709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4994170032843121709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/08/menuju-ampunan.html' title='Menuju Ampunan'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4409945017501093787</id><published>2010-07-28T23:54:00.001-07:00</published><updated>2010-07-28T23:54:54.179-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Da&apos;wah'/><title type='text'>Bersikap Sabar</title><content type='html'>الصَّبْرُ كَالصِّبرٍ مُرٌّ فِى مَذَاقَتِهِ * لَكِنْ عَوَاقِبُهُ اَحْلىَ مِنَ العَسَلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;rasa dari kesabaran sangatlah pahit bagaikan simalakama, namun akibat kesabaran lebih manis daripada madu...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diperintah untuk menjadi seorang hamba yang sabar:&lt;br /&gt;1.sabar dalam melaksanakan keta'atan&lt;br /&gt;2.sabar dalam menjauhi larangan&lt;br /&gt;3.sabar dalam menghadapi bala' ujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun saat kita melakukan kesabaran itu, kita serasa menelan buah yang sangat pahit sekali. Karena sabar itu “menyakitkan” dan mungkin sangat sukar untuk dilakukan. Akan tetapi, jika kita telah menelan pahitnya kesabaran itu, kita akan mendapatkan buah yang sangat manis daripada manisnya madu. Yaitu buah yang kita peroleh setelah kita melakukan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, bila kita mau bersabar melaksanakan keta'atan, menjauhi larangan dan menghadapi bala' ujian, maka balasan yang kita peroleh adalah surga. Dan sesungguhnya, akibat terbaik dari suatu perbuatan bukanlah akibat baik yang kita peroleh didunia, melaikankan akibat baik yang kita peroleh kelak di akhirat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4409945017501093787?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4409945017501093787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/07/bersikap-sabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4409945017501093787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4409945017501093787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/07/bersikap-sabar.html' title='Bersikap Sabar'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-8023780853253870080</id><published>2010-05-19T08:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T08:49:01.675-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>HAMPIR BANGKIT</title><content type='html'>Mungkin sudah banyak diantara kita yang melupakan hari bersejarah yang jatuh pada tanggal 20 mei setiap tahunnya. Andaikan saya tidak masuk dalam ‘abdi rakyat’, mungkin saya juga lupa terhadap tanggal bersejarah tersebut. Ternyata, setiap tahun kita memperingati hari yang namanya Hari Kebangkitan Nasional yang disingkat HARKITNAS.  Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme  serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Kemudian ditetapkan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Berarti sudah 102 tahun kita mempunyai ‘ide’ untuk bangkit… Ho..ho… Tapi, apakah benar negara kita sudah bangkit saat ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip tulisannya mas Bambang Pamungkas di twitter dan website pribadinya, &lt;i&gt;Selama ini kita hanya mampu menjadi negara yang “Hampir“, iya selalu menjadi yang hampir&lt;/I&gt;. Kalau dalam dunia sepakbola kita hampir mengalahkan Uni Soviet, hampir mengalahkan Manchester United, hampir lolos Olimpiade, hampir lolos Piala Dunia, hampir lolos putaran kedua Piala Asia, hampir juara Piala Tiger (Suzuki). Artinya, dalam persepakbolaan kita masih &lt;b&gt;terpuruk!!&lt;/B&gt;.  Dalam dunia hukum kita juga ‘hampir’ memberantas korupsi,&lt;i&gt;illegal loging&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;trafficking&lt;/i&gt;, makelar kasus, mafia hukum, menumpas terorisme dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita sudah bangkit dalam mengelola Negara ini. Infrastruktur sudah lengkap, sekolah sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan, masyarakat sudah menikmati listrik, telepon bahkan internet. Walaupun saat ini masih saja ada jalan-jalan yang berlobang yang tak terhitung lagi jumlah lobangnya. Ya benar, jalan-jalan ‘hampir’ mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya kita bisa bangkit dari ‘hampir’ bisa menjadi ‘tercapai’ kita harus secara bersama-sama mempunyai satu tujuan, satu tekad untuk mencapai tujuan kita. Hal ini memang membutuhkan waktu lama, seperti peristiwa sumpah pemuda tahun 1928 bisa mencapai tujuan merdeka memerlukan waktu 17 tahun.  Saat ini bisa dikatakan kita ‘merdeka’ sejak reformasi  tahun 1998. Berarti sudah 12 tahun kita ‘merdeka’. Apakah tujuan reformasi saat ini sudah tercapai atau kita masih harus menunggu 5 tahun lagi untuk mencapai tujuan reformasi kita? Slogan &lt;I&gt;good governance&lt;/I&gt; dan &lt;I&gt;excellent service&lt;/I&gt; masih saja menjadi &lt;i&gt;lips service&lt;/i&gt; buat kita (saat ini)... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja -yang selalu saya harapkan- peringatan HARKITNAS ini bukan hanya acara seremonial belaka untuk sekedar apresiasi terhadap jasa para pahlawan.  MARI  KITA BANGKIT BERSAMA!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-8023780853253870080?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/8023780853253870080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/05/hampir-bangkit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8023780853253870080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8023780853253870080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/05/hampir-bangkit.html' title='HAMPIR BANGKIT'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4072791186792341331</id><published>2010-05-08T08:55:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T09:10:35.981-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>MET NYOBLOZZZ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/S-WMQ84AmtI/AAAAAAAAABM/7EC2FD0_gBk/s1600/aa+copy+Correction.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/S-WMQ84AmtI/AAAAAAAAABM/7EC2FD0_gBk/s320/aa+copy+Correction.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468931545358179026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT MENCOBLOS CALON PEMIMPIN ANDA WARGA BOYOLALI PADA HARI MINGGU, 09 MEI 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga terpilih pemimpin yang amanah, peduli, de-el-el...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4072791186792341331?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4072791186792341331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/05/met-nyoblozzz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4072791186792341331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4072791186792341331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/05/met-nyoblozzz.html' title='MET NYOBLOZZZ...'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/S-WMQ84AmtI/AAAAAAAAABM/7EC2FD0_gBk/s72-c/aa+copy+Correction.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-1153565698880842004</id><published>2010-04-30T10:01:00.000-07:00</published><updated>2010-04-30T10:03:52.808-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>BEREBUT RUMAH TUHAN</title><content type='html'>Kalau mendengar kata 'berebut' kita pasti memiliki stigma yang negatif. Yang namanya berebut itu 'saru', tidak pantas, jelek, kurang sopan, dan lain-lain. Kita mendengar sekarang lagi 'usum' orang rebutan jabatan, rebutan kursi. Lha &lt;i&gt;wong&lt;/I&gt; amanah kok dibuat rebutan. Padahal gunung, langit, api, air menolak itu lha kok kita malah jadi 'rebutan'. Rebutan harta atau rebutan warisan, juga kurang etis, rebutan cewek juga terjadi walaupun kalau dipikir-pikir kayak kehabisan ‘stok’ aja dunia ini. Zaman dulu pas di Indonesia masih berdiri kerajaan-kerajaan, para raja pada rebutan wilayah kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kali ini ada yang rebutan sesuatu yang ‘suci’, yaitu rebutan rumah Tuhan atau rebutan masjid, mushola, langgar, surau. Saya tidak tahu persis apa motif orang rebutan tempat beribadah tersebut, motif batik apa lorek-lorek. Yang saya tahu cuma mengurus masjid itu tidak mudah. Lha orang kok pinginnya sesuatu yang sulit. Seperti tadi, rebutan jabatan, rebutan kursi, itukan amanah dan tidak mudah membawa amanah. Tapi orang juga suka. Aneh. Mengurus masjid itu yang saya tahu ada tiga aspek, &lt;B&gt;idaroh&lt;/B&gt;, atau pengelolaan manajemen (seharusnya yang menjadi pengurus idaroh ini sarjana manajemen. Usul lho ini… ), kedua aspek &lt;b&gt;Imaaroh &lt;/B&gt;, yaitu masalah peribadatan biar jamaah rame bagaimana caranya. Apalagi ada kata pepatah yang berbunyi, &lt;i&gt;rame-rame rantas, malang-malang putung&lt;/I&gt;. Sulit membuat jamaah ramai untuk berbondong-bondong ke masjid. Kalau berbondong-bondong ke bioskop sih mudah. Saya mau jadi pengurusnya.. yang ketiga aspek &lt;b&gt;ri’ayah&lt;/B&gt;, pemeliharaan fisik. Lha lihat sendiri kondisi masjid di sekitar kita. &lt;i&gt;La yamutu wala yahya&lt;/I&gt; ndak mutu karena kekurangan dana..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini orang pada lupa dengan 3 aspek tadi. Yang orang ingat tempat beribadah seperti masjid, mushola adalah tempat strategis untuk berdakwah, mendoktrin orang, menyampaikan gagasannya dan lain-lain. Maka, harus ‘direbus eh rebut’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat istilah ‘rebutan’ tadi maka akan terpikir ‘saru’ tidak pantas. Tapi melihat kata ‘masjid’, wah itu bagus sekali, tempat beribadah. Setelah digabungkan kita mendapatkan kata ‘rebutan masjid’. Maka akan kita temui dua kata yang berlawanan, yang satu saru (jelek) dan yang satu bagus (suci). Saya jadi ingat ada qoidah fiqh yang bunyinya “&lt;i&gt;&lt;B&gt;Idzajtama’a al-haram wal harom ghuliba al-harom&lt;/I&gt;&lt;/b&gt;” Bila berkumpul antara halal dan haram, maka yang dimenangkan adalah yang harom. Tidak ada hubungannya memang, antara fiqih sama kalimat saya tadi. Tapi dalam kalimat tersebut berkumpul juga dua kata yang berlainan. Yang satu ‘rebutan’ sesuatu yang ‘saru’ (jelek) atau kita paksa saja menyebutnya  sesuatu yang ‘haram’ dan kata satunya yaitu ‘masjid’ sesuatu yang bagus atau (dipaksa lagi biar sesuai qoidah) halal. Maka, melihat dari qoidah tadi yang dimenangkan adalah ‘saru’nya. Jadi, rebutan tempat beribadah adalah ‘saru’ (saya tidak mengatakan haram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallau a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-1153565698880842004?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/1153565698880842004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/04/berebut-rumah-tuhan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/1153565698880842004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/1153565698880842004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/04/berebut-rumah-tuhan.html' title='BEREBUT RUMAH TUHAN'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-1121394237095706491</id><published>2010-04-24T05:28:00.001-07:00</published><updated>2010-04-24T05:28:41.479-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Pejabat yang Rakyat</title><content type='html'>Kali ini saya tidak akan memaparkan sebuah makalah atau artikel. Tapi kali ini saya akan mengajak ngobrol anda yang sepertinya anda adalah orang biasa seperti saya atau istilah ‘politik’ nya adalah rakyat. Mungkin anda adalah seorang pejabat kecil atau pejabat tinggi yang pastinya tidak seperti saya. Obrolan ini agak panjang karena memang watak kita kalau mengobrol itu panjang-panjang dan kita suka yang panjang-panjang khususnya ibu-ibu. He..he.. disini saya memulai obrolan kemudian anda bisa mengajak saya mengobrol kembali atau feedback.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ini lagi ramai-ramainya Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada. Bagi yang berwarga Negara Indonesia baik dia itu seorang politisi, guru, seniman, artis, tukang becak, tokoh masyarakat, pengusaha bisa mencalonkan diri  asal mempunyai niat dan materi yang cukup. Tidak perlu materi yang banyak tapi materi yang cukup.  Maksudnya, apabila kita akan membuat baliho, ada materi. Mau membuat kaos, spanduk, bendera, ada materi. Ada orang atau pendukung entah asli atau tidak dia minta uang, maka kita ada uang. Itu sudah cukup. Lha kalau materi tidak cukup? Ya itu namanya, &lt;i&gt;nekat tanpo ragat&lt;/I&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang saat ini lagi ramai-ramainya artis mencalonkan diri dalam Pilkada. Sebut saja, Ratih Sanggarwati yang akan maju menjadi calon bupati di Ngawi, Jawa Timur; Ayu Azhari menjadi calon wakil bupati di Sukabumi, Jawa Barat; Emilia Contessa menjadi calon bupati di Banyuwangi, Jawa Timur; Bolot (H Muhammad) sebagai calon Wali Kota Tangerang Selatan, Banten; Ikang Fauzi menjadi calon Wakil Bupati Lampung Selatan; Julia Perez menjadi calon Wakil Bupati (cawabup) Pacitan, Inul sebagai calon Bupati Malang, Jawa Timur; Maria Eva yang mencalonkan diri menjadi Bupati Kabupaten Sidoarjo; dan Vena Melinda sebagai calon bupati Blitar, Jawa Timur. Terakhir ada yang mencalonkan kalau tidak salah cawabup Wonogiri putrinya pedangdut A.Rafiq, namanya saya lupa. Saya tidak tahu alasan para artis ikut mencalonkan, entah karena di infotainment sudah tidak ada tempat lagi kerena sudah ‘kegusur’  sama pemain-pemain muda atau karena ingin mengikuti jejak kawannya sesama artis yang sudah memenangkan pilkada. Seperti, Rano Karno, Dede Yusuf, dan Dicky Chandra yang sukses mendapat posisi penting sebagai pejabat publik. Walau saat ditanya oleh wartawan jawabannya adalah untuk memperbaiki atau memajukan daerah yang akan dipimpinnya. Sebuah jawaban yang tidak kita tunggu-tunggu tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga yang mempermasalahkan para artis yang akan mencalonkan. Mereka yang pernah tersangkut skandal seks atau yang pernah berpose vulgar yaitu, Maria Eva dan Jupe. Katanya, akan ada peraturan bagi pezina tidak boleh mencalonkan. Wah, wah.. memang bagus, tapi harus diimbangi dengan peraturan kalau sudah menjadi pejabat juga tidak boleh zina, gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari itu semua disini saya akan mengobrolkan tentang kriteria pejabat menurut saya sendiri yaitu &lt;b&gt;pejabat yang rakyat&lt;/b&gt;. Yang saya maksud pejabat disini adalah orang yang mempunyai bawahan. Dan bawahannya  itu disebut rakyat. Saya tidak menyebut pemimpin, karena  pemimpin bisa merasa tidak pejabat. Umpama anda adalah pemimpin di sebuah perusahaan maka itu termasuk pejabat. Anda adalah karyawan maka itu termasuk rakyat. Anda adalah anggota DPR maka anda adalah pejabat dan rakyat adalah rakyat. Marilah kita mencari pejabat yang rakyat. Maksudnya bagaimana? Yang saya tahu saat ini yang mempunyai jiwa nasionalisme yang ‘tampak’ dan ‘nongol’ adalah rakyat. Lihat saja dulu waktu kebudayaan kita bangsa Indonesia  ‘dicuri’ oleh Malaysia, umpama reog Ponorogo diklaim siapa yang protes menentang  Malaysia sampai turun ke jalan? Yang pasti adalah seniman-seniman reog dan rakyat atau mahasiswa-mahasiswa. Dan yang lagi ‘anget-anget’nya adalah akan digusurnya tempat bersejarah, tempat keramat, tempat orang yang ‘babat alas’ Jakarta  yaitu Mbah Priok. Siapa yang menjadi benteng pertahanan di makam bersejarah tersebut? Gubernur DKI? Tentu saja orang-orang yang mencintai akan sejarah bangsanya yang ‘kebetulan’ mereka itu adalah seperti saya, rakyat.  Jadi, saya pikir, rakyatlah yang saat ini yang mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi. Entah apa mereka berubah nasionalismenya nanti tatkala mereka naik jabatan menjadi pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Walhasil&lt;/I&gt;, semoga para calon pejabat yang mencalonkan dirinya dalam pilkada kali ini adalah orang yang berhati rakyat. Sehingga bisa mengerti kebutuhan rakyat, keinginan rakyat sebagaimana  &lt;i&gt;qoidah&lt;/I&gt; yang mengatakan &lt;i&gt;&lt;b&gt;tashoruful imam ‘alal roiyyah manutun bil maslahah&lt;/i&gt;&lt;/B&gt; Keputusan pejabat atas rakyat dilandasi kemashlahatan. Kalau tidak salah begitu bunyinya. Kalau kasus Priok itu memang maslahat pasti tidak akan terjadi insiden yang memakan banyak korban jiwa. Itulah pentingnya punya pejabat yang rakyat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-1121394237095706491?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/1121394237095706491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/04/pejabat-yang-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/1121394237095706491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/1121394237095706491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/04/pejabat-yang-rakyat.html' title='Pejabat yang Rakyat'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-9140496985370932936</id><published>2010-04-17T00:51:00.000-07:00</published><updated>2010-04-17T00:59:04.411-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Nasional'/><title type='text'>SAATNYA HUKUM MATI KORUPTOR (?)</title><content type='html'>Kasus korupsi di Indonesia semakin lama semakin menarik dan tak ada habisnya. Kalau dulu kasus korupsi yang tertangkap adalah orang atau oknum yang ‘maling’ uang puluhan sampai ratusan juta rupiah dan sekarang sudah menunjukkan angka peningkatan menjadi puluhan milyar sampai trilyunan rupiah. Tentu saja ini adalah nilai uang yang sangat fantastis ditengah-tengah penduduk Indonesia yang sampai saat ini masih belum merasakan kesejahteraan dan keadilan sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD ’45 dan Pancasila. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa Dia sayang sama negeri ini. Buktinya, negeri ini setelah merdeka tahun 1945 Tuhan tidak langsung menghendaki rakyat Indonesia menikmati kemerdekaan ini. Berbagai gemblengan diberikan Tuhan kepada negeri ini. Setelah Merdeka Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soekarno berusaha bangkit menjadi Negara adi daya (cita-cita Bung Karno). Tapi Pada Tahun 1965 Tuhan tidak memberikan kemakmuran di negeri ini. Krisis moneter melanda Indonesia saat itu yang mengakibatkan lengsernya  Presiden Soekarno dari tahta kepresidenan. Kemudian Indonesia dipimpin oleh Presiden Soeharto yang dalam kepemimpinannya bersifat otoriter. Pada tahun 1998, Presiden Soeharto lengser sebab adanya demontrasi besar-besaran di seluruh negeri akibat krisis moneter. Lepas dari Orde baru Indonesia menikmati era Reformasi. Akan tetapi, harapan reformasi untuk membawa perubahan pada negeri ini (sampai saat ini) masih mimpi belaka. Ketidakadilan, kemiskinan, korupsi, kebobrokan moral masih merata di negeri ini. Korupsi yang menjadi penyakit ‘menahun’ pun belum bisa tuntas bahkan menunjukkan angka peningkatan. Oleh sebab itu pada tahun 2010 ini Indonesia masih menduduki peringkat pertama negeri terkorup se-Asia Tenggara padahal penduduk  dan juga pejabat pemerintahannya mayoritas ber-KTP Islam.&lt;br /&gt;Melihat kasus korupsi yang semakin ‘menggila’ ini kemudian muncul wacana hukuman mati bagi para koruptor.  Meski sudah menjadi wacana klasik, pro-kontra seputar penerapan hukuman mati tetap menjadi perdebatan serius di kalangan masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Secara yuridis formal, penerapan hukuman mati di Indonesia memang dibenarkan. Hal ini bisa ditelusuri dari beberapa pasal dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang memuat ancaman hukuman mati. Di luar KUHP, tercatat setidaknya ada 6 (enam) peraturan perundang-undangan yang memiliki ancaman hukuman mati, semisal UU Narkotika, UU Anti Korupsi, UU Anti terorisme, dan UU Pengadilan HAM,UU Intelijen dan UU Rahasia Negara. Hal ini menunjukkan bahwa hukuman mati di Indonesia semakin eksis dalam tata peraturan perundang-undangan di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seiring dengan maraknya gagasan humanisme atau nilai-nilai kemanusiaan universal, hukuman mati sudah tidak logis lagi diterapkan dalam kehidupan modern saat ini. Alasannya melanggar Hak Asasi Manusia. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang membela HAM berpendapat bahwa penerapan hukuman mati dapat digolongkan sebagai bentuk hukuman yang kejam dan tidak manusiawi, sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi, “Setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan keselamatan sebagai individu”. Jaminan ini dipertegas dengan Pasal 6 ayat (1)16 dan Pasal 717 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (&lt;i&gt;International Covenant on Civil and Political Rights-ICCPR&lt;/I&gt;) dan dikuatkan dengan Protokol Opsional Kedua atas Perjanjian Internasional mengenai Hak-hak Sipil dan Politik tahun 1989 tentang Penghapusan Hukuman Mati. Jadi, hukuman mati pada dasarnya bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan (HAM) dan harus dihilangkan atau dihapus.  Beberapa aktivis HAM menilai bahwa hukuman mati merupakan hukuman klasik yang sudah ketinggalan zaman (&lt;i&gt;out of date&lt;/I&gt;) atau bentuk peninggalan masa lalu (&lt;i&gt;a vestig of our savage past&lt;/I&gt;) yang harus dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukuman mati mungkin akan membuat kejahatan si pelaku terbalaskan, setidaknya bagi keluarga korban, dan akan membuat orang lain takut melakukan kejahatan serupa, namun hal itu jelas tidak akan dapat memperbaiki diri si pelaku, karena kesempatan hidup sudah tidak ada lagi. Sebaliknya, tanpa dihukum mati pun, seorang pelaku kejahatan dapat merasakan pembalasan atas tindakannya dengan bentuk hukuman lain, misalnya dihukum seumur hidup atau penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah, hukuman mati dinilai sudah tidak tidak efektif lagi sebagai sebuah bentuk pemidanaan yang menjerakan, karena sistem pemidanaan modern terus mengarah ke upaya merehabilitasi terpidana (&lt;i&gt;treatment&lt;/I&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hukum Islam, hukuman mati bisa ditemukan dalam tiga bentuk pemidanaan, yaitu qishash, had (hudud) dan ta'zir. Dalam masalah qishash, ancaman hukuman mati ditujukan bagi pelaku pembunuhan yang disengaja atau direncanakan, di mana pelaku pembunuhan yang disengaja juga harus menanggung balasan hukum yang sepadan yang ia perbuat.24 Dalam masalah hudud, ancaman hukuman mati ditujukan bagi pelaku zina &lt;i&gt;muhshan, hirabah, al-bagyu&lt;/i&gt;, dan &lt;I&gt;riddah&lt;/i&gt;. Sedangkan dalam masalah &lt;I&gt;ta’zir&lt;/i&gt;, ancaman hukuman mati ditujukan bagi pelaku kejahatan di luar &lt;I&gt;qishash &lt;/i&gt;dan &lt;I&gt;hudud&lt;/i&gt; yang oleh negara (penguasa) dianggap sangat berbahaya bagi kelangsungang hidup dan kemaslahatan masyarakat. Hukuman mati yang diberlakukan untuk kasus-kasus tertentu, semisal narkoba, terorisme dan korupsi,termasuk kategori hukuman ta’zir yang disebut dengan ‘al-qatlu al-siyasi’, yaitu hukuman mati yang tidak diatur oleh al-Quran dan al-Sunnah, tapi diserahkan kepada penguasa atau negara, baik pelaksanaan ataupun tatacara eksekusinya. Hukuman maksimal (mati) tersebut boleh diberlakukan oleh suatu Negara jika dipandang sebagai &lt;b&gt;upaya efektif menjaga ketertiban dan kemaslahatan masyarakat&lt;/B&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya ancaman hukuman mati dalam Islam, menurut Barda Nawawi Arief (lihat Barda Nawawi Arief, Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, Bandung: Citra Aditya, 1996, h. 99), pada hakikatnya bukanlah sarana utama untuk mengatur, menertibkan, atau melindungi masyarakat, tetapi lebih merupakan jalan hukum terakhir, seperti halnya amputasi dalam kedokteran yang sebenarnya bukan obat utama, tetapi sebuah pengecualian sebagai sarana pengobatan terakhir. Dengan demikian, ada kriteria-kriteria tertentu yang diatur dalam hukum Islam yang memungkinkan suatu tindak kejahatan tersebut dapat dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen orang yang menolak hukuman mati seperti yang telah disebutkan diatas sebab hukuman mati adalah hukuman yang sadis, kejam, dan tidak manusiawi. Sebenarnya hukuman mati semata-mata demi melaksanakan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam doktrin hukum agama (Islam) yang terlingkup dalam &lt;i&gt;maqashid al-syariah&lt;/I&gt;. Dalam hal ini, hukum Islam sangat memperhatikan nilai-nilai dasar kemanusiaan di dunia yang terlingkup pada lima hal, yaitu agama (&lt;i&gt;al-din&lt;/I&gt;), jiwa (&lt;i&gt;al-nafs&lt;/I&gt;), harta (&lt;i&gt;al-mal&lt;/I&gt;), akal (&lt;i&gt;al-aql&lt;/I&gt;), dan keturunan (&lt;i&gt;al-nasl,&lt;/I&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi memelihara kelima hak dasar kemanusiaan tersebut, hukum Islam secara konsekuen mencantumkan hukuman mati sebagai salah satu hukuman pokok, sekaligus hukuman maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana jika hukuman mati ditetapkan pada koruptor??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat praktek korupsi yang tak ada habisnya ini dan vonis bagi para koruptor yang ada sekarang tidak membuat para koruptor atau calon koruptor jera ataupun ketakutan, maka saya setuju koruptor dijatuhi hukuman mati.  Sebab para koruptor tersebut secara tidak langsung telah melanggar HAM. Yaitu, akibat adanya korupsi rakyat kekurangan makan, tidak bisa berobat dirumah sakit karena tidak adanya biaya, tidak bisa melanjutkan sekolah, dan lain-lain. Yang perlu diperhatikan apabila hukuman mati bagi koruptor diberlakukan adalah para penegak hukum yang bersih dan tidak mudah diintervensi.  Juga perlu ditetapkannya kadar barang atau materi yang dikorupsi, misalnya bagi yang korupsi dibawah 1 milyar tidak dihukum mati tapi bagi yang korupsi diatas 1 milyar dihukum mati. Tapi hukuman bagi yang korupsi dibawah 1 milyar harus berat minimal seumur hidup.. (he.he..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hukum publik, hukum pidana di Indonesia seharusnya lebih berorientasi kepada perlindungan masyarakat banyak dan pihak korban, meski  tidak harus mengabaikan nasib atau hak-hak pelaku kejahatan itu sendiri.  Dalam hal ini, adanya ancaman hukuman mati dimaksudkan untuk memberi efek psikologis dan &lt;i&gt;shock therapy&lt;/I&gt; bagi masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-9140496985370932936?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/9140496985370932936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/04/saatnya-hukum-mati-koruptor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/9140496985370932936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/9140496985370932936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/04/saatnya-hukum-mati-koruptor.html' title='SAATNYA HUKUM MATI KORUPTOR (?)'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-104965666731999418</id><published>2010-04-15T06:56:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T06:57:56.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa / Sastra'/><title type='text'>Jangan Kau Injak Kakiku</title><content type='html'>Jangan Kau Injak Kakiku..&lt;br /&gt;saat aku sedang berdiri berbisik denganTuhanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Kau Injak Kakiku...&lt;br /&gt;saat aku mengangkat tanganku&lt;br /&gt;menyerahkan jiwaku&lt;br /&gt;untuk Dia Yang Satu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Kau Injak Kakiku..&lt;br /&gt;Karena mengurangi konsentrasi yang kutuju...&lt;br /&gt;bukannya aku tak mau..&lt;br /&gt;mengikuti dirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Kau Injak Kaki ini...&lt;br /&gt;jika kau lihat celanaku yang menutupi mata kaki..&lt;br /&gt;karena mata kaki bukanlah hati...&lt;br /&gt;tempat bersarangnya gengsi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo, 14 April 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-104965666731999418?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/104965666731999418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/04/jangan-kau-injak-kakiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/104965666731999418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/104965666731999418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/04/jangan-kau-injak-kakiku.html' title='Jangan Kau Injak Kakiku'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-8943680046461816011</id><published>2010-04-10T01:33:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T01:37:32.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>FACEBOOK MENGALAHKAN TUHAN</title><content type='html'>Fenomena Facebook masih terus menggema. Seantero jagad ini sudah 200an juta orang yang memiliki akun di Facebook. Dan Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua pengguna Facebook terbesar sedunia dibawah Amerika Serikat tempat tinggal sang penemu Facebook yang mempunyai silsilah keturunan orang Yahudi. Banyaknya pengguna Facebook ini juga banyak dibantu oleh provider (tulisane betul po ga? Maklum katrok) telekomunikasi. Sekarang sudah banyak bermunculan handphone yang menyediakan fasilitas Facebook. Operator seluller pun juga membawa-bawa nama Facebook untuk menarik para pelanggan. Pengguna Facebook  merata dari berbagai kalangan. Dari kalangan bawah sampai atas adalah pengguna Facebook . Sungguh besar jasa Mark Zuckerberg sang penemu Facebook yang merupakan (sekali lagi) &lt;i&gt;dzurriyyah&lt;/i&gt; orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dipungkiri Facebook sangat membantu kita dalam mencari teman-teman lama atau membantu kita lebih dekat, lebih akrab dengan teman-teman kita yang dulunya hanya sebatas kenal atau cuma tau. Ada yang mendapat jodoh gara-gara Facebook  dan ada juga yang cerai gara-gara Facebook . Banyak sekali manfaat menggunakan Facebook walaupun sisi buruknya juga tak kalah banyak tergantung si pemakai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini saya tidak membahas sisi negatif atau positif Facebook. Karena sudah banyak yang bahas dan kita juga sudah merasakan sendiri.  Cuma saya  mau menyampaikan hal-hal yang membuat hidup ini lucu karena  Facebook. Lucu kenapa? Karena setiap saat, dimanapun tempatnya kita selalu ingat..ingat siapa? Ingat kekasih? Bukan. Ingat hutang? Apalagi.. Ingat orang tua? Ingat Tuhan? Yang pasti ingat Facebook.. Oh.. Facebook.. Facebook…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala kita sedang sendiri, sepi yang kita lakukan adalah membuka Facebook. Hanya sekedar ngisi status curahan hati atau &lt;i&gt;nengok&lt;/I&gt; status teman-teman. Tatkala kita melihat pemandangan indah, atau bangunan yang indah ingatan kita akan tertuju pada ponsel kita yang ada fasilitasnya kamera untuk jepret-jepret sana-sini yang nantinya akan di upload ke Facebook. Lha..lagi-lagi Facebook.. mau makan atau sedang minum es yang enak pun kita ingat sama Facebook untuk sekedar mengisi status yang mengatakan aktifitas kita saat ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kita akan kerepotan atau kalang kabut saat bepergian dan ponsel kita ketinggalan di rumah. Padahal kita sering meng-&lt;i&gt;update&lt;/I&gt; status via ponsel.. Ya, Facebook selalu kita ingat setiap hari. Sementara Sang  Penciptanya pencipta Facebook tidak sering kita ingat. Sadar atau tidak, mungkin iya. He..he..kita melihat pemandangan indah dan jeprat-jepret yang kita ingat adalah Facebook, bukan Pencipta keindahan itu. Dan lain-lainnya. Sehari bisa kita kalkulasi, banyak ingat mana kita antara Facebook dan Tuhan, Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook, penemuan luar biasa yang bisa mengalahkan Tuhan dalam hati manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-8943680046461816011?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/8943680046461816011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/04/facebook-mengalahkan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8943680046461816011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8943680046461816011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/04/facebook-mengalahkan-tuhan.html' title='FACEBOOK MENGALAHKAN TUHAN'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-3809112657633295948</id><published>2010-03-02T05:42:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T05:45:14.689-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Da&apos;wah'/><title type='text'>Hal-Hal Yang Bisa Merusak Ukhuwah</title><content type='html'>Banyak ayat di dalam al-qur’an maupun hadits-hadits nabi yang menyebutkan pentingnya menjalin persaudaraan keislaman atau ukhuwah Islamiyyah. Dimana salah satu orang yang mendapat perlindungan dari Allah di hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah adalah orang yang mencintai saudaranya karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika kita berbicara masalah ukhuwah, maka tidak akan terlepas dari hal-hal yang bisa menyebabkan rusaknya ukhuwah Islamiyyah. Antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, adanya penyakit hati, yaitu sifat iri, dengki. Sifat dengki ini bisa merasuki siapa saja. Oleh karena itu, kita harus hati-hati dan waspada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat dengki adalah sifat yang dimiliki oleh seseorang yang merasa susah ketika melihat orang lain mendapat kebahagiaan atau kenikmatan. Atau dengan kata lain, orang dengki adalah orang yang susah melihat orang lain senang dan senang ketika melihat orang lain susah. Anehnya, kita umat Islam merasa biasa-biasa saja tatkala melihat orang-orang non-muslim mendapatkan kesuksesan. Akan tetapi kita orang-orang Islam merasa resah, merasa gelisah, tatkala melihat saudara sesama muslim mendapat kenikmatan atau kesuksesan. Umpama, tetangga kita bisa membeli televisi baru, kita televisi aja 15 tahun ndak ganti-ganti. Karena iri, dengki melihat tetangga kita bisa beli televisi dada kita terasa sesak...tetangga kita bisa beli sepeda motor baru, kita iri dengki kepala kita snut..snut..pusing..tetangga kita bisa beli mobil, karena dengki kita sudah tidak snut-snut lagi, tapi langsung pingsan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit dengki ini bisa menjalar ke penyakit hati yang lain, antara lain, sifat angkuh, sombong, mencari kesalahan-kesalahan orang yang di dengki, dendam dan lain-lainnya. Sehingga bisa merusak hubungan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita sebisa mungkin semampu kita menghindari penyakit hati ini dengan memperbanyak ingat kepada Allah..  “&lt;i&gt;&lt;b&gt;Alaa bidzikrillahi tatmainnul qulub..&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”  Obat Hati adalah dzikir kepada Allah. Sebab penyakit dengki ini bisa menghapus amal baik kita sebagaimana api melahap kayu bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Yang kedua&lt;/i&gt;, hal yang merusak ukhuwah adalah &lt;I&gt;ta’asub bil madzhab, bil jama’ah, bil partai&lt;/I&gt;.. sikap fanatik terhadap madzhab, golongan atau partainya. Zaman sekarang satu keluarga beda partai sudah ribut.. suami beda partai sama istri, istri ndak mau ngasih ‘jatah’ dulu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fanatik terhadap madzhab, merasa pendapatnya yang paling benar sendiri dan tidak mau mengalah. Inilah yang bisa merusak ukhuwah. Hal ini tidak diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad dan para ulama’ pendiri madzhab. Rasulullah waktu perang badar menerima pendapat sahabat Hubaib bin Mundzir mengenai strategi perang.. Rasul menerima dan tidak merasa gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik yang berdomisili di Madinah dan pengarang kitab al-Muwattho’ tidak mengizinkan kitabnya dijadikan kitab hukum disemua wilayah pada waktu itu. Dengan alasan setiap daerah memiliki cara istinbathnya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i pernah berkunjung ke pesantrennya Imam Hanafi yang notabene adalah ulama’ yang tidak memakai qunut waktu sholat subuh. Ketika tiba waktu sholat subuh, Imam Syafi’i diminta mengimami santri-santrinya Imam Hanafi. Mengetahui yang akan mengimami sholat subuh adalah imam Syafi’i, murid-murid Imam Hanafi persiapan memakai qunut. Akan tetapi, ketika sholat subuh berlangsung dengan diimami Imam Syafi’i, beliau meneruskan sholat subuh tanpa memakai qunut. Murid-murid imam Hanafi pada bingung, kemudian bertanya kenapa tidak memakai qunut? Imam Syafi’i menjawab “saya menghormati orang yang mempunyai maqom ini, yaitu imam hanafi’…. Subhanallah.. walau berbeda pendapat,ulama-ulama besar tersebut menghargai pendapat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu marilah kita menghormati perbedaan pendapat yang terjadi saat ini demi terciptanya, demi utuhnya ukhuwah islamiyah. Sebab sebagaimana yang dikatakan oleh Dr.Gamal Albanna (adik bungsu Hasan AlBana, mursyidul 'am Ikhwanul Muslimin) Menjaga ukhuwah itu sama dengan jihad.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Innal jihada fil ‘asril hadis laisa huwa annamuta fisabilillah&lt;/I&gt;...jihad di zaman modern, bukanlah kita mati dijalan Allah.. &lt;i&gt;Walakin an nahya fisabilillah&lt;/I&gt;.. akan tetapi, jihad di zaman modern adalah kita hidup bersama-sama dijalan Allah, hidup rukun, tidak saling gontok-gontokan, tidak saling bertengkar...itulah jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&gt;&gt;Ini adalah materi yang saya sampaikan dalam kultum di Masjid Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali pada hari Senin tanggal 1 Maret 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-3809112657633295948?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/3809112657633295948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/03/hal-hal-yang-bisa-merusak-ukhuwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/3809112657633295948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/3809112657633295948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/03/hal-hal-yang-bisa-merusak-ukhuwah.html' title='Hal-Hal Yang Bisa Merusak Ukhuwah'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4947022425663129903</id><published>2010-02-13T07:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T07:54:37.765-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Haul Santo Valentinus</title><content type='html'>Walaupun setiap tanggal 14 Februari tidak dijadikan hari libur, namun masyarakat dunia termasuk Indonesia menjadikan tanggal 14 Februari sebagai hari/tanggal yang spesial bagi diri mereka sendiri, teman, sahabat, kekasih, maupun keluarga untuk menyatakan kasih sayang mereka. Wujud dari ungkapan tersebut mereka aktualisasikan dalam bentuk pemberian barang. Kebanyakan mereka saling memberikan coklat. Hari Valentine atau&lt;i&gt;  Valentine's Day&lt;/i&gt; -versi aslinya- yang jatuh setiap tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Tradisi pemberian barang di hari valentine berasal dari Amerika Serikat pada paruh kedua abad ke-20, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kasih sayang terhadap sesama itu dianjurkan, tidak hanya dalam agama Islam, tapi semua agama pasti menganjurkan kasih sayang. Akan tetapi yang menjadi kekhawatiran dari penganut-penganut agama (yang taat) adalah penyalahgunaan dari kasih sayang tersebut dengan menginterpretasikan kasih sayang dengan hal-hal yang menjerumus ke sex bebas (free sex).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ada apa sebenarnya dengan tanggal 14 Februari? Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detail siapa sesungguhnya "St. Valentine" termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian oleh Barat peringatan kematian Santo diperingati dengan acara berformat 'kasih sayang' supaya semua umat di dunia bisa memperingatinya termasuk umat Islam. Peringatan kematian dalam Islam disebut HAUL yang diisi dengan tahlil, mendoakan arwah orang yang meninggal . Sedangkan 'HAUL' Valentinus dimeriahkan dengan pemberian barang-barang yang berkesan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya, dalam hari kasih sayang ini, kita jangan hanya mewujudkan rasa kasih sayang kepada lawan jenis atau kawan, atau keluarga saja. Tapi, kita bisa memberi sesuatu yang bermanfaat -bukan sekedar coklat atau bunga imitasi- kepada saudara-saudara kita yang saat ini diterpa musibah, yang sedang kesulitan membiayai anaknya berobat di rumah sakit, dan lain-lain. Dan hati-hatilah bagi umat Islam mengucapkan "Happy Valentine" mungkin bisa diterjemahkan "Semoga Valentinus beristirahat dengan tenang/bahagia..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Akhirul kalam&lt;/I&gt;...saya mengucapkan GONG XI FA CAI...Met Tahun Baru Imlek...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4947022425663129903?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4947022425663129903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/02/haul-santo-valentinus.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4947022425663129903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4947022425663129903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/02/haul-santo-valentinus.html' title='Haul Santo Valentinus'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-7178466264889775048</id><published>2010-02-06T21:55:00.001-08:00</published><updated>2010-02-06T22:00:08.219-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Islam'/><title type='text'>PEMBERDAYAAN WAKAF UANG/ WAKAF TUNAI (CASH WAKF) DI INDONESIA</title><content type='html'>Kemiskinan masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di Indonesia.  Dimana ada hal-hal yang berhubungan dengan masalah kemiskinan , disitu akan kita jumpai banyak orang. Misalnya, dalam pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang dikhususkan bagi keluarga miskin, pasti akan banyak masyarakat yang mendaftar sekalipun dia adalah orang mampu. Pembagian zakat pun tidak jauh beda. Banyak masyarakat yang berbondong-bondong rela berdesak-desakan antri zakat  sampai menimbulkan korban jiwa. Begitu juga dengan kondisi kesehatan dan pendidikan masyarakat Indonesia, karena miskin tidak memperoleh kesehatan yang layak, karena tidak punya biaya untuk melanjutkan sekolah, maka putus sekolah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyelesaikan masalah kemiskinan ataupun kesenjangan sosial tersebut, Islam memberikan solusi berupa pemberian sesuatu dari kalangan &lt;i&gt;the have&lt;/i&gt; (orang berduit/orang mampu) kepada kalangan &lt;i&gt; the have not&lt;/i&gt; (orang yang kurang mampu) melalui zakat, infaq, sodaqoh, hibah, ataupun wakaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel ini saya akan membahas tentang wakaf. Kenapa? Karena wakaf berbeda dengan yang lainnya. Sebab harta wakaf akan tetap abadi, lestari sedang harta zakat, infaq, dan sodaqoh bisa habis sesuai dengan kebutuhan si penerimanya.  Selain itu wakaf adalah salah satu usaha mewujudkan dan memelihara hubungan vertical (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;hablun min Allah&lt;/span&gt;) dan hubungan horizontal (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;hablun min an-nas&lt;/span&gt;). Dalam fungsinya sebagai ibadah, wakaf diharapkan akan menjadi bekal kehidupan sang wakif (orang yang berwakaf) di hari kemudian, karena ia merupakan satu bentuk amal yang pahalanya akan terus mengalir selama harta wakaf dimanfaatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mencari dalil wakaf dalam al-Qur’an maupun Hadits tidak akan kita temui dalil yang secara jelas menunjukkan legitimasi diperbolehkannya wakaf. Tetapi secara umum, kita bisa menemukan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits yang menganjurkan agar orang yang beriman mau menyisihkan sebagian dari kelebihan hartanya digunakan untuk ‘proyek’ produktif bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak definisi yang diberikan para ulama terhadap kata wakaf. Secara umum wakaf adalah menahan harta yang dapat diambil manfaatnya dengan tetap utuhnya barang serta dimanfaatkan untuk sesuatu yang diperbolehkan oleh agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pada umumnya masyarakat kita mewakafkan harta berupa tanah, maka kali ini saya akan membahas tentang wakaf berupa uang atau wakaf tunai (cash wakf). Bila dicermati, pendayagunaan harta wakaf untuk kegiatan ekonomi produktif masih belum banyak dilakukan. Padahal wakaf memiliki potensi yang sangat prospektif guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat, terutama dengan konsep wakaf uang. Asal wakaf uang tersebut dikelola secara professional. Namun, secara historis, wakaf uang ini masih menjadi perdebatan dikalangan ulama fikih klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikalangan ulama fikih klasik, hukum mewakafkan uang merupakan persoalan yang masih &lt;i&gt;debatable&lt;/I&gt; (perselisihan/ikhtilaf). Perselisihan tersebut tidak lepas dari tradisi yang lazim di masyarakat bahwa mewakafkan harta hanya berkisar pada harta tetap (fixed asset), dan pada penyewaan harta wakaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama yang pertama kali memfatwakan wakaf uang adalah Muhammad bin Abdullah al-Anshari (murid dari Zufar sahabat Imam Abu Hanifah).  Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ mengatakan, “ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dan berbeda pendapat para sahabat kita tentang berwakaf dengan dana dirham dan dinar. Orang yang memperbolehkan mempersewakan dirham dan dinar, memperbolehkan berwakaf dengannya dan yang tidak memperbolehkan mempersewakannya ,tidak memperbolehkan mewakafkannya&lt;/span&gt;.” Sedangkan menurut Ibn Abidin salah satu ulama madzhab Hanafi mengatakan, sah tidaknya wakaf uang tergantung adat kebiasaan disuatu tempat. Sedangkan Ibnu Qudamah dalam kitabnya Al-Mughni meriwayatkan satu pendapat dari sebagian pendapat ulama yang tidak memperbolehkan wakaf uang. Dengan alasan uang akan lenyap ketika dibayarkan, sehingga tidak ada lagi wujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat ulama tersebut berada pada unsur  ‘keabadian’ dari harta wakaf. Sesuai  dengan petunjuk Rasulullah kepada Umar ibn Khottob, “Tahanlah (wakafkanlah) pohon dan sedekahkan buahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, nilai uang itu tidak akan habis atau lenyap apabila dikelola secara professional. Misalnya, badan-badan wakaf dalam mengelola wakaf uang (cash wakf) bekerjasama bank-bank syariah yang bisa menjamin keutuhan nilai uang wakaf. Bila dalam satu tahun ada 20 juta umat Islam Indonesia menyerahkan uang per-‘gundul’ sebesar Rp. 50.000  untuk wakaf. Maka, dalam kalkulasi sederhana akan diperoleh Rp. 1 trilyun dana wakaf yang siap diinvestasikan. (20.000.000 X 50.000= 1.000.000.000). Kemudian, serahkan dana siap infestasi tersebut kepada pengelola profesional yang memberi  jaminan esensi jumlahnya tidak berkurang dan malah bertambah. Seperti yang telah saya sebutkan diatas, misalnya uang tersebut dititipkan di bank syari’ah dengan bagi hasil (murobahah) 10 % tiap tahun . Maka, pada akhir tahun sudah ada dana segar Rp. 100 Milyar yang sudah siap dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Itu baru kalkulasi 20 juta penduduk muslim Indonesia dengan wakaf sebesar  Rp. 50.000 pertahun. Coba kalau wakafnya sebesar Rp.200.000 atau Rp. 500.000?? Saya  yakin permasalahan kemiskinan di Indonesia bisa diselesaikan. Tentunya dengan syarat dikelola secara professional dan tidak dikorupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*penulis adalah mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta dan alumni Fakultas Syari'ah IAIT Kediri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-7178466264889775048?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/7178466264889775048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/02/pemberdayaan-wakaf-uang-wakaf-tunai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/7178466264889775048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/7178466264889775048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/02/pemberdayaan-wakaf-uang-wakaf-tunai.html' title='PEMBERDAYAAN WAKAF UANG/ WAKAF TUNAI (CASH WAKF) DI INDONESIA'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-869032388593198524</id><published>2010-01-26T06:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T06:57:09.143-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Jangan Mencela bila (masih) memakai Produk Mereka</title><content type='html'>Pasti kita para Facebooker sudah mengetahui  dan yakin &lt;i&gt;haqqul yaqin&lt;/i&gt; bahwa penemu Facebook bukanlah seorang muslim (Kalau penemunya muslim mungkin akan dinamakan ‘kitabul wajhi’). Ya, penemu Facebook adalah Mark  Zuckerberg seorang keturunan Yahudi. Nah, lho?? Apa masalahnya? Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan beragama atau tidaknya seseorang. Sebab, beriman atau tidak itu hak prerogatif Allah, Tuhan Yang Esa.  Apalagi dalam surat Al-Baqoroh Allah berfirman, &lt;B&gt;&lt;I&gt;Khotamallahu ‘ala qulubihim, wa ‘ala sam’ihim&lt;/i&gt;&lt;/B&gt;, Allah telah menutup hati dan pendengaran mereka (orang-orang kafir). Kalau Allah menghendaki membuka hati, pasti akan dibuka hatinya, tapi kalau Allah menghendaki hatinya tertutup akan tertutup pula walaupun kita dengan susah payah mengajaknya untuk masuk agama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat bibir saya tersenyum adalah adanya orang-orang yang benci Yahudi tapi menggunakan fasilitasnya orang Yahudi, yaitu facebook. Ibaratnya saya makan di warung makan milik musuh saya yang selalu saya jelek-jelekkan. Juga saya pernah mendengar  seorang ustadz yang ceramah. Dalam ceramahnya itu sang ustadz menjelek-jelekkan Amerika dan melarang umat Islam memakai atau memakan produk Amerika dan antek-anteknya. Tapi, setelah pengajian selesai saya mendekati sang ustadz dan mengucapkan salam kepada beliau kemudia menyalaminya. Kemudian saya mengikuti beliau sampai naik mobil. Lho, katanya tidak boleh memakai produk orang kafir atau Amerika dan antek-anteknya. Kenapa sang ustadz memakai mobil &lt;i&gt;made in&lt;/I&gt; Japan yang beragama Shinto atau penyembah matahari atau dalam Islam disebut orang Majusi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bisa saja orang yang membenci seseorang itu ‘memanfaatkan’ ciptaannya untuk menyerang penciptanya. Dalam hal ini, memanfaatkan Facebook untuk menjelek-jelekkan keyakinan sang penemu Facebook. Kalau saya, mendingan menggunakan fasilitas produk tanpa menjelek-jelekkan. Nanti kalau saya sudah bisa menemukan ‘produk’ sendiri, baru saya bisa ‘sombong’ dengan menjelek-jelekkan orang yang saya benci. Intinya, selama masih ‘menumpang’ saya akan menghormati yang ditumpangi dan menghormati harga diri saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu a’lam bisshowab&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-869032388593198524?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/869032388593198524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/jangan-mencela-bila-masih-memakai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/869032388593198524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/869032388593198524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/jangan-mencela-bila-masih-memakai.html' title='Jangan Mencela bila (masih) memakai Produk Mereka'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-1238080532777098970</id><published>2010-01-21T06:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T06:27:48.650-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Aksi Masyarakat sebagai Pertimbangan Hukum</title><content type='html'>Lagi, hukum di Indonesia mencederai rakyat lemah. Adalah Lanjar Sriyanto yang menjadi korban ketidakadilan hukum. Ia dikenai pasal 359 KUHP, yakni kelalaian yang menyebabkan kematian pengguna jalan. Pasalnya, ia bersama anak dan istrinya sedang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba mobil didepannya mengerem mendadak dan motor Lanjar menyenggol mobil di depannya itu. Kemudian motor Lanjar oleng dan belok ke kanan. Namun tanpa disangka dari arah berlawanan muncul mobil yang dikemudikan oleh Andi Widodo yang merupakan anggota kepolisian Ngawi, menghantam motor Lanjar yang menyebabkan istrinya tewas. Yang menjadi kontroversi adalah yang ditahan atas kasus ini  adalah Lanjar sekarang penahanannya ditangguhkan, sedang Andi Widodo tidak tersentuh. Saya jadi teringat anekdot bahwa UUKepolisian telah direvisi. Pasal pertama, polisi tidak pernah bersalah. Pasal kedua, apabila polisi bersalah kembali ke pasal pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya hukum menjerat mbah Minah yang didakwa mencuri Kakao. Di Kediri, mencuri buah semangka juga diseret dipengadilan. Dan masih banyak lagi kasus hokum ‘kelas teri’ yang sampai ke pengadilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum memang tidak jelas. Seperti halnya definisi hukum itu sendiri. Sebab para pakar hukum mempunyai definisi sendiri-sendiri tentang pengertian dari hukum. Tak heran kalau sekarang Prof. Dr. Satjipto Raharjo mengatakan bahwa hukum di Indonesia sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa keadilan hukum itulah yang belum terwujud. Lihat saja, mbah Minah yang mencuri Kakao diganjar hukuman 1,5 bulan penjara sedang orang yang mencuri semangka dipidana 5 bulan penjara. Bandingkan bila semangka tersebut dinominalkan sehingga mencapai ratusan juta rupiah seperti uang yang di&lt;i&gt;maling&lt;/i&gt; oleh para pejabat. Apakah sebanding dengan hukuman koruptor yang &lt;i&gt;paling-paling&lt;/i&gt; dihukum 4-7 tahun penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bicara keadilan tidak lepas dari kontrol masyarakat. Masyarakat sekarang sudah ‘melek’ hukum dan politik. Untuk itu, pengadilan dalam memenuhi rasa keadilan tidak boleh lupa akan peran masyarakat. Hukum harus buta dan tuli, tapi para penegak hukum tidak boleh buta dan tuli. Peran masyarakat ini dalam bentuk ‘aksi’ entah melalui media elektronik atau dengan melakukan aksi solidaritas. Sebagaimana contoh dalam kasus Bibit dan Chandra Hamzah. Masyarakat membuat grup di facebook. Disisi lain ada grup yang mendukung kepolisian dalam kasus Bibit –Chandra ini. Tapi, setelah dilihat dari anggotanya, Grup yang mendukung Bibit-Chandra yang dalam namanya menargetkan sejuta, anggotanya lebih dari 1,4 juta. Sedang grup kepolisian yang memakai kata (semula) satu trilyun, anggotanya 600ribu saja tidak ada. Dalam kasus ini masyarakat melihat Bibit-Chandra diperlakukan hokum secara tidak adil. Begitu juga dalam bentuk aksi solidaritas koin untuk Prita. Dana yang terkumpul dari masyarakat  melebihi ‘denda’ yang diminta oleh pihak rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, untuk kedepann aksi-aksi seperti ini bisa menjadi pertimbangan pengadilan dalam memutuskan perkara. Sebab saya percaya bahwa rakyat Indonesia lebih banyak memakai nuraninya daripada yang menggadaikan hati nuraninya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-1238080532777098970?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/1238080532777098970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/aksi-masyarakat-sebagai-pertimbangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/1238080532777098970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/1238080532777098970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/aksi-masyarakat-sebagai-pertimbangan.html' title='Aksi Masyarakat sebagai Pertimbangan Hukum'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-8816736829890150458</id><published>2010-01-21T04:12:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T04:20:12.106-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa / Sastra'/><title type='text'>Cari Bibit Unggul</title><content type='html'>“Maksudnya, saya menikahi anak raja?” tanyaku karena tidak paham dengan yang dikatakan kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm..Maksudnya cari istri yang bisa melahirkan anak raja itu kamu mencari istri yang punya ‘bibit unggul’. &lt;I&gt;Ndak&lt;/I&gt; paham lagi maksudnya?” Tanya kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cari istri yang ‘cerdas’…” kataku pelan, takut pemahamanku keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya. Itu.. Soalnya ada penelitian ilmiah yang mengatakan kecerdasan anak itu menurun dari ‘gen’ ibunya…” terang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau nggak percaya kamu bisa cari dan baca artikelnya di internet.. kamu kan biasa &lt;i&gt;ngenet&lt;/I&gt;..” lanjut kyai. Memang kyai saya ini juga mengikuti perkembangan teknologi, beliau juga sering &lt;i&gt;browsing&lt;/i&gt; internet mencari-cari artikel. Tapi, ketika saya tanya apa punya facebook beliau menjawab nggak perlu, menghabiskan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kecerdasan itu ada tiga, kamu boleh memilih salah satu atau syukur bisa mendapatkan ketiga-tiganya.” Jelas kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertama, kecerdasan intelektual. Dia tidak &lt;i&gt;saptek&lt;/I&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gaptek, yai..” kataku membetulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, gaplek..eh gaptek (gagap teknologi)..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kedua, kecerdasan emosional. Dia cekatan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Sabar, pandai bersosialisasi terhadap masyarakat dan punya kepekaan terhadap lingkungan.” Jelas kyai. Kemudian kyai menyulutkan rokoknya yang mati karena lama tidak di&lt;i&gt;sedot&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya jadi teringat film India yang dibintangi Aamir Khan…” Kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Film apa?” Tanya kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ghajini, dalam film tersebut ada seorang cewek yang menjadi model majalah mencintai Amir Khan yang jadi bos perusahaan telepon seluler. Tapi si cewek tidak tahu kalau pacarnya adalah seorang bos, tahunya hanya pengangguran yang sedang mencari pekerjaan. Yang membuat Aamir Khan jatuh hati pada si cewek karena dia mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. Misalnya, ada orang buta yang akan menyeberang jalan, dia tuntun. Pada waktu malam hari ada gelandangan yang tidur kedinginan, dia selimutin. Sampai akhirnya dia tewas karena menyelamatkan anak-anak cewek dibawah umur yang diperjualbelikan.”  Kataku dengan nada rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu  termasuk kecerdasan emosional, respon terhadap nasib orang yang kurang beruntung..” sambung kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu yang kedua. Yang ketiga…” kata kyai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai, jack..ternyata ente disini.. Tak cari ke rumah ente, ente gak ada..” tiba-tiba datang gus Azim, putra kyai yang kata orang-orang, dia &lt;i&gt;khoriqul ‘adah&lt;/I&gt;, tingkah lakunya tidak sesuai adat kebanyakan orang alias mempunyai ilmu ‘wali’. Dia kalau memanggil sahabatnya dengan sebutan “jack”, supaya akrab katanya. Umurnya dibawah saya 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya menyalami beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Gus..bentar..” kataku dengan tangan masih menyalami tangannya. Kemudian saya mendekatkan hidung saya ke mulutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Topi Miring, gus….” Kataku menebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tau aja ente.. Barusan orang-orang perempatan pada nantang minum. Eh, baru habis 3 botol udah pada mabuk mereka. Gue habis 4 botol.. eh besok ente gue ajak ‘muter-muter’ ya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insya Allah, gus..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke, gue mau piss (pipis=kencing) dulu sekalian mandi..” kata gus Azim sambil berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata khodimnya, gus Azim kalau habis minum-minum pasti selalu menuju ke kamar mandi. Setelah gus Azim keluar, khodimnya membersihkan kamar mandi yang sudah berbau minuman keras. Saya sering menyaksikan dia minum-minum tapi belum pernah melihatnya minum sampai mabuk, bahkan minum sampai 4 botol sekalipun dia tetap kuat dan sadar.  Saya juga sering mengantarnya main kartu alias judi, tapi belum pernah melihat dia kalah. Selalu menang dan uang hasil judi langsung disebar ke jalanan yang banyak  pengemis atau anak-anak jalanan. &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm, sampai mana tadi?” kata kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang ketiga, yai..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang ketiga adalah kecerdasan spiritual. Dia taat beribadah, dzikir, takut pada Allah, Tuhan Yang Esa dimanapun berada dan mengingatkan suami bila lalai dalam menjalankan ibadah.” Jelas kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya harus memilih yang mana, yai?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terserah kamu. Kalau bisa ya dapat ketiga-tiganya, intelektual, emosional, spiritual..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semoga….” Kataku penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam ditanganku sudah menunjukkan pukul 17.10 Wib. Saatnya aku pamit pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya pamit dulu, yai. Sudah petang. Insya Allah kalau ada waktu saya kesini lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya..ya..ingat pesan-pesanku tadi, ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insya Allah, Yai..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, dihabiskan minumannya”  kata kyai menyuruhku menghabiskan  minuman. Padahal minumanku sudah habis dari tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm, sudah habis yai…”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-8816736829890150458?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/8816736829890150458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/cari-bibit-unggul.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8816736829890150458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/8816736829890150458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/cari-bibit-unggul.html' title='Cari Bibit Unggul'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-5009567320339185153</id><published>2010-01-19T06:55:00.003-08:00</published><updated>2010-01-21T04:33:59.161-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa / Sastra'/><title type='text'>Mensikapi Kemarahan Istri</title><content type='html'>“Sampean, siapa namanya? Lupa saya..” Tanya sang kyai kepada tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kholid, yai..” jawab tamu yang ternyata bernama pak Kholid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oya..ya..pak Kholid penjual sayur-sayuran di pasar Mangu itu to?” lanjut kyai. Pak Kholid hanya menganggukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada perlu apa sampean kemari?” Tanya kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini, yai. Saya itu lagi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sumpek&lt;/span&gt;, kadang merasa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ndak&lt;/span&gt; betah dirumah gara-gara istri saya sering marah-marah, ngomel padahal saya hanya melakukan kesalahan kecil. Saya sering juga meladeni kemarahan istri saya. Sebagai lelaki saya ya tidak terima dimarah-marahin terus. Kadang saya sampai akan mengucapkan kata-kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;talaq&lt;/span&gt; kepada istri saya saking jengkelnya.. Tapi kalau ingat masa lalu, saya sungguh masih mencintainya. Tapi, kalau setiap hari bertengkar begini, saya tidak betah juga, yai..” Jelas pak Kholid dengan mimik wajah menampakkan kejengkelannya dan kegelisahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;khodim&lt;/span&gt; kyai (santri yang membantu di rumah kyai) yang membawakan segelas teh hangat ke pak Kholid. Pak kyai kemudian mempersilahkan pak Kholid untuk meminum minuman yang baru saja disuguhkan. Saya pun ikut minum minuman saya yang tinggal beberapa mili sebab sudah satu jam lebih saya ngobrol dengan kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oo, jadi itu masalahmu.. Hampir rata-rata manusia yang berumah tangga itu pasti ada cekcok, ada pertentangan yang membikin pertengkaran. Termasuk saya juga. Ha..ha..” kata sang kyai dengan tawa khasnya yang mengingatkan saya kepada almarhum mbah Surip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun hanya tersenyum mendengar penjelasan sang kyai karena belum pernah merasakan. Kalau pacaran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sih&lt;/span&gt;, juga ada pertengkaran. Tapi kalau rumah tangga, saya belum merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau istri sampean sedang marah-marah, jengkel pada sampean jangan sampean ladeni dengan kata-kata juga. Jangan sampean ladeni kemarahannya dengan kemarahan. Tapi ladeni dengan ‘diam’. Diam bukan berarti takut, tapi mengalah. Sayyidina Umar ibn Khottob bila kena ‘semprot’ kemarahan sang istri beliau selalu diam. Kenapa? Ha..” Kata sang kyai sambil melirik pada saya mengisyaratkan agar saya juga tahu masalah ini agar apabila nanti dalam berumah tangga saya juga bisa mensikapi hal tersebut dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab.. Istri kita itu sibuk mengurusi urusan rumah. Apa pekerjaan istri dirumah?” kata kyai seakan-akan memberi pertanyaan padahal yang ditanya tidak perlu menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tugas istri di rumah itu ya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;umbah-umbah &lt;/span&gt;(mencuci baju), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;isah-isah&lt;/span&gt; (mencuci piring), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngedusi bocah&lt;/span&gt; (memandikan anak), nyapu omah, dan mlumah.. ha..ha.(maaf, artinya cari sendiri). saking banyaknya pekerjaan rumah itu, istri juga merasa jenuh, salah satu pelampiasan adalah kepada suami. Karena pelampiasan kejenuhan ya jangan diladeni.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kyai berbicara setengah berbisik, “Saya, kalau istri marah juga saya diamkan. Kalau pas marah dan disitu ada anak saya, saya pergi begitu saja menghindar dari kemarahan. Tapi pelampiasan selanjutnya ke anak saya… ha..ha.. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kholid dan saya tersenyum mendengar penjelasan sang kyai yang terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya kira cukup, kyai sowan saya ke panjenengan… Terimakasih banyak atas nasehat-nasehat panjenengan.” Pak Kholid pamit setelah dirasa cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya..ya.. sama-sama. Mohon maaf kalau kata-kata saya ada yang kurang berkenan..” jawab kyai.&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pareng&lt;/span&gt;, Assalamu’alaikum..”&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pak Kholid pergi, kyai melanjutkan percakapan dengan saya yang terputus dengan kehadiran pak Kholid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini, le.. Satu lagi yang ingin saya pesankan kepada kamu.” Kata kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa, yai?” jawab saya penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kamu mencari calon istri carilah istri &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sing iso nglahirke anak rojo&lt;/span&gt; (yang bisa melahirkan anak raja).” Pesan kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terdiam sejenak memikirkan maksud yang beliau katakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-5009567320339185153?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/5009567320339185153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/mensikapi-kemarahan-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/5009567320339185153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/5009567320339185153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/mensikapi-kemarahan-istri.html' title='Mensikapi Kemarahan Istri'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-2577924804379844524</id><published>2010-01-18T01:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T01:29:28.959-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa / Sastra'/><title type='text'>Kriteria Pendamping Hidup</title><content type='html'>“Ada 4 kriteria dalam memilih calon istri sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Tapi, saya menambahi satu lagi. Jadi, ada lima..” terang sang kyai sambil &lt;i&gt;menyedot&lt;/I&gt; rokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang satu apa, kyai?” tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang pertama apa?” sang kyai melempar pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cantiknya..” jawabku sekenanya karena tidak hapal urut-urutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah..kamu itu..kok langsung bilang cantiknya. Ya udah ndak papa. Trus?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hartanya, nasabnya, dan agamanya..” jawabku langsung karena tidak sabar menanti jawaban sang kyai tentang kriteria yang kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya..betul. Trus kalau kamu sudah mendapatkan calon istri sesuai salah satu kriteria itu yang kelima adalah mau apa tidak dia sama kamu…ha..ha..” jawab sang kyai menjelaskan kriteria yang kelima.&lt;br /&gt;“Oalah, kalau itu ya jelas to, yai.” Kataku dengan agak kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh itu, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;telo godhog&lt;/span&gt;nya di&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sambi&lt;/span&gt;, dimakan.” Kata kyai menawarkan ketela rebusnya yang masih hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, yang penting agamanya ya, yai?” tanyaku sambil mengambil ketela rebus kemudian memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita tidak mungkin bisa mendapatkan 4 kriteria ini. Udah cantik, keturunan orang baik, kaya, agamanya, akhlaknya hebat, jangan kau mengharap dapat semuanya. Harus ada yang dikalahkan. Tapi, yang tidak boleh dikalahkan adalah agamanya, akhlak dari si perempuan itu.” Terang sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lha, terus kriteria yang tidak bisa kamu kalahkan setelah agama, apa?” lanjut sang kyai memberi pertanyaan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cantiknya, kyai..” kataku .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm… ya..ya.. Agamanya bagus, cantik pula.. Kalau kriteria kaya bisa kamu kalahkan kenapa? Kenapa nggak mencari calon istri yang kaya, sudah mapan supaya hidupmu bisa berubah tidak nelongso terus kayak gini?” kata sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau masalah materi, sebagai laki-laki saya siap menanggung nafkahnya, yai. Walau harus banting tulang peras keringat seperti sekarang ini. Yang penting agamanya bagus pasti akan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;qona’ah&lt;/span&gt;, menerima hasil jerih payah suami.” Jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lha kalau nasabnya? Tidak penting?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya kalau ada ya Alhamdulillah, yai. Kalau tidak ada, kan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;basic&lt;/span&gt; agamanya sudah bagus. Soalnya menurut saya kalau nasabnya bagus belum tentu dia berakhlak baik.” Jawabku ‘agak’ ngawur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang penting kamu jangan sampai tidak mendapatkan salah satu dari 4 kriteria ini.. Udah jelek, nasab tidak bagus, melarat, akhlak jeblok pula.." pesan sang kyai kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, yai.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perempuan yang kemarin, sudah kamu putus, katanya kamu tidak cocok, trus sekarang siapa yang kamu pilih?” Tanya sang kyai kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum, Yai…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam..” jawab kami berdua, ternyata ada tamu yang ingin ketemu kyai. Orangnya memakai pakaian batik tanpa peci di kepala. Kalau melihat wajahnya dia berumur kira-kira 35 tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Monggo pinarak&lt;/span&gt;..” sambut sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyalami tamu dan kembali duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebentar ya, le.” kata sang kyai kepadaku memberi isyarat untuk tidak melanjutkan obrolan tadi supaya sang kyai menjamu tamu yang baru datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-2577924804379844524?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/2577924804379844524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/kriteria-pendamping-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/2577924804379844524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/2577924804379844524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/kriteria-pendamping-hidup.html' title='Kriteria Pendamping Hidup'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-3215555056831635208</id><published>2010-01-16T05:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T05:23:40.801-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa / Sastra'/><title type='text'>Obrolan Rebonding</title><content type='html'>Seperti biasa, sepulang kerja saya sempatkan &lt;i&gt;sowan&lt;/i&gt; ke kyai saya yang belum begitu &lt;i&gt;sepuh&lt;/I&gt; dalam umur tapi sudah &lt;i&gt;sepuh&lt;/I&gt; masalah ilmu. Sampai di tempat beliau saya langsung menuju gubug tempat beliau istirahat sambil &lt;i&gt;muthola’ah&lt;/i&gt; beberapa kitab. Bukan hanya kitab-kitab kuning, tapi saya lihat beliau juga membaca ‘kitab-kitab putih’ &lt;i&gt;alias&lt;/I&gt; buku kontemporer. Melihat saya yang baru datang beliau langsung mempersilahkan, “sini, duduk sini dekat saya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meletakkan tas dan duduk disamping beliau. Tak lupa saya mengeluarkan sesuatu dari kantong saya, sebungkus rokok untuk beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menanyakan kabar hari ini, beliau menyodorkan sebuah koran terbitan lokal. “Ini, kamu sudah baca berita hari ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengernyitkan dahi sambil mengambil koran yang beliau sodorkan. “Berita yang mana, kyai?” tanyaku karena memang belum membaca Koran dari tadi pagi. &lt;i&gt;Lagian&lt;/I&gt;, berita di Koran banyak macamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu, kok bahtsul masail di pondok Lirboyo oleh FMP3 se-Jawa Timur mengharamkan rebonding.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diam sejenak membaca berita lengkapnya. Sedang kyai saya yang memang ‘agak’ &lt;i&gt;nyeleneh&lt;/I&gt; membuka bungkus rokok yang saya bawa kemudian menyalakan api dan menghisapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oo..iya..kok bisa gitu? Seharusnya kan bukan rebondingnya yang haram, kyai..” kataku memberi komentar tentang isi koran yang telah saya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, kalo kita menengok ke hukum asal, rebonding itu boleh. Bisa dikatakan haram, karena itu &lt;i&gt;li ghoirihi&lt;/I&gt; bukan &lt;i&gt;li dzatihi&lt;/i&gt;. Haram karena ada unsur lain, bukan karena haram asalnya. Sebagaimana kita memakai celak, itu ada hadistnya boleh. Tapi kalau kita memakai celak supaya tambah cakep &lt;i&gt;ntar&lt;/I&gt; agar bisa menggaet cewek, lha itu kan juga jadi haram tho..? haramnya bukan karena memakai celaknya tapi karena perbuatan menggaet cewek dan niat yang nggak bener itu..” terang sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, saya kok &lt;i&gt;nggumun&lt;/I&gt;, kenapa bahtsul masail FMP3 se-Jawa Timur menimbulkan kontroversi. Kalau sebelumnya menghukumi facebook haram, padahal saya seorang yang maniak facebook, kyai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, meneketehe…” jawab sang kyai dengan candaan gaulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namanya aja ijtihad, kan nggak apa-apa. Keputusan ijtihad itu tidak akan menghasilkan dosa. Kalau benar dapat dua pahala, sebaliknya kalau hasil ijtihadnya keliru mendapat satu pahala..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;leres&lt;/I&gt; (benar), kyai..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oya, sekarang gimana hubunganmu dengan yang itu?? Jadi nggak??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan saya dengan sang kyai masih berlanjut, tapi bukan membahas masalah keagamaan. Sang kyai menanyakan hal yang bersifat pribadi kepada saya. (off the record) Wassalam….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-3215555056831635208?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/3215555056831635208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/obrolan-rebonding.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/3215555056831635208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/3215555056831635208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2010/01/obrolan-rebonding.html' title='Obrolan Rebonding'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-617066043187605050</id><published>2009-12-30T23:52:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T23:53:15.684-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Presiden yang Gus itu telah Pergi</title><content type='html'>'Gus' adalah istilah pesantren untuk menyebut putra seorang kyai. Ada juga yang menyebut dengan sebutan 'cak'. Jadi, kalau sudah menyebut 'kyai' jangan ditambahi dengan 'gus', seperti Kyai Gus Dur. Cukup Gus Dur atau Kyai Dur saja. Tapi di Jawa Timur, santri yang keluar memakai sarung dan peci oleh masyarakat sekitar juga dipanggil 'gus'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hidup di lingkungan pesantren, tentunya pemikiran 'gus' ini tidak lepas dari 'apa kata kitab kuning'. Bila ada permasalahan keagamaan akan mencari dalil (ta'bir) di kitab-kitab kuning. Sehingga pemikirannya masih terkotak dalam lingkup kitab kuning. Kebanyakan, 'gus' ini akan meneruskan 'tahta' ayahnya yang seorang 'kyai', sebagai pengayom umat. Tapi, pandangan ini agak bergeser seiring perkembangan zaman bahwa 'gus' tidak harus mengganti bapaknya untuk memangku pondok pesantren ataupun pemikirannya hanya sebatas kitab kuning. Terlihat sekarang dengan adanya 'gus' yang berkecimpung dalam dunia politik, ada juga 'gus' yang menjadi dokter, ada yang menjadi dosen, ada yang sukses berbisnis, ada 'gus' sebagai musisi, dan ada 'gus' yang menjadi presiden dan itu pun masih satu orang, yaitu Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Rabu 29/12/09, pukul 18.45 WIB, Indonesia telah kehilangan seorang mantan Presiden yang 'gus' itu. Kepergiannya meninggalkan banyak kenangan, pemikiran, bahkan banyolan. Dalam status di Facebook saya menulis "KAMI TELAH KEHILANGAN SEORANG GURU,KYAI,PIMPINAN, YANG SANGAT KAMI SAYANGI..KH.ABDURAHMAN WAHID PETANG INI.." saya menggunakan kata "KAMI" bukan "KITA". karena saya pikir masih ada orang yang saat ini tidak suka pada Gus Dur entah dengan alasan apa. Selain itu, ada orang yang simpatik kepada beliau. Orang yang simpatik pada Gus Dur ini ada 2, yaitu Gus Dur-ian (orang yang simpatik terhadap sosok Beliau) dan Gus Dur-isme (orang yang simpatik terhadap pemikiran-pemikiran beliau).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, sebagai manusia biasa Gus Dur pasti punya kesalahan. Semoga Allah Subhanahu wata'ala mengampuni dosa-dosa beliau dan beliau ditempatkan di sisiNya. Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-617066043187605050?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/617066043187605050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/12/presiden-yang-gus-itu-telah-pergi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/617066043187605050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/617066043187605050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/12/presiden-yang-gus-itu-telah-pergi.html' title='Presiden yang Gus itu telah Pergi'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4488567051547848271</id><published>2009-11-23T07:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T02:46:02.710-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>FILOSOFI JENGGOT DAN KUMIS</title><content type='html'>Tahun ini saya ingin membiarkan jenggot dan kumis saya tumbuh sendiri. Alhamdulillah, udah banyak walau pertumbuhan lebih cepat jenggot. Saya lihat wajah saya dikaca, sungguh indah kumis dan jenggot ini sebagai accesori 'cuma-cuma' dari Tuhan. Walaupun kawan-kawan saya meledek saya, "wah bisa buat kurban nih nanti..". Saya cuek saja. Ada juga yang bilang, "Udah ganti aliran to??" Saya hanya menjawab dengan &lt;em&gt;mengelus-ngelus&lt;/em&gt; jenggot saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada hadist Nabi yang menyuruh umatnya membiarkan jenggot dan mencukur kumis. Perintah Nabi disini bukan sebagai kewajiban yang dalam ilmu ushul fiqih disebut &lt;strong&gt;&lt;em&gt;al-amru lil wujub&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, perintah menunjukkan kewajiban. Tapi hadist ini menunjukkan kesunahan. Seandainya sabda nabi ini menunjukkan kewajiban, kasihan bagi mereka yang dagunya tidak bisa menumbuhkan jenggot atau bisa tumbuh tapi 'cuma' tiga helai. Kenapa jenggot dibiarkan tumbuh sedang kumis dicukur? Sebab, kumis adalah ciri khas umat Yahudi. Nabi ingin umat 'tampil beda' dengan khas jenggotnya sebagaimana sahabat Bilal menemukan ajakan sembahyang (sholat) dengan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;adzan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, supaya berbeda dengan umat nasrani yang memakai lonceng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://h1.flashvortex.com/display.php?id=3_1255600216_22813_327_0_468_60_8_113" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya lebih suka memelihara keduanya (jenggot sama kumis). Sebab saya ingin melihat 'khas' dua umat ini ada pada wajah saya bila saya bercermin. Apalagi keduanya merupakan sunah dari dua Nabi. Nabi Muhammad SAW dan Nabi Musa AS, Nabinya umat Yahudi. Sungguh, keduanya bisa menghiasi wajah saya. Menambah 'ketampanan' wajah saya karena adanya jenggot dan kumis. Mereka kompak dan tetap pada posisi masing-masing. Tidak seperti dalam alam nyata ini, yang mana kedua umat ini tidak bisa kompak dan saling memperebutkan wilayah. Saya hanya berharap suatu saat nanti, kedua umat ini bisa hidup berdampingan dengan damai, tetap pada wilayah masing-masing. Seperti halnya jenggot dengan kumis ini. Jenggot tetap pada tempatnya, yaitu di dagu dan kumis tetap pada posisinya di atas mulut bawah hidung. Seandainya jenggot dan kumis ini 'memperebutkan' wilayah, maka kumis akan berada di dagu dan jenggot berada di bawah hidung. Tentu akan lucu dan tidak patut dilihat karena 'rambut' jenggot lebih banyak dan panjang daripada rambut kumis. Ini adalah harapan yang tidak mungkin. Nabi sendiri sudah bersabda bahwa umat Yahudi dan muslim tidak akan bisa rukun sampai kiamat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedikit bangga dengan jenggot dan kumis yang saya biarkan ini setelah saya melihat Usamah bin Laden juga memelihara jenggot dan kumisnya, bedanya beliau punya jambang. Begitu juga dengan imam Masjidil Haram, Syeckh Abdurrahman Sudais menumbuhkan jenggot dan kumis yang menghiasi wajah beliau. Begitu juga dengan Ulama Mekah (alm) Syeckh Sayyid Alawy al-Maliki Rahimahullah. Juga Habib Umar bin Hafidz. Dengan jenggot dan kumisnya, mereka tampak berwibawa dan tampak tampan. Semoga saya ndak jauh beda.. he..he...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4488567051547848271?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4488567051547848271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/11/filosofi-jenggot-dan-kumis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4488567051547848271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4488567051547848271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/11/filosofi-jenggot-dan-kumis.html' title='FILOSOFI JENGGOT DAN KUMIS'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-9111764579354188395</id><published>2009-11-22T08:49:00.001-08:00</published><updated>2009-11-22T09:29:18.951-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>'Pengajian' Roland Emmerich 2012</title><content type='html'>Telah satu minggu lebih film fenomenal '2012' diputar di bioskop-bioskop seluruh dunia. Selama 1 minggu juga saya berusaha mendapatkan tiketnya di bioskop Grand21 Solo tetapi selalu kurang beruntung tidak mendapatkan karena kehabisan. Padahal di Grand21 ada 3 studio yang memutar film tersebut. Sungguh besar antusiasme masyarakat Solo dan sekitarnya terhadap film ini. Apalagi setelah adanya wacana dari MUI  beberapa daerah dan pusat yang minta menarik kembali film 2012 karena dianggap menyesatkan, atau karena adanya propaganda dari agama tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa penasaran masyarakatpun semakin besar &lt;em&gt;ba'da &lt;/em&gt;akan adanya fatwa pelarangan atas film 2012 tersebut. Bahkan, ketika dvd bajakannya sudah keluar, dalam hitungan jam, 5 keping dvd habis terjual di sebuah kios dvd/vcd  langganan saya di Solo. Lantas pada hari Jum'at kemarin (20/11), MUI menelurkan fatwa bahwa film 2012 tidak dilarang setelah KH. Ma'ruf Amin menonton film tersebut dan tidak adanya ajaran yang menyimpang dari ajaran agama. Lha berarti, kemarin-kemarin yang bicara film 2012 menyesatkan belum pada nonton? &lt;em&gt;wallahu a'lam&lt;/em&gt; Yang jelas, Roland Emmerich -sang sutradara- harus berterimakasih kepada MUI karena dengan adanya wacana pelarangan filmnya tersebutbisa menjadi iklan gratis dan filmnya malah semakin diburu orang. Jadi benar kalau ada qo'idah "&lt;em&gt;setiap kali ada sebuah buku atau film dilarang, setiap kali pula orang penasaran untuk membaca atau menontonnya&lt;/em&gt;".  Seperti kejadian sebelumnya, ramai-ramai orang melarang Maria 'Miyabi' Ozawa datang ke Indonesia, (karena penasaran)ramai-ramai juga orang memburu filmnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu saya mondar-mandir untuk pesan tiket film 2012, adik saya menelpon bahwa dia sudah punya dvd-nya (bajakan tentunya). Karena saya &lt;em&gt;kebelet  &lt;/em&gt;ingin komentar tentang film tersebut akhirnya saya pinjam dan menonton film tersebut via dvd. Alhasil, memang film ini hanyalah film hiburan yang merupakan 'bualan' orang-orang Hollywood. Mereka tahu bagaimana cara menghibur yang menghasilkan keuntungan, sentuhan animasi bencana Roland Emmerich yang memang pakar 'merusak' ini begitu fantastis. Menurut saya film ini adalah bukan film tentang kiamat. Film ini hanyalah bercerita tentang bencana besar yang akan terjadi pada tahun 2012. Karena dalam ending film tersebut masih ada 'makhluk' yang masih hidup. Bukannya &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kullu syaiin haalikun illa wajhahu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;? Semua akan hancur kecuali Allah? Dalam Al-Qur'an kita membaca  اذا زلزلة الأرض زلزالها (idza zulzilatil ardhu zilzalaha), Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya yang dahsyat.  &lt;em&gt;Wa akhrojatil ardhu atsqolaha&lt;/em&gt; dan bumi telah mengeluarkan beban-beban yang berat. &lt;em&gt; wa qolal insanu ma laha?&lt;/em&gt; dan manusia pada berkata, "kenapa bumi (jadi begini)?". Itu yang diceritakan dalam al-Qur'an dan Emmerich bisa memvisualisasikan isi al-Qur'an tersebut walau yang pasti kejadian sebenarnya nanti akan lebih dahsyat. Jadi tidak ada alasan atau bukti untuk mengatakan bahwa film 2012 ini sesat, merusak aqidah umat. Malahan, menurut saya justru film ini bisa menambah keimanan seseorang bahwa kiamat benar-benar ada dan segera memperbaiki diri dan memohon ampun kepada Tuhan. Sewaktu saya ingin membeli tiket ke Grand21 Solo, disamping saya ada seseorang berbadan besar dan bertato yang ingin menonton film tersebut. Saya yakin dia tidak ingin membuat kegaduhan di 'majlis rukyah' film Grand 21. Mungkin dia ingin tahu tentang kedahsyatan kiamat dan mungkin ada keinginan untuk memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak film yang menggambarkan tentang hari akhir (end of day), seperti film yang muncul sebelum film ini, yaitu Knowing yang dibintangi Nicolas Cage. Dalam film tersebut dikisahkan ada cewek kecil yang bisa meramal masa depan melalui angka-angka dan telah mengetahui bahwa pada tahun,bulan, jam tertentu akan ada bencana besar termasuk lenyapnya makhluk hidup dari permukaan bumi disebabkan adanya 'jilatan' api matahari ke bumi. Hanya ada sepasang manusia yang diselamatkan oleh 'malaikat' dan dibawa ke langit untuk kehidupan selanjutnya. Tapi, entah kenapa MUI tidak ada sikap terhadap film Knowing ini. Apa karena tidak menonton atau karena cuma melihat judulnya saja. Berbeda dengan judul 2012 yang kelihatannya sudah me-&lt;em&gt;nash&lt;/em&gt; kiamat akan terjadi tahun 2012. Coba saja Emmerich memakai judul film dengan kata "al-waqi'ah (kiamat)" mungkin tidak kontroversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roland Emmerich dalam film ini juga tidak menghancurkan simbol agama Islam, ka'bah. Malahan Patung Kristus yang berdiri kokoh di Rio de Janeiro, Brasil, 'diroboh'kan oleh Emmerich dan belum ada umat Kristen yang memasalahkan hal tersebut. &lt;I&gt;Well&lt;/I&gt;, namanya saja film yang fiktif bukan &lt;b&gt;&lt;i&gt;based on true story&lt;/I&gt;&lt;/B&gt;, jadi nikmati saja sebagai hiburan. Dan yang pasti kiamat lebih dahsyat dari penggambaran film 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bisshowab&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-9111764579354188395?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/9111764579354188395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/11/pengajian-roland-emmerich-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/9111764579354188395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/9111764579354188395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/11/pengajian-roland-emmerich-2012.html' title='&apos;Pengajian&apos; Roland Emmerich 2012'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-6424631011382555306</id><published>2009-11-20T08:33:00.001-08:00</published><updated>2009-11-24T02:44:13.135-08:00</updated><title type='text'>Mabrurkan Haji dengan Hati</title><content type='html'>Sebentar lagi puncak acara tahunan dipadang Arofah akan dimulai, yaitu pelaksanaan ibadah haji. Indonesia sebagaimana tahun-tahun sebelumnya mendapat porsi dua ratusan ribu calon jamaah haji. Indonesia mendapat jatah lebih banyak karena penduduknya yang mayoritas Muslim walau negaranya tidak tergolong negara kaya akan tetapi animo masyarakat Indonesia begitu tinggi untuk melaksanakan ibadah haji. Kenapa? yang jelas tujuannya hanya satu, ingin mencapai haji mabrur. Selain itu ingin mendapat keutamaan-keutamaan yang ada dibalik kunjungannya ke tanah suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan yang pertama, adalah &lt;B&gt;diampuni dosa-dosanya&lt;/B&gt; dengan syarat haji ikhlas karena Allah, tidak berbuat&lt;i&gt; rofast&lt;/I&gt; (berhubungan suami istri), dan tidak berbuat fasik. Jadi haji harus diniatkan karena Allah, jangan haji karena ingin &lt;b&gt;nambahi&lt;/B&gt; titel di depan namanya, haji karena ingin dihormati orang, haji karena gengsi terhadap tetangganya, atau lainnya. Juga jangan berbuat &lt;i&gt;rofast&lt;/I&gt; (hubungan intim suami istri=pada waktu pelaksanaan haji) ada yang mengartikan mengeluarkan kata-kata kotor. Emosi orang haji harus benar-benar dikontrol. Selanjutnya adalah jangan melakukan perbuatan orang fasik, yaitu berdusta, berkhianat, mengingkari janji, dll. Dalam berhaji kita juga jangan su'udzon (buruk sangka) terhadap orang lain. Waktu kita berada di tanah suci, disana kita akan menemui orang-orang dari berbagai penjuru dunia yang tentunya, beda bentuk tubuh, warna kulit, bahasa, budaya, dan lain-lain. Saat melaksanakan ibadah haji tahun 2004 saya ada pengalaman, waktu berangkat ke Arofah dengan naik bus yang telah disediakan. Selain ada sopir, juga ada 2 orang kenek dalam bus tersebut. Sopirnya orang Mesir sedangkan ke 2 keneknya orang Afrika yang berkulit hitam legam. Kalau kita mau su'udzon, "wah,kok orang item banget..". Akan tetapi, dalam perjalanan menuju Arofah saya yang duduk di kursi bagian depan bersama ayah saya, mengamati kenek Afrika tersebut mulutnya sedang &lt;i&gt;komat-kamit&lt;/i&gt; dengan bahasa Arab. Saya dengarkan ternyata dia sedang membaca al-Qur'an tanpa membaca alias hapal al-Qur'an. Lantas saya tanya, "&lt;i&gt;Hafidzta al-qur'an&lt;/I&gt; (Anda hapal Qur'an)?" Dia jawab, " Saya hapal Qur'an sedangkan adik saya ini hapal 25 juz" ternyata teman kenek yang satunya adalah adiknya sendiri. Trus dia tanya ke saya yang kebetulan nama saya ada "Hafidz"nya, "Anda juga hapal?" Saya jawab, "&lt;i&gt;Hafidztu surotal fatihah wa surah Yasin..&lt;/I&gt;, saya hapal fatihah sama surat Yasin.." Langsung saja si kenek ketawa. Subhanallah, ternyata walaupun mereka jadi kenek, berkulit hitam ternyata hafal al-Qur'an. Saya belum lihat kenek bus jurusan Solo-Surabaya yang hafal Qur'an...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, &lt;b&gt;doanya diijabahi oleh Allah&lt;/B&gt;. Banyak tempat-tempat mustajabah di tanah suci, antara lain tanah Arofah, Muzdalifah, Mina, Masjidil harom (Sofa,Marwa, multazam, bawah talang emas, sumur zam-zam, belakang maqom Ibrahim, hijir Ismail). Saya pernah membuktikan sendiri keajaiban doa ini. Waktu itu, saya teringat punya teman yang kuliah di Arab Saudi (Ahmad Hermanto, sohib waktu Skul di MAN2 Kediri) tapi saya tidak tahu kuliah dimana. No hp pun tidak punya. Akhirnya saya berdoa kepada Allah sehabis sholat Dhuha (posisi saya waktu itu di lantai 2 masjidil Haram), ya Allah..semoga saya dipertemukan dengan teman saya yang kuliah di Arab. Akhirnya, dhuha saya doa habis maghrib doa saya dikabulkan. Tanpa sengaja saya ketemu di halaman Masjidil Haram. Subhanallah.. dan mungkin banyak dari kawan-kawan jamaah haji lainnya yang telah merasakan mustajabnya do'a waktu di tanah suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga, &lt;b&gt;dijamin Syurga bagi yang hajinya mabrur&lt;/B&gt;. Bagaimana tanda orang yang hajinya mabrur? Rasulullah mengatakan, "&lt;i&gt;&lt;B&gt;Ith'amuttho'am&lt;/I&gt;&lt;/B&gt;, ngasih makan orang yang membutuhkan alias punya kepekaan sosial. Setiap tahun Indonesia bisa 'mengekspor' calon jamaah haji ratusan ribu, apakah Indonesia sudah bebas dari kemiskinan?? Kelaparan?? orang sakit sanggup membayar biaya kesehatan? Padahal banyak haji-haji Indonesia.. Selanjutnya haji mabrur adalah &lt;B&gt;&lt;I&gt;Tiibul kalam&lt;/B&gt;&lt;/I&gt;, baik ucapannya, tidak kasar. Terakhir adalah &lt;B&gt;&lt;I&gt;Ifsaussalam&lt;/B&gt;&lt;/i&gt;, selalu mengucapkan salam bila bertemu sesama atau mensyiarkan ajaran agama. Sebelum haji jarang sholat jamaah, pulang dari haji rajin jamaahnya. Sebelum haji &lt;i&gt;males&lt;/I&gt; pengajian, pulang haji rajin pengajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya itu saja keutamaan haji yang bisa saya sebutkan, sebenarnya masih banyak. Alangkah baiknya kalau anda mencari sendiri dalam kitab-kitab, Qur'an ataupun Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bisshowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://h1.flashvortex.com/display.php?id=3_1255600216_22813_327_0_468_60_8_113" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-6424631011382555306?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/6424631011382555306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/11/mabrurkan-haji-dengan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/6424631011382555306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/6424631011382555306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/11/mabrurkan-haji-dengan-hati.html' title='Mabrurkan Haji dengan Hati'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-687323282193887100</id><published>2009-11-20T06:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T06:44:53.807-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Ironi Hukum Indonesia</title><content type='html'>Kita tentunya pernah mendengar kisah tentang seorang sufi / wali yang memakan buah delima yang di dapatnya di sungai. Kemudian si sufi tersebut ingat bahwa delima tersebut ada pemiliknya. Lantas si sufi mencari si empu delima dan akhirnya menemukan untuk minta kehalalan delima yang telah dimakannya. Bukannya langsung mengikhlaskan delimanya, tetapi si pemilik memiliki syarat yaitu si sufi bekerja diladangnya selama 8 bulan tanpa gaji dan menikahi putrinya yang cacat, bisu, buta. Karena ingin kehalalan atas satu buah delima yang dimakan akhirnya si sufi menyanggupinya. Ternyata dibalik kesungguhan sang sufi untuk meminta keikhlasan atas sebuah delima tersebut Allah mengangkat derajatnya dan 'menghadiahi' seorang istri yang katanya cacat ternyata 'sempurna'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini kita juga mendengar ada seorang nenek yang bernama Minah memetik 3 buah kakao di perkebunan milik PT Rumpun Sari Antan (RSA) dilaporkan kepada aparat kepolisian. Sampai akhirnya dia diseret ke pengadilan. Bahkan untuk perbuatannya itu dia diganjar 1 bulan 15 hari penjara dengan masa percobaan 3 bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi hukum di Indonesia ini berawal saat Minah sedang memanen kedelai di lahan garapannya di Dusun Sidoarjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, pada 2 Agustus lalu. Lahan garapan Minah ini juga dikelola oleh PT RSA untuk menanam kakao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang asik memanen kedelai, mata tua Minah tertuju pada 3 buah kakao yang sudah ranum. Dari sekadar memandang, Minah kemudian memetiknya untuk disemai sebagai bibit di tanah garapannya. Setelah dipetik, 3 buah kakao itu tidak disembunyikan melainkan digeletakkan begitu saja di bawah pohon kakao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak lama berselang, lewat seorang mandor perkebunan kakao PT RSA. Mandor itu pun bertanya, siapa yang memetik buah kakao itu. Dengan polos, Minah mengaku hal itu perbuatannya. Minah pun diceramahi bahwa tindakan itu tidak boleh dilakukan karena sama saja mencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar perbuatannya salah, Minah meminta maaf pada sang mandor dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. 3 Buah kakao yang dipetiknya pun dia serahkan kepada mandor tersebut. Minah berpikir semua beres dan dia kembali bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dugaanya meleset. Peristiwa kecil itu ternyata berbuntut panjang. Sebab seminggu kemudian dia mendapat panggilan pemeriksaan dari polisi. Proses hukum terus berlanjut sampai akhirnya dia harus duduk sebagai seorang terdakwa kasus pencuri di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini, Kamis (19/11/2009), majelis hakim yang dipimpin Muslih Bambang Luqmono SH memvonisnya 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan selama 3 bulan. Minah dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun si nenek tidak merasakan 'nginap' di tahanan, akan tetapi kita merasakan perlakuan para penegak hukum terhadap masyarakat sungguh ironis. Sebelumnya kita juga mendengar ada seorang yang mengeluhkan pelayanan rumah sakit di Jakarta melalui email yang kemudian di &lt;em&gt;&lt;strong&gt;forward&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; oleh teman-temannya juga diseret ke pengadilan. Kalau kasus tersebut menyangkut rakyat yang lemah, segera aparat menindaknya. Akan tetapi kalau kasus tersebut mengenai konglomerat, para penegak hukum 'agak' lambat menangani perkara tersebut. Hal ini pernah terjadi pada zaman Rasul, yaitu ada seorang pencuri dari golongan konglomerat, bani Makhzum (kalau zaman sekarang bisa dikatakan ada seorang konglomerat atau pejabat yang korupsi). Lantas para sahabat takut melaporkan pencurian tersebut ke Rasulullah karena 'sungkan' terhadap pencuri 'terhormat' tersebut. Rasulullah mengetahui hal tersebut langsung mengatakan, "Seandainya Fatimah binti muhammad SAW mencuri, saya sendiri yang akan memotong tangannya." Sungguh tegas dan tidak pandang bulu Beliau. Sayangnya, ketegasan ini tidak diikuti oleh aparat penegak hukum Indonesia yang notabene mayoritas pengikut Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus mbah Minah tersebut, sungguh tak punya rasa belas kasihan orang yang melaporkan mbah Minah padahal dia telah meminta maaf. Dan kenapa hanya gara-gara 'cuma' 3 buah kakao, perkara tersebut sampai ke pengadilan? Apakah tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan? Karena sudah ada pemintaan maaf dari mbah Minah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relasi mbah Minah dengan kisah diatas adalah atas 'sanksi' yang harus diterima. Kalau si sufi dengan sanksi tersebut derajatnya diangkat oleh Allah dan dikasih 'bonus' seorang istri yang 'sempurna', semoga mbah Minah bisa menerima hukuman pengadilan ini dengan ikhlas dan diangkat derajatnya oleh Allah. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bisshowab &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-687323282193887100?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/687323282193887100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/11/ironi-hukum-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/687323282193887100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/687323282193887100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/11/ironi-hukum-indonesia.html' title='Ironi Hukum Indonesia'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-5206971537727525791</id><published>2009-11-14T19:18:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T20:30:10.288-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Islam'/><title type='text'>Sumpah dalam Perspektif Hukum</title><content type='html'>Seminggu terakhir ini, kita disuguhi oleh sumpah para pejabat penegak hukum. Tujuan sumpah itu apalagi kalau tidak untuk membantah segala tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.&lt;br /&gt;Kabareskrim nonaktif, Komjen Pol Susno Duadji misalnya. Untuk menepis isu dia telah menerima Rp 10 miliar terkait kasus Bank Century, Susno bersumpah di hadapan anggota Komisi III DPR. Meski lafal sumpah yang diucapkan Susno ‘aneh’, setidaknya ini menunjukkan keseriusannya untuk menepis tuduhan yang dialamatkan kepadanya.”Sebagai seorang muslim, &lt;em&gt;lillahi taala&lt;/em&gt;, saya tidak pernah mendapatkan Rp 10 M dari siapa pun terkait dengan kasus Bank Century,” sumpah Susno sambil mengangkat tangan kanannya ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah lebih meyakinkan ditunjukkan oleh komisioner KPK, M Jasin. Dalam sebuah tayangan di salah satu stasiun televisi swasta, Jasin bersumpah di atas Al Quran, dia tidak pernah terlibat suap atau pun pemerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Wallahi&lt;/em&gt;, demi Allah saya bersumpah bahwa saya tidak pernah menerima suap atau saya meminta orang untuk menerima suap atau pemerasan,” ucap Jasin beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Terakhir, Mantan Kapolres Jakarta Selatan, Wiliardi Wizar yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen juga bersumpah. Wiliardi bersumpah bahwa kesaksiannya terkait dengan kasus yang menimpa Antasari Azhar sebagai tersangka utama pembunuhan Nasrudin ditekan oleh pihak kepolisian.&lt;br /&gt;“Demi Allah saya bersumpah, biar mati lampu ini, mati saya Pak,” ujar Wiliardi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;Pernyataan Wiliardi ini langsung menimbulkan reaksi keras pihak kepolisian. Merasa tersudut, akhirnya Mabes Polri menggelar jumpa pers yang membantah sumpah Williardi tersebut. Bahkan, dalam jumpa pers, Mabes Polri menunjukkan saat diperiksa oleh polisi, Williardi dalam kondisi yang sama sekali tidak tertekan. Dia malah terlihat sedang merokok santai saat diperiksa di Bareskrim Mabes Polri. (detik.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena sumpah ini sungguh menarik perhatian masyarakat. Seakan-akan ‘drama’ perseteruan antara KPK vs Polri ini akan berlangsung lama. Semua mengaku benar, membantah pernyataan lawan dan berani bersumpah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah menurut bahasa hukum Islam disebut &lt;em&gt;&lt;strong&gt;al yamin&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; atau &lt;strong&gt;&lt;em&gt;al hiff &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;tetapi kata al yamin lebih umum dipakai. Sebenarnya lafadz &lt;em&gt;al yamin &lt;/em&gt;bermakna tangan kanan, soalnya orang Arab apabila bersumpah dengan mengangkat tangan kanannya. Sumpah menurut Prof.Dr.Sudikno Mertokusumo, SH ialah &lt;em&gt;suatu pernyataan yang khidmat yang diberikan atau diucapkan pada waktu memberi janji atau keterangan dengan mengingat sifat maha kuasa Tuhan dan percaya bahwa siapa yang memberi keterangan atau janji yang tidak benar akan dihukum oleh Nya&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah ini memiliki bentuk tersendiri, seperti sumpah Li’an (dalam perkara zina) dan sumpah Qasamah (di lapangan pidana), bagaimanapun juga, selain dari sumpah Li’an dan sumpah pemutus, alat bukti sumpah tidak bisa berdiri sendiri. Artinya, hakim tidak bisa memutus hanya semata-mata berdasarkan kepada sumpah tanpa disertai oleh alat bukti lainnya. Sumpah hanyalah merupakan salah satu alat bukti dapat diandalkan untuk pengambilan putusan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat bukti sumpah ini juga diatur dalam HIR Pasal 135-158, 177) R.Bg. (pasal 182, 185, 314) dan BW (pasal 1929-1945). Sumpah sebagai alat bukti berbeda dengan sumpah yang diucapkan saksi sebelum memberikan keterangan didepan sidang pengadilan dalam hal ini didepan majelis hakim, sumpah saksi adalah menyatakan benar apa yang diketahui, didengar, dilihat sesuai dengan apa yang diterangkannya, itu bukanlah sebagai alat bukti tetapi kesaksiannya itulah menjadi bukti, sedangkan sumpah sebagai alat bukti yaitu isinya tentang kebenaran apa yang dilakukan pihak yang bersumpah itu. Sumpah memiliki daya kekuatan pembuktian sempurna (volleding), mengikat (binden) dan menentukan (beslissen), oleh karena itu benar atau bohong pihak yang bersumpah tidak boleh hakim menilai sebagai sumpah palsu kecuali dapat dibuktikan berdasarkan adanya putusan pidana, Sumpah sebagai alat bukti dalam acara perdata merupakan ikrar yang diucapkan pihak yang bersumpah dan ikrar sumpah diucapkan secara lisan dihadapan hakim dalam proses pemeriksaan sidang pengadilan, untuk itu sumpah sebagai alat bukti tidak sah jika dilakukan dalam bentuk tertulis, artinya harus diangkat oleh salah satu pihak dimuka hakim, adapun syarat-syarat formal alat bukti sumpah secara umum harus memenuhi syarat :&lt;br /&gt;1. Berupa keterangan yang diikrarkan dalam bentuk lisan.&lt;br /&gt;2. Ikrar sumpah diucapkan didepan hakim dalam proses pemeriksaan perkara pada&lt;br /&gt;sidang perkara.&lt;br /&gt;3. Tidak ada bukti lain yang dapat diajukan para pihak, sehingga pembuktian sudah berada dalam keadaan jalan buntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar sumpah menjadi sah (valid) , bila ia bersumpah atas nama Allah, salah satu dari nama-nama Allah atau salah satu dari sifat-sifat Allah. Seperti ucapan, &lt;em&gt;Wallahi, warohmani, wa rabbil 'alamin&lt;/em&gt;, dll. Tidak sah bila menggunakan nama selain Allah. Jadi, sumpah yang dilakukan Komjen Susno Duaji yang memakai lafadz &lt;em&gt;Lillahi ta'ala&lt;/em&gt; (kalo ga salah &lt;em&gt;lillahi ta'alloh&lt;/em&gt;) adalah tidak sah menurut hukum Islam. Karena lafadz tersebut menunjukkan keihlasan, bukan sumpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pengadilan hendaknya menyikapi dengan serius para saksi, tersangka, atau orang yang dituduh yang telah mengucapkan sumpah. Karena tujuan dari sumpah adalah ingin membuktikan kebenaran diri dan yang harus membuktikan kebenaran tersebut adalah pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bisshowab&lt;/em&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-5206971537727525791?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/5206971537727525791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/11/sumpah-dalam-perspektif-hukum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/5206971537727525791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/5206971537727525791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/11/sumpah-dalam-perspektif-hukum.html' title='Sumpah dalam Perspektif Hukum'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-6376081949154065840</id><published>2009-10-13T14:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T02:51:02.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>SELAMATKAN REMAJA INDONESIA</title><content type='html'>Remaja adalah sosok manusia yang belum matang, karena remaja adalah tahap / masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang mandiri. Karena keberadaannya itulah remaja dikatakan sebagai tahapan usia yang belum matang. Remaja juga disebut sebagai usia pencarian identitas atau jatidiri. Dalam proses pencarian jatidiri (aku), remaja selalu mencoba dan mencoba apa yang cocok untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses mencari "aku" inilah remaja akan selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Akibatnya, dalam jangka panjang remaja akan berbentuk sesuai dengan lingkungan yang membentuknya. Ibarat roti, kalau alat cetaknya itu bagus, maka akan menghasilkan roti yang berbentuk bagus juga. Sebaliknya, bila alat cetaknya tidak &lt;i&gt;karuan&lt;/i&gt;, juga akan tercetak roti seperti pencetaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan, ada lingkungan yang baik dan ada yang buruk. Lingkungan yang baik akan membentuk remaja menjadi baik dan lingkungan yang buruk akan membentuk remaja yang buruk pula. Memang,lingkungan berpengaruh besar terhadap kematangan / pembentukan pribadi remaja disamping faktor hereditas (penurunan sifat genetik dari orangtua ke anak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk membentuk pribadi remaja yang baik, remaja haruslah pandai-pandai menempatkan diri. Remaja haruslah pandai menentukan dimana ia harus berada, pada siapa ia harus berteman, bagaimana harus bersikap pada lingkungan yang tidak baik, ia harus menjadi apa dan siapa, bagaimana harus berbuat. Hal ini penting karena akan memberikan gambaran tentang sosok remaja bersangkutan. Bila gagal menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas maka ia akan menjadi sosok remaja yang "tidak diinginkan". Seorang remaja yang asing baik bagi diri, lingkungan, keluarga dan Tuhannya. Ia bukan lagi menjadi dirinya, bukan menjadi apa dan siapa-siapa, bukan menjadi bagian lingkungannya dan jauh dari Tuhan. Keberadaannya tidak lagi diperhitungkan atau &lt;i&gt;wujuduhu ka 'adamihi&lt;/i&gt;, adanya sama saja dengan tidak adanya. Selanjutnya ia akan berbuat semaunya karena merasa tidak lagi menjadi bagian dari lingkungannya. Sekalipun tindakannya merugikan dirinya sendiri, lingkungan dan keluarga. Ia menjadi manusia yang tidak memiliki &lt;i&gt;sense of responsibility&lt;/i&gt;, cuek dan acuh tak acuh, &lt;i&gt;sak karepe dewe&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadapi hal yang tidak diinginkan tersebut, harus ada institusi ataupun lembaga yang menampung dan mencetak remaja secara benar. Supaya masa depannya dapat memberikan kemajuan terhadap orang lain dan bangsa. Tanpa adanya pengontrol, remaja akan bertindak sesuatu yang merugikan masa depannya. Seperti, pemakai NARKOBA, melakukan seks bebas (free sex), akibatnya banyak remaja putri kehilangan masa depannya karena diketahui 'bunting' saat masih sekolah sehingga harus dikeluarkan, tayangan televisi yang mendidik bersikap hedonis, foya-foya, caci maki terhadap teman, saudara atau kepada orangtua, dan saat ini yang lagi &lt;i&gt;ngetren &lt;/i&gt;adalah remaja sebagai 'tumbal' bom bunuh diri para teroris yang mengatasnamakan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pemerintah harus melakukan kontrol terhadap para remaja yang sedang mencari jati diri ini. Misal yang sudah berjalan adalah kontrol KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) terhadap tayangan televisi walaupun masih sering &lt;i&gt;kecolongan&lt;/i&gt;. Sekarang juga perlu adanya kontrol / pengawasan terhadap aktivitas dakwah terhadap semua agama agar tidak ada lagi remaja yang direkrut untuk menjadi 'pengantin' bom bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://h1.flashvortex.com/display.php?id=3_1255600216_22813_327_0_468_60_8_113" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-6376081949154065840?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/6376081949154065840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/selamatkan-remaja-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/6376081949154065840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/6376081949154065840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/selamatkan-remaja-indonesia.html' title='SELAMATKAN REMAJA INDONESIA'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-2458855797662894977</id><published>2009-10-08T05:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T05:22:12.641-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Islam'/><title type='text'>JUALAH (Minta dikembalikannya Barang yang Hilang)</title><content type='html'>Siapa yang belum pernah kehilangan barang yang dimilikinya? Semua orang dapat dipastikan pernah kehilangan barang yang mereka miliki. Entah barang tersebut kembali lagi atau tidak. Bagi kita yang kehilangan barang, pasti khawatir, resah, bingung dimana kita meletakkan atau jatuhnya barangnya tersebut. Apalagi barang tersebut adalah barang kesayangan. Pasti sangat-sangat pusing tujuh keliling kehilangan barang yang dia cintai. Bahkan ada yang membuat pengumuman kehilangan barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan yang kita ketahui adalah berita tentang kehilangan barang daripada berita penemuan barang. Bagi yang kehilangan bagai bencana, bagi yang menemukan seakan-akan mendapat rizki dari langit sampai-sampai enggan menemukan pemiliknya ataupun mengumumkannya. Apakah ini memang sudah menjadi mental, watak manusia ? Tergantung individu masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hukum Islam, mengumumkan barang yang hilang untuk dikembalikan dan bagi yang menemukan di&lt;em&gt;iming-imingi&lt;/em&gt; imbalan/upah tertentu disebut &lt;strong&gt;&lt;em&gt;ju'alah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (bisa juga dibaca &lt;em&gt;&lt;strong&gt;ji'alah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;&lt;strong&gt;ja'alah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) . Kalau jadul (jaman dulu) mengumumkan barang yang hilang dengan imbalan disebut sayembara. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ji'alah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; adalah minta dikembalikannya benda yang hilang dengan ganti tertentu. Menurut bahasa ialah barang yang dijadikan untuk seseorang atas janji sesuatu yang akan dia kerjakan. Menurut syara' ialah tindakan penetapan orang yang syah pen&lt;em&gt;tashorufan&lt;/em&gt;nya tentang suatu ganti yang telah diketahui jelas atas pekerjaan yang ditentukan atau pekerjaan yang sulit bagi orang yang telah ditentukan atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ji'alah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; ada empat, yaitu &lt;strong&gt;lafadz&lt;/strong&gt;, hendaklah lafadz itu mengandung arti izin kepada orang yang akan bekerja dan tidak ditentukan waktunya, &lt;strong&gt;orang yang menjanjikan upah&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;pekerjaan&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;upah&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ji'alah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; hukumnya boleh dengan dua ketentuan, yaitu orang yang merangsang pemberian dan yang dirangsang dengan pemberian. Dasar hukum &lt;strong&gt;&lt;em&gt;ji'alah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah al-Qur'an dan hadits Nabi."&lt;em&gt;Dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta&lt;/em&gt;." (QS. Yusuf:72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi: "orang-orang mukmin tergantung dalam syarat-syarat mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam &lt;strong&gt;&lt;em&gt;ji'alah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, orang yang merangsang dengan pemberian memberikan janji dalam kaitannya dengan pengembalian barangnya yang telah hilang dengan bentuk ganti yang telah diketahui jelas. Seperti ucapan "&lt;em&gt;Barangsiapa yang dapat mengembalikan barangku yang hilang, maka akan saya beri upah seratus ribu&lt;/em&gt;.."Bila orang tersebut berhasil mengembalikan barang yang hilang itu, maka dia berhak memiliki uang seratus ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(makalah saat di fak. syari'ah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-2458855797662894977?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/2458855797662894977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/jualah-minta-dikembalikannya-barang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/2458855797662894977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/2458855797662894977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/jualah-minta-dikembalikannya-barang.html' title='JUALAH (Minta dikembalikannya Barang yang Hilang)'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-2529032316094073767</id><published>2009-10-08T02:04:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T02:09:20.295-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Islam'/><title type='text'>RAHN (GADAI) dalam Perspektif Hukum Islam</title><content type='html'>Seiring dengan kemajuan zaman dan makin merebaknya berbagai produk yang ada dalam masyarakat sehingga menuntut perubahan sosial secara merata karena masyarakat cenderung bersifat konsumtif. Apalagi didorong dengan berbagai iklan-iklan yang ditawarkan kepada masyarakat. Ketika hal yang demikian terjadi dengan tanpa diimbangi dengan tingkat penghasilan yang ada dalam masyarakat maka yang terjadi adalah semakin sengsaranya kehidupan yang mereka jalani. Bahkan sampai ada yang menjual rumah atau tanahnya hanya demi memenuhi kebutuhan keluarga yang terkena virus &lt;strong&gt;pola hidup konsumtif&lt;/strong&gt;. Jalan lain apabila tidak ingin menjual barangnya adalah dengan cara &lt;strong&gt;menggadaikannya&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadai dalam hukum Islam disebut dengan &lt;strong&gt;RAHN&lt;/strong&gt; yang berarti &lt;em&gt;tetap, kekal&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;jaminan&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;Rahn&lt;/strong&gt; dalam hukum positif Indonesia disebut dengan barang jaminan, agunan dan rungguhan. Dalam Islam rahn merupakan sarana saling tolong menolong bagi umat Islam tanpa adanya imbalan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi &lt;strong&gt;rahn&lt;/strong&gt; ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh ulama fiqh. Ulama madzhab Maliki mendefinisikan dengan "&lt;em&gt;harta yang dijadikan pemiliknya sebagai jaminan hutang yang bersifat mengikat.&lt;/em&gt;" Ulama madzhab Hanafi mendefinisikan dengan "&lt;em&gt;Menjadikan sesuatu (barang) sebagai jaminan terhadap hak (piutang) yang mungkin dijadikan sebagai pembayar hak (piutang) tersebut, baik seluruhnya maupun sebagian&lt;/em&gt;". Ulama madzhab Syafii dan Hanbali mendefinisikan &lt;strong&gt;rahn&lt;/strong&gt; dalam arti akad, "&lt;em&gt;menjadikan materi (barang) sebagai jaminan utang yang dapat dijadikan pembayar utang apabila orang yang berhutang tidak dapat membayar hutangnya&lt;/em&gt;".Rahn ditangan &lt;em&gt;murtahin&lt;/em&gt; (pemberi hutang, kreditor) hanya berfungsi sebagai jaminan hutang rahin (orang yang berhutang, debitor). Barang jaminan itu baru bisa dijual/dihargai apabila dalam waktu yang disetujui kedua belah pihak, hutang tidak bisa dilunasi oleh debitor. Oleh karena itu, hak kreditor hanya terkait dengan barang jaminan apabila debitor melunasi hutangnya.Ulama fiqh mengemukakan bahwa akad rahn dibolehkan dalam Islam berdasarkan al-Qur'an (QS. Al Baqoroh,2:283) dan sunah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama fiqh sepakat bahwa &lt;strong&gt;rahn&lt;/strong&gt; bisa dilakukan dalam perjalanan dan dalam keadaan hadir ditempat asal barang jaminan tersebut bisa langsung dipegang (&lt;em&gt;al-qobd&lt;/em&gt;) secara hukum oleh kreditor. Maksudnya, karena tidak semua barang jaminan tidak dapat dipegang/dikuasai oleh kreditor secara langsung, maka paling tidak ada semacam pegangan yang dapat menjamin bahwa barang dalam status &lt;em&gt;al-marhun&lt;/em&gt; (barang gadai). Misalnya, apabila barang jaminan itu berbentuk sebidang tanah, maka yang dikuasai (&lt;em&gt;al-qobd&lt;/em&gt;) adalah sertifikat tanah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa Rasulullah membeli makanan dari seorang Yahudi dengan menjadikan baju besinya sebagai barang jaminan. Menurut kesepakatan ahli fiqh, peristiwa Rasulullah me&lt;strong&gt;&lt;em&gt;rahn&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;kan baju besinya itu adalah kasus &lt;strong&gt;rahn&lt;/strong&gt; pertama dalam Islam dan dilakukan oleh Rasul sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-2529032316094073767?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/2529032316094073767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/rahn-gadai-dalam-perspektif-hukum-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/2529032316094073767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/2529032316094073767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/rahn-gadai-dalam-perspektif-hukum-islam.html' title='RAHN (GADAI) dalam Perspektif Hukum Islam'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-917242234030279767</id><published>2009-10-08T01:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T02:01:54.970-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa / Sastra'/><title type='text'>Diawali dan diakhiri dengan Tauhid</title><content type='html'>Malam itu aku sowan ke seorang teman, guru, ustadz, kyai yang lima belas tahun lebih tua dari aku. &lt;em&gt;Lho kok&lt;/em&gt; seorang macamnya banyak? Ya, kalau aku panggil beliau dengan sebutan kyai, beliau tidak mau. Kalau aku panggil beliau guru, beliau balik mengatakan, "Kamulah guruku.." Beliau seorang yang &lt;em&gt;low profile&lt;/em&gt;, tidak mau diunggul-unggulkan sebagaimana kebanyakan orang yang mempunyai ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku sengaja menyambangi beliau agar mendapat sesuatu hal yang bermanfaat. Malam itu, disebuah gubuk surau tempat beliau biasa melakukan dzikir, kami duduk bersama ditemani secangkir kopi, dua bungkus rokok dan sebuah benda yang tampak sudah kuno. Apabila dilihat sekilas benda itu mirip al-Qur'an yang sering dibaca karena kelihatan kumal. Sebelum aku tanya mengenai benda itu sang guru menyuruhku membuka dan membaca isinya. Kupegang lalu kubuka perlahan-lahan ternyata kertasnya terbuat dari kulit binatang. Di dalamnya terdapat tulisan Arab. Tapi ketika dibaca isinya bukan bahasa Arab melainkan bahasa Jawa atau istilahnya Arab &lt;em&gt;Pegon&lt;/em&gt;. Ketika aku baca halaman awal aku paham kalau ini adalah kitab tauhid. Mengetahui kalau itu kitab tauhid langsung aku tutup karena aku takut akan salah tafsir. Lalu aku bilang, "Ini kitab tauhid, kyai.."&lt;br /&gt;Lagi-lagi beliau menjawab, "Jangan kau panggil aku seperti itu. Berat rasanya kalau membawa sebutan itu (kyai). Tidak &lt;em&gt;maqom&lt;/em&gt;nya saya. Ya, kalau kamu buka halaman awal disitu menjelaskan masalah tauhid. Coba kamu buka halaman berikutnya..!!" Kubuka halaman berikutnya. Kubaca, kupahami, ternyata dihalaman tengah menjelaskan tentang syari'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halaman tengah menjelaskan tentang syari'at..." Kataku agak terbata-bata karena aku takut kalau sang guru menyuruhku untuk menjalankan syari'at yang benar. Sedang aku sendiri masih &lt;em&gt;amburadul&lt;/em&gt; dalam melaksanakan syari'at dan belum tahu syari'at yang benar itu bagaimana. Karena menurutku kebenaran hanya milik Allah. Bukan milik segelintir orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Lanjutkan sampai akhir.." kata sang guru sambil &lt;em&gt;menyeruput&lt;/em&gt; kopinya.Kubaca halaman selanjutnya sampai akhir halaman. Pada halaman akhir disebutkan kembali tentang ajaran tauhid.&lt;br /&gt;"Lho, kok tauhid kembali?" pikirku.&lt;br /&gt;"Sudah selesai?"&lt;br /&gt;"Sudah.."&lt;br /&gt;"Apa yang kau ketahui?"&lt;br /&gt;"Saya tidak mengetahui apa-apa kecuali sebuah pertanyaan tentang kitab ini."&lt;br /&gt;"Apa?"&lt;br /&gt;"Kenapa kitab ini diawali dengan membahas masalah tauhid dan diakhiri dengan membahas masalah tauhid? Dan pada halaman tengah menjelaskan tentang syari'at? Kenapa kok tidak masalah tauhid saja?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Begini, kitab ini aku peroleh dari guruku. Tidak sembarang orang bisa memahami isi kitab ini. Kitab ini bukan kitab ajaran agama baru. Tidak sembarang orang aku tunjukkan kitab ini. Kamu adalah orang yang beruntung bisa aku tunjukkan kitab ini. Kenapa isi kitab ini diawali dan diakhiri tentang tauhid dan di tengah-tengah menjelaskan tentang syari'at? &lt;em&gt;Nuwun sewu&lt;/em&gt;, itu adalah gambaran kehidupan kita di dunia ini. Kita hidup di dunia ini seharusnya diawali dengan tauhid dan diakhiri dengan tauhid dan diantaranya kita harus menjalankan syari'at. Paham maksudnya?"&lt;br /&gt;"Ketika kita lahir, sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW kita sebaiknya dikenalkan asma Allah dengan di&lt;em&gt;adzani&lt;/em&gt; telinga kanan kita dan di&lt;em&gt;iqomati&lt;/em&gt; telinga kiri. Setelah &lt;em&gt;baligh&lt;/em&gt; kita diwajibkan melaksanakan syari'at dan ketika kita dipanggil oleh Sang Maha Kuasa kita seyogyanya membawa tauhid dengan membaca &lt;em&gt;lailaha illallah&lt;/em&gt;.." jawabku.&lt;br /&gt;"Iya, begitulah seharusnya kita hidup.." jawab sang Guru sambil menghisap rokoknya...&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bisshowab..&lt;br /&gt;&lt;em&gt;to be continued....&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-917242234030279767?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/917242234030279767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/malam-itu-aku-sowan-ke-seorang-teman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/917242234030279767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/917242234030279767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/malam-itu-aku-sowan-ke-seorang-teman.html' title='Diawali dan diakhiri dengan Tauhid'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4589560013892640535</id><published>2009-10-08T01:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T01:56:04.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa / Sastra'/><title type='text'>Pisang Lurus</title><content type='html'>Kejadian ini aku alami waktu OSPEK 8 tahun silam.. Seperti jamaknya OSPEK, pasti sang senior memberi perintah yang aneh-aneh dan agak sulit mencarinya. Seperti, peserta OSPEK disuruh memakai topi '&lt;em&gt;besek&lt;/em&gt;' atau tempat takir (nasi hasil dari tahlilan atau sebangsanya), kaos kaki berlainan warna, yang kiri merah yang kanan kuning, dan perintah macam2 lainnya yang tidak ada hubungannya dengan mahasiswa yang notabene seorang idealis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di hari pertama sang senior memerintahkan kita supaya besok membawa sebuah PISANG YANG LURUS, tidak boleh bengkok. OSPEK dihari pertama sampai jam 5 sore. Habis ospek langsung para calon2 mahasiswa termasuk aku '&lt;em&gt;blusuk-an&lt;/em&gt;' ke pasar mencari PISANG yang LURUS.. Teman-teman udah ada yang dapat. Aku mencari-cari pisang lurus tidak ada, adanya bengkok. Ada yang lurus, eh keduluan ama temanku. Sampai akhirnya aku TIDAK mendapatkan pisang lurus. terpaksa beli yang agak bengkok atau agak lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, OSPEK dah mulai pukul 6 pagi.. Sang senior menyuruh calon mahasiswa untuk berkumpul di lapangan kampus. Setelah kumpul, disuruh mengeluarkan pisang dan mengangkatnya supaya sang senior bisa tahu pisang mana yang LURUS dan mana yang BENGKOK. Tentu saja, calon mahasiswa yang tidak mendapat pisang lurus dapat hukuman.disuruh keliling lapangan 10x sambil mengacung-acungkan pisang dan teriak... "PISANG SAYA BENGKOK"... "Pisang ini lurus apa nggak?" tanya sang senior kepadaku. "Lurus..!!" jawabku pede (padahal agak bengkok) "apa kamu tidak bisa membedakan benda yang lurus sama yang enggak??? Cepat keliling 10x sambil teriak2... PISANG SAYA BENGKOK..!! Cepaaattt...!!!" perintah sang senior yang nggak mau didebat. Langsung saja aku keluar barisan dan berlari keliling sambil mengucap... " PISANG SAYA BENGKOK...(aku tambahi) PISANG SAYA PANJANG..BENGKOK.."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4589560013892640535?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4589560013892640535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/kejadian-ini-aku-alami-waktu-ospek-8.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4589560013892640535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4589560013892640535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/kejadian-ini-aku-alami-waktu-ospek-8.html' title='Pisang Lurus'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-5519660712965539404</id><published>2009-10-08T01:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T01:50:19.070-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa / Sastra'/><title type='text'>UANG (PUISI NGAWUR)</title><content type='html'>UANG...&lt;br /&gt;dengan tetesan keringat kau kucari&lt;br /&gt;dengan tetesan air mata kau kucari&lt;br /&gt;dengan tetesan tinta kau ku miliki&lt;br /&gt;hanya agar bisa membeli...&lt;br /&gt;UANG..&lt;br /&gt;denganmu ku beli kebutuhan sehari-hari&lt;br /&gt;denganmu ku beli&lt;br /&gt;harga diri&lt;br /&gt;denganmu ku beli&lt;br /&gt;kursi&lt;br /&gt;denganmu ku beli&lt;br /&gt;cewek sekaliber Miyabi&lt;br /&gt;denganmu bisa saja ku beli&lt;br /&gt;orang yang siap mati&lt;br /&gt;bahkan denganmu 'Tuhan' bisa ku beli&lt;br /&gt;UANG...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpamu pusing tujuh keliling&lt;br /&gt;dengan imingmu mudah berpaling&lt;br /&gt;tapi UANG... tidak bisa membeli&lt;br /&gt;kebenaran sejati....&lt;br /&gt;Sang Ilahi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-5519660712965539404?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/5519660712965539404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/uang-puisi-ngawur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/5519660712965539404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/5519660712965539404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/uang-puisi-ngawur.html' title='UANG (PUISI NGAWUR)'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-206030685711013043.post-4714436358710616571</id><published>2009-10-06T02:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T02:45:03.143-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Negeri Otot Kawat Balung Besi</title><content type='html'>Dalam pidatonya menyambut Maulid Nabi pada tahun 1963 (saya dapat dari download)Bung Karno mengatakan: "ada pantun yang bunyinya "&lt;em&gt;berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang ke tepian&lt;/em&gt;" bersakit-sakit kita dahulu bersenang-senang kemudian.. Ini adalah dialektik suatu bangsa yang ingin menjadi bangsa yang besar. Kemarin aku baca Ramayana saudara-saudara..Ramayana..Di dalam kitab Ramayana itu ada disebutkan suatu negeri, namanya negeri Uttara Guru, yaitu artinya negara guru...guru itu..kurowo itu.. Uttara Guru, disebutkan dalam kitab Ramayana itu kalau di negeri Uttara Guru itu tidak ada panas yang terlalu, ndak ada dingin yang terlalu, ndak ada manis yang terlalu, ndak ada pahit yang terlalu, segalanya itu tenaang..tenang... Ora ono panas ora ono adem, tidak ada gelap, tidak ada terang yang benderang. Di dalam kitab Ramayana itu sudah dikataken..hu..(ekspresi pidato Bung Karno) negeri yang begini tidak bisa menjadi negeri yang besar.. sebab tidak ada (Bung Karno menaikkan intonasi suaranya) &lt;em&gt;Up and down&lt;/em&gt; ..perjuangan..tidak ada.. semuanya itu adem tentrem. Seneng..seneng.. pun tidak terlalu seneng.. tidak terlalu sedih. Tenang..tenang.. Uttara Guru. Apa engkau ingin menjadi bangsa yang demikian saudara-saudara.. TIDAK!! Kita tidak ingin menjadi suatu bangsa yang demikian. Kita ingin menjadi bangsa yang setiap hari digembleng oleh keadaan, digembleng. Hampir hancur lebur, bangun kembali. Digembleng. Hampir hancur lebur, bangun kembali. Hanya dengan jalan demikianlah kita bisa menjadi suatu bangsa yang benar-benar bangsa otot kawat balung besi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita masih dalam tahap 'digembleng oleh keadaan', sebagaimana dikatakan Bung Karno dalam pidatonya tersebut. Sebelum era reformasi, pusat pemerintahan dan pengambilan keputusan hanya satu, sang Presiden. Saat itu sebenarnya kita sudah digembleng tapi gembleng yang tidak begitu membuat kita jatuh dan bangun lagi. Mungkin jatuh saja tidak bangun-bangun. Sekarang di era reformasi, negeri kita banyak gemblengan, banyak problematika yang menuntut kita untuk ikut berfikir dan menyelesaikan masalah. Ambil contoh, baru saja kita melaksanakan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang pada waktu zaman Orba hal itu tidak terjadi. Kita dituntut berfikir untuk memilih wakil kita berdasarkan kapabilitas mereka atau berdasarkan materi yang telah mereka berikan kepada kita. Pasti kita punya jawaban individu, sendiri-sendiri. Kalau ternyata dalam pemilihan legislatif atau pemilihan presiden masih menimbulkan masalah, berarti kita masih jatuh dan harus bangun lagi. Dalam pemberantasan korupsi juga merupakan 'gemblengan' bagi kita apakah kita bisa memberantas korupsi yang sudah dikatakan membudaya -semoga tidak dicatat di UNESCO sebagai budaya warisan bangsa-. Kalau pemberantasan korupsi masih gagal, malah yang memberantas korupsi diberantas, kita masih jatuh. Masalah kita 'kecolongan' klaim budaya oleh negara lain itu merupakan gemblengan dan alhamdulillah, pada tanggal 2 Oktober kemarin kita 'bangun' dengan mencatatkan Batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Dan lain-lain banyak contoh 'gemblengan' di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita bangsa Indonesia tidak hanya digembleng oleh keadaan. Akan tetapi, kita digembleng oleh alam. Banyaknya bencana alam di negara ini merupakan gemblengan dari Allah kepada kita. Allah sendiri sudah mengkhabarkan kepada kita bahwa sebab adanya bencana alam merupakan ulah dari perbuatan manusia. Entah kebetulan entah tidak, saat ada &lt;em&gt;geger-geger&lt;/em&gt; masalah Bank Century yang merugikan negara trilyunan rupiah, Allah menggembleng dengan gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat. Baru saja ada &lt;em&gt;geger-geger&lt;/em&gt; masalah pertikaian antara Polri dengan KPK yang diduga bermotif balas dendam. Sebab, alasan polisi menjerat pimpinan KPK adalah penyalahgunaan wewenang terhadap pencekalan koruptor. Karena alasan tersebut tidak ada unsur pidana kemudian polisi menyangka adanya suap. Padahal hal ini sudah dibantah oleh sang penyuap. Lantas entah kebetulan apa tidak, Allah menggembleng dengan gempa di Padang Sumatera Barat. Atau yang pasti kejadian alam tersebut juga sebab perbuatan kita sendiri.Saya berharap, semoga dengan adanya banyak bencana alam ini merupakan jalan bagi negara kita untuk menjadi negara yang besar. Bangsa yang berotot kawat balung besi.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/206030685711013043-4714436358710616571?l=kreasi-sang-kelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/feeds/4714436358710616571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/negeri-otot-kawat-balung-besi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4714436358710616571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/206030685711013043/posts/default/4714436358710616571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kreasi-sang-kelana.blogspot.com/2009/10/negeri-otot-kawat-balung-besi.html' title='Negeri Otot Kawat Balung Besi'/><author><name>Iwan Hafidz Zaini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06134308011949367751</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_D2aB0wCY7S0/SsxPp3jCBjI/AAAAAAAAAAg/kX3beD-1Abs/S220/n1311094938_30152265_2163467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
